Nama : Dewi Apriliana
Fakultas : Pertanian
Prodi : Agribisnis
NIM : 18542011065
SISTEM DAN PRINSIP PERTANIAN BERKELANJUTAN
Dalam
mengembangkan suatu sistem pertanian, kita harus mengedepankan konsep
keberlanjutan. Pemanfaatan teknologi pengelolaan lahan serta konservasi
sumberdaya air sangat penting untuk diterapkan dalam suatu sistem pertanian
yang berkelanjutan. Karena konsep sistem pertanian yang berkelanjutan
tergantung pada seluruh kemajuan dari sisi kesehatan manusia serta kesehatan
lahan.
Konsep Low Eksternal Input Sustainable Agriculture (LEISA)
yang merupakan penyangga dari konsep pertanian terpadu dan pertanian yang
berkelanjutan. Konsep ini mengedepankan pemanfaatan sumber daya lokal sebagai
bahan baku pola pertanian terpadu, sehingga nantinya akan menjaga kelestarian
usaha pertanian agar tetap eksis dan memiliki nilai efektifitas, efisiensi serta
produktifitas yang tinggi. Konsep LEISA merupakan penggabungan dua prinsip
yaitu agro-ekologi serta pengetahuan dan praktek pertanian masyarakat setempat/tradisional.
Agro-ekologi merupakan studi holistik tentang ekosistem pertanian termasuk
semua unsur lingkungan dan manusia. Dengan pemahaman akan hubungan dan proses
ekologi, agroekosistem dapat dimanipulasi guna peningkatan produksi agar dapat
menghasilkan secara berkelanjutan, dengan mengurangi dampak negatif yang
ditimbulkan bagi lingkungan maupun sosial serta meminimalkan input
eksternal.
Prinsip Pertanian Berkelanjutan:
- Keberlanjutan Ekonomi.
Pertanian berkelanjutan
dapat meningkatkan kelayakan ekonomi melalui banyak cara. Secara singkat,
meningkatkan pengelolaan tanah dan rotasi tanaman akan meningkatkan hasil,
dalam jangka pendek maupun jangka panjang, karena meningkatkan kualitas tanah
dan ketersediaan air, seperti juga menimbulkan manfaat lingkungan. Kelayakan
ekonomi juga dapat dicapai dengan mengurangi penggunaan peralatan mesin,
mengurangi biaya pupuk kimia dan pestisida, tergantung pada karakteristik dari
sistem produksinya.
- Keberlanjutan
Lingkungan.
Pertanian berkelanjutan sering
dikatakan sebagai kegiatan yang layak secara ekologis yang tidak atau sedikit
memberikan dampak negatif terhadap ekosistem alam, atau bahkan memperbaiki
kualitas lingkungan dan sumberdaya alam pada mana kegiatan pertanian
bergantung. Biasanya hal di dicapai dengan cara melindungi,
mendaur-ulang, mengganti dan/atau mempertahankan basis sumberdaya alam seperti
tanah, air, keanekaragaman hayati dan kehidupan liar yang memberikan sumbangan
terhadap perlindungan modal alami. Pupuk sintetik dapat digunakan untuk
melengkapi input alami jika diperlukan. Dalam pertanian berkelanjutan,
penggunaan bahan kimia yang dikenal berbahaya bagi organisme tanah, struktur
tanah dan keanekaragaman hayati dihindari atau dikurangi sampai minimum.
- Keberlanjutan Sosial.
Keberlanjutan sosial
berkaitan dengan kualitas hidup dari mereka yang bekerja dan hidup di
pertanian, demikian juga dengan masyarakat di sekitarnya. Hal ini
mencakup penerimaan atau pendapatan yang setara bagi stakeholder yang berbeda
dalam rantai produksi pertanian. Dalam konteks pengangguran yang tinggi,
pertanian berkelanjutan mempromosikan pembagian nilai tambah pertanian bagi
lebih banyak anggota mayarakat melalui lebih banyak penggunaan tenaga kerja
yang tersedia, dan akan meningkatkan kohesi dan keadilan sosial.
Perlakuan yang layak terhadap pekerja dan memilih untuk membeli bahan-bahan
secara lokal daripada membeli dari tempat jauh, juga merupakan elemen dari
keberlanjutan sosial.
Sumber: http://mardevitaislamiyakti.blogspot.com/2016/11/sistem-pertanian-berkelanjutan.html
No comments:
Post a Comment