ANALISA USAHA
PRODUK PUDING SEDOT
DI ALUN-ALUN
KOTA BOJONEGORO
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS DARI
MATA KULIAH PERILAKU KONSUMEN SEMESTER TIGA
Disusun Oleh:
- Dewi Fitria Ningsih 18542011013
- Ely Nurhaliza Asfianik 18542011014
- Niken Nareswati 18542011034
- Siti Mar’atul Mukarromah 18542011047
- Dewi Apriliana 18542011065
Dosen Pengampu:
Deviana Diah P, SP, Msi
PRODI AGRIBISNIS
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BOJONEGORO
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan sehingga kami dapat menyelesaikan
makalah ini dengan baik dan tepat.
Ucapan syukur
penulis sampaikan kepada berbagi pihak serta media yang memudahkan penulis untuk
menyelesaikan makalah ini. Makalah yang mengangkat tema analisis usahatani yang
berjudul “Analisis Usaha Produk Puding Sedot.”
Penulis tentu
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak
kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik
dan saran dari pembaca untuk makalah ini supaya makalah ini nantinya dapat
menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian makalah ini dibuat, semoga dapat
bermanfaat bagi pembaca.
Bojonegoro, 4 November 2019
Penulis
DAFTAR ISI
COVER i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan 2
1.4 Manfaat 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori 4
2.2 Hipotesis 5
BAB III METODOLOGI
3.1 Metodologi
Penelitian 6
3.2 Metodologi
Pengolahan 8
3.3 Tempat dan Waktu 10
BAB IV PEMBAHASAN
4.1Hasil Riset 11
4.2 Pembahasan 14
4.3 Keterlibatan Dan
Persepsi 16
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan 20
5.2 Keterbatasan
Penelitian 20
5.3 Saran 20
5.4 Lembar Dokumentasi 21
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I : PENDAHULUAN
1.1.Latar
Belakang
Puding
adalah makanan penutup (dessert) yang terbuat dari hidrokoloid yang diolah
dengan cara pemasakan, penambahan air dan bahan campuran lainnya sehingga menghasilkan
tekstur yang lembut. Selain dessert, puding dapat dihidangkan sebagai makanan
utama. Puding banyak diminati oleh sebagian besar masyarakat Indonesia karena rasanya manis, bertekstur lembut, dan cara membuatnya yang relatif mudah dan cepat. Di
sisi lain, puding juga
memiliki beberapa manfaat bagi kesehetan tubuh yaitu sebagai makanan diet,
melancarkan pencernaan, pencegahan kanker, dan kardiovaskular, dapat mengurangi kolesterol, dan
dapat mencegah radang sendi.
Puding
yang lagi booming (populer) saat ini adalah Puding Sedot atau biasa di sebut
dengan PUDOT. Produk ini banyak diminati mulai dari kalangan usia anak-anak
sampai orang dewasa dan telah banyak mengalami perkembangan. Hal tersebut dapat di ketahui dari hasil survei yang
telah dilakukan pada 13 responden. Hasil survei 54% dari 13 responden pernah mengonsumsi Puding Sedot (PUDOT), 46% dari 13 responden belum pernah mengonsumsi puding
sedot.
Puding
Sedot merupakan produk puding yang bertekstur lembut
dan bermacam-macam rasa dengan pengemasannya yang unik, yaitu di kemas menggunakan botol dan cara minumnya
juga yaitu dengan cara di sedot. Bahan-bahan dari puding sedot ini adalah susu
kaleng, tepung maizena, nutrijel, pop ice, milo bubuk, chocolatos matcha latte,
dan gula pasir.
1.2.Rumusan Masalah
- Bagaimana cara membuat Puding Sedot?
- Bagaimana
pendekatan peneliti terhadap konsumen?
- Bagaimana reaksi
atau pendapat responden saat mencoba Puding Sedot?
1.3.Tujuan
Makalah
ini dibuat untuk memenuhi tugas yang telah ditetapkan oleh dosen pengampu mata
kuliah PERILAKU KONSUMEN. Tujuan peneliti yaitu:
1. Penemuan
Puding
sudah dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia sebagai makanan penutup
(dessert) yang manis dan bertekstur lembut. Pada tahun ini banyak inovasi dari
produk puding, salah
satunya yaitu Puding
Sedot. Puding Sedot sendiri itu agak berbeda dengan puding-puding
biasanya, pudot ini dikemas dengan menggunakan botol dan cara menikmatinya juga
unik,
yakni dengan
menggunakan sedotan. Kini Puding Sedot (Pudot) banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha puding
untuk menarik konsumen.
2.
Pembuktian
Dalam
makalah ini tim peneliti mempromosikan produk Puding Sedot dengan cara menyebar kuisioner di tempat yang
telah ditentukan. Dan dari situlah tim peneliti mengetahui bahwa sebagian besar
masyarakat Indonesia menyukai produk Puding Sedot.
3.
Pengembangan
Mencari
tahu apa yang diinginkan atau diperlukan untuk menyelesaikan penjualan suatu
produk. Ada beberapa karakteristik yang bisa dipelajari, dalam
penelitian ini, salah
satunya yaitu psikologi yang memainkan peran utama, maksudnya konsumen memilih produk dan merek
berdasarkan pada bagaimana mereka berpikir, merasakan, dan bernalar.
Menganalisis apa yang menjadi pendorong emosi dan tanggapan konsumen melalui
riset atau promosi dapat membantu perusahaan dapat menempatkan produk atau
pelayanan mereka untuk lebih tertanam dibenak konsumen agar setiap membeli
suatu produk bisa lebih sering memilih produk dari perusahaan tersebut.
1.4.Manfaat
- Sebagai produsen
Kita
dapat mengetahui, mempelajari, dan memahami bagaimana strategi, dan pengambilan keputusan berdasarkan
keadaan pasar dan kebutuhan
konsumen. Produsen harus mampu untuk mengajak konsumen untuk membeli dan
mengkonsumsi produk yang ditawarkan.
- Sebagai Peneliti
Kita
sebagai peneliti dapat mengumpulkan informasi mengenai karakteristik perilaku
konsumen sehingga pemasaran akan lebih mengenal siapa konsumen kita.
Berdasarkan dari penelitian kita, seorang peneliti dapat membantu untuk membuat
suatu analisa keadaan yang dihadapi oleh konsumen.
BAB II :
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Landasan
Teori
Perilaku
konsumen menurut Engel adalah tindakan yang langsung terlibat dalam
pemerolehan, pengansumsian dan penghabisan produk atau jasa.
Perilaku
konsumen menurut Kanuk dan Schiffman adalah diperlihatkan konsumen untuk
mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa
yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.
Pemasaran
menurut Kotler dan Amstrong adalah sebuah proses kemasyarakatan dimana individu
dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan ingin menciptakan dengan
menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang
bernilai dengan orang lain.
Pudot
adalah ( makanan dessert / penutup ) yang bertekstur sangat lembut (seperti
sutra ). Perkembangan terbaru dari dunia puding menyebutkan bahwa karena sangat
lembutnya, cara mengkonsumsi Pudot harus disedot dengan sedotan . Oleh karena
itu munculah nama Puding Sedot atau disebut dengan Pudot yang sampai sekarang
masih terkenal. Tekstur lembut ini bisa didapatkan dengan cara menambahkan
tepung maizena ke dalam adonan puding.
Munculnya
Pudot ini didunia kuliner. Jika dulu cara makan puding menggunakan sendok, kini
muncul puding yang makannya dengan cara disedot. Jika dulu puding disajikan
dengan mangkuk atau gelas, kini puding dapat disajikan dalam kemasan botol.
Puding
adalah makanan pencuci mulut sekaligus camilan yang disukai banyak orang mulai
dari anak-anak, remaja sampai dewasa karena teksturnya yang lembut dan banyak
juga kandungannya misalnya : kalsium, protein, serat, vitamin dam mineral.
Dalam
analisi ini terdapat faktor pribadi yang mempengaruhi pembelian produk Pudot
ini. Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi.
Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan,
keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, serta nilai dan gaya hidup
pembeli.
2.2. Hipotesis
Hipotesis
menurut Sugiyono adalah dugaan sementara yang berfungsi sebagai pedoman untuk
mempermudah penelitian.
Berdasarkan
kerangka pemikiran, maka dapat dirumuskan suatu hepotesis penelitian yaitu :
1.
Hipotesis Utama
“
Terdapat pengaruh rasa dan selera terhadap keputusan pembelian produk puding
sedot “
2.
Hipotesis Sub
a.
Terdapat pengaruh rasa terhadap proses
keputusan pembelian.
b.
Terdapat pengaruh selera terhadap proses
keputusan pembelian.
BAB
III :
METODOLOGI
3.1. Metodologi Penelitian
Perilaku
konsumen lebih menekankan kepada sifat konsumen, seperti ilmu spitologi yang memahami perilaku
dari konsumen. Mengetahui karakteristis dan pilihan konsumen. Karena salah satu
indikator berjayanya suatu perusahaan adalah mempertahankan suatu kepercayaan
konsumen. Riset dengan cara
menyebar kuesioner tentang perilaku responden sehingga menghasilkan hasil yang
dapat membantu produsen mendefinisikan hingga menyimpulkan bagaimana perilaku
konsumen nantinya. Karakteristik maupun keinginan konsumen bisa terbaca lewat adanya
pembuktian riset suatu perusahaan atau produsen. Pro aktif yang mencakup
keterlibatan dan persepsi konsumen menjadi tolak ukur bagi perusahaan tentang
perolehan jasa/barang maupun ide yang diutarakan yang nantinya dipasarkan.
Metode
penelitian adalah kegiatan yang dilakukan secara ilmiah untuk mendapatkan data
dengan tujuan dan keuangan tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dasar unsur yang sama yaitu cara
ilmiah untuk mendapatkan data tertentu, tujuan tertentu, dan kegunaan tertentu.
Penelitian perilaku konsumen memiliki strategi pemasaran yaitu:
1. Merancang strategi pemasaran
2. Menetapkan target pasar
3. Position
Ketiga
hal tersebut merupakan implementasi teori 4P. Yaitu:
1. Product
2. Price
3. Place
4. Promotion
Dengan
ini peneliti menggunakan metode penelitian observasi, yaitu dengan langkah
meriset hasil dengan pengelompokan data sesuai dengan kondisi lapangan konsumen
dan hasil dari kuesioner. Parameter perilaku konsumen terhadap produk yang
dihasilkan berbeda. Hal ini akan dijelaskan pada bagian pembahasan. Setiap sampel memiliki
kriteria berbeda terhadap produk yang dibuat. Berdasarkan hasil observasi,
konsumen cenderung
menilai terhadap kekuatan
rasa
sehingga produk ini dapat
dikonsumsi oleh semua kalangan. Meskipun begitu konsumen juga memiliki kriteria
tersendiri bagi produk, seperti yang menggunakan beberapa aspek sebagai
pertimbangan agar mengonsumsi produk, yaitu berdasarkan nilai jual atau ekonomi,
Produk
berjenis desert yang bisa diminum ini juga merupakan hasil olahan dari produk
pertanian. Karena bahan utama yang digunakan
dalam pembuatan produk Pudot adalah tepung maizena atau tepung jagung. Jika
menggunakan jenis tepung yang lain atau tidak menggunakan tepung sama sekali,
maka Pudot tidak akan bisa berhasil. Jadi bahan yang sangat
berpengaruh diproduk ini adalah tepung maizena. Pemilihan pembuatan produk Pudot ini juga melalui berbagai tahap yaitu:
1. Penyaringan Informasi
Produk
pertanian merupakan lumbung luas dalam dunia. Pertanian memberikan kehidupan
bagi setiap manusia. Dalam pemilihan produk juga membutuhkan Informasi yang
tepat hingga menuju sasaran yang tepat. Olahan produk pertanian menjadi pilihan
dalam produk yang dibuat dalam penelitian ini. Meskipun tidak melalui barang
utama pertanian, namun peneliti menggunakan bahan manufaktur yaitu barang
setengah jadi. Yang dipilih adalah
tepung jagung, Jadi tidak menggunakan jagung secara langsung. Meskipun banyak
produk yang bisa dibuat, namun peneliti lebih menekankan terhadap produk
pertanian. Jadi peneliti menyimpulkan bahwa Pudot adalah produk dari olahan bahan pertanian.
2. Keinginan konsumen
Dilakukan
riset pasar konsumen yang menyatakan bahwa rasa manis bisa membantu untuk
melepas rasa penat dan dahaga, disitulah muncul untuk mencarikan makanan
sekaligus minuman yang bisa dikonsumsi segala kalangan.
3.2. Metodologi Pengolahan
Pembuatan
produk Pudot (Puding Sedot) dalam 13 botol 3 rasa untuk melakukan penelitian
pasar konsumen melalui responden terhadap produk pudot. Dalam memproduksi pudot
memiliki parameter tersendiri, semisal ketentuan dan apa yang akan dilibatkan dalam
proses pembuatan. Waktu dan takaran bahan harus tepat, jika salah sedikit bisa
mengakibatkan produk tidak bisa sempurna. Karena pudot ini merupakan jenis
puding yang bisa dikonsumsi dengan cara disedot atau diminum. Jadi cara yang
digunakan pun tersendiri. Dalam penelitian ini peneliti atau produsen
memproduksi pudot dalam bentuk kemasan botol 250 ml dengan pembuatan tiga rasa.
Untuk pembuatan rasa menggunakan rasa matcha, milo, dan strobery.
|
No. |
Bahan - Bahan |
Takaran |
|
1. |
Tepung Maizena
|
6 Sendok Makan |
|
2. |
Susu Kental
Manis |
2 Kaleng |
|
3. |
Milo |
5 Sachet |
|
4. |
Pop Ice |
6 Sachet |
|
5. |
Nutrijel |
4 Sachet |
|
6. |
Chocolatos Matcha |
4 Sachet |
|
7. |
Gula Pasir |
2 Sendok Makan
|
|
8. |
Air |
4.200 ml |
Alat: 1. Kompor gas
2. Panci
3. Mesin pendingin
4. Wadah tuang
5. Tempat Takaran
6. Botol
7.
Alat pengaduk
8.
Sendok
Cara
Pembuatan :
1.
Proses Pemilihan Bahan
Dalam
Pembuatan produk pudot semua bahan yang digunakan harus sesuai takaran, jika
takaran kurang atau melebihi kapasitas, akan sangat berdampak terhadap hasil.
Bahan-bahan yang digunakan sudah tertera pada kolom metodologi pengolahan.
2.
Pemasakan
Langkah
pertama nutrijel, susu kental manis, air, tepung maizena yang sudah dicampur
air, masukkan sesuai takaran kedalam panci dengan api besar. Untuk takaran 13
botol puding membutuhkan adonan didalam panci sekitar setengah keatas panci.
Diaduk hingga mendidih, jika sudah mendidih berarti sudah masak.
3.
Pengemasan
Setelah
bahan yang sudah disebutkan tersebut masak dengan kriteria dan ketentuan yang
tepat, air pudot dibiarkan sebentar kurang lebih 15 menit agar tidak terlalu
panas. Sekiranya sudah agak hangat air pudot dimasukkan kedalam kemasan botol
sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Dalam pembuatan ini menjadi 13 botol
pudot. Dalam pembagian rasa dan warna adonan dibagi menjadi 3 bagian, Kemudian dicampuri warna dan rasa. Dalam
penelitian ini menggunakan 3 rasa yaitu strobery warna merah muda, matcha warna hijau muda, milo cokelat muda.
Setelah itu dituang kedalam botol kemasan.
4.
Pendinginan
Pudot
tersebut masih dalam keadaan yang panas namun sudah mendekati hangat. Kemudian
pudot dimasukkan kedalam mesin pendingin agar cepat dingin dan air pudot
berubah menjadi puding yang lembut dan mudah untuk disedot. Proses pendinginan
dilakukan kurang lebih selama 12 jam. Proses ini memang terbilang cukup lama
untuk ukuran waktu, hal ini dilakukan agar pudot awet dingin dan tidak mudah
mencair menjadi air.
5.
Pemberian merek / label
Setelah semua proses pembuatan
selesai dilakukan dan pudot siap untuk dikonsumsi, untuk ukuran produsen yang
ingin mendapatkan keuntungan yang lebih dari produk yang dibuat, maka
memerlukan brand yang sesuai untuk produk tersebut dan sesuai dengan kriteria
konsumen. Untuk itu
diperlukan proses pemilihan merek atau label yang nantinya akan memberi kesan
tersendiri selain rasa produk dihati konsumen.
3.3. Waktu dan Tempat Penelitian
Tempat Pembuatan : Ds. Pacul Kabupaten Bojonegoro
Tempat
Pengambilan Sampel : Alun-alun Bojonegoro
Sasaran
Kuesioner : Anak-anak, Remaja,
Dewasa
Waktu Pembuatan : Minggu , 03 November 2019 pukul 09.00-11.00 WIB
Waktu Pengambilan
Sampel : Senin, 04 November 2019 pukul 15.00-16.20 WIB
BAB IV : PEMBAHASAN
4.1. Hasil Riset
a.
Kategori anak-anak
|
No. |
Pertanyaan |
Responden 1 (Pendik) |
Responden 2 (Metri Zholu Nugroho) |
Responden 3 (Riowega) |
|||
|
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
||
|
1. |
Apakah anda pernah
mengonsumsi puding sedot ? |
|
Ö |
Ö |
|
|
Ö |
|
2. |
Apakah kemasan
produk menarik perhatian anda? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
3. |
Apakah kualitas
rasa puding sedot sesuai dengan selera anda ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
4. |
Apakah kualitas
puding sedot sesuai dengan harga yang
ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
5. |
Apakah anda akan
membeli produk ini lasgi suatu saat nanti? |
Ö |
|
|
Ö |
Ö |
|
b.
Kategori remaja
|
No. |
Pertanyaan |
Responden
4 (Fredy Herdy TK) |
Responden 5 (Agus Tri SY) |
Responden 6 (Ghofur) |
Responden 7 (Fatma Putri R) |
|
||||
|
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
|||
|
1. |
Apakah anda pernah
mengonsumsi puding sedot ? |
|
Ö |
Ö |
|
|
Ö |
Ö |
|
|
|
2. |
Apakah kemasan
produk menarik perhatian anda? |
Ö |
|
|
Ö |
|
Ö |
Ö |
|
|
|
3. |
Apakah kualitas
rasa puding sedot sesuai dengan selera anda ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
|
4. |
Apakah kualitas
puding sedot sesuai dengan harga yang
ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
|
5. |
Apakah anda akan
membeli produk ini lagi suatu saat nanti? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
|
No. |
Pertanyaan |
Responden
8 (Berliana) |
Responden 9 (Hariyanti) |
Responden 10 (Anggi Putri) |
Responden 11 (Nur Okta Vian R) |
|
||||
|
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
|||
|
1. |
Apakah anda pernah
mengonsumsi puding sedot ? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
Ö |
|
|
2. |
Apakah kemasan
produk menarik perhatian anda? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
|
3. |
Apakah kualitas
rasa puding sedot sesuai dengan selera anda ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
|
4. |
Apakah kualitas puding
sedot sesuai dengan harga yang
ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
|
5. |
Apakah anda akan
membeli produk ini lasgi suatu saat nanti? |
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
Ö |
|
|
c.
Kategori dewasa
|
No. |
Pertanyaan |
Responden
12 (Istofa) |
Responden 13 (Mubin) |
||
|
Ya |
Tidak |
Ya |
Tidak |
||
|
1. |
Apakah anda pernah
mengonsumsi puding sedot ? |
Ö |
|
|
Ö |
|
2. |
Apakah kemasan
produk menarik perhatian anda? |
|
Ö |
Ö |
|
|
3. |
Apakah kualitas
rasa puding sedot sesuai dengan selera anda ditawarkan? |
Ö |
|
|
Ö |
|
4. |
Apakah kualitas
puding sedot sesuai dengan harga yang
ditawarkan? |
Ö |
|
Ö |
|
|
5. |
Apakah anda akan
membeli produk ini lasgi suatu saat nanti? |
Ö |
|
Ö |
|
4.2. Pembahasan
Dari presentase tabel yang berisikan kuesioner pertanyaan
tentang poin-poin akan kualitas dan kuantitas dari sebuah produk Pudot (Puding
Sedot) dengan mengambil sampel di Alun-Alun Kota Bojonegoro. Pengambilan sampel
dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 13 responden dengan tiga kategori
usia, yaitu kategoro anak-anak, kategoro remaja, dan kategori dewasa. Dari
hasil pengambilan sampel tersebut peneliti dapat mengetahui dan menilai dari
beberapa aspek pertanyaan yang telah diajukan kepada responden. Hasil dari
pengambilan sampel dapat dituliskan sebagai berikut:
|
No. |
Nama
Responden |
Keinginan
Bertindak |
|
1. |
Pendik |
Ingin kembali membeli produk |
|
2. |
Metri Zholu Nugroho |
Tidak ingin kembali membeli produk |
|
3. |
Riowega |
Ingin kembali membeli produk |
|
4. |
Fredy Herdi Tejo K |
Ingin kembali membeli produk |
|
5. |
Agus Tri Sapta Y |
Ingin kembali membeli produk |
|
6. |
Ghofur |
Ingin kembali membeli produk |
|
7. |
Fatma Putri Ramadhani |
Ingin kembali membeli produk |
|
8. |
Berliana |
Ingin kembali membeli produk |
|
9. |
Hariyanti |
Ingin kembali membeli produk |
|
10. |
Anggi Putri |
Ingin kembali membeli produk |
|
11. |
Nur Okta Vian R |
Ingin kembali membeli produk |
|
12. |
Istofa |
Ingin kembali membeli produk |
|
13. |
Mubin |
Ingin kembali membeli produk |
Dari hasil riset pengambilan sampel dari 13 responden,
dapat kita ketahui 12 responden ingin kembali membeli produk Puding Sedot dan 1
responden tidak ingin kembali membeli produk Puding Sedot. Dari hasil tersebut
dapat kita simpulkan bahwa lebih banyak konsumen yang menyukai produk Puding
Sedot daripada konsumen yang tidak menyukai. Penulis dapat menyimpulkan bahwa
konsumen suka dengan produk yang ditawarkan yang ditunjukkan melalui perasaan
ingin kembali untuk membeli.
Fungsi
STP Dalam Pemasaran
Segmentasi
Segmentasi pasar dari produk Puding Sedot, kami tujukan
bagi semua kalangan, mengingat harga yang kami tawarkan relatif murah sehingga
harga bisa dijangkau dari kalangan atas, menengah, hingga kalangan bawah.
Targeting
Target sasaran yang kami tuju ialah anak-anak, remaja,
dan dewasa. Seperti yang kita ketahui bahwa Puding Sedot ini sangat cocok
sebagai dessert atau minuman penunda lapar karena rasanya yang enak sekaligus
kemasan dan bentuk yang berbeda dari puding pada umumnya.
Positioning
Puding Sedot ini berbahan dasar jelly dan tepung maizena.
Seperti yang kita ketahui bahwa minuman ini bertekstur lembut dan
mengenyangkan. Puding Sedot lebih enak jika disajikan dalam kondisi dingin dan
cocok diminum saat siang hari atau pada saat udara panas.
4.3. Keterlibatan Dan Persepsi
Dimensi
Keterlibatan Kosumen
Keterlibatan Situasional
Keterlibatan situasional terjadi selama periode waktu
yang pendek dan diasosiasikan dengan situasi yang spesifik, seperti kebutuhan untuk
mengganti sebuah produk yang telah rusak. Dari definisi keterlibatan
situasional di atas dapat dikaitkan dengan hasil riset tentang Puding Sedot
yang telah dilakukan oleh peneliti, yaitu kita sebagai perusahaan yang telah
menyediakan sebuah produk harus memastikan bahwa produk yang kita tawarkan
sampai di tangan konsumen dengan keadaan yang baik. Apabila produk yang
diterima konsumen ada kerusakan maka hal itu terjadi karena kesalahan
perusahaan, dan perusahaan harus siap mengganti produk yang rusak dengan produk
baru.
Keterlibatan Abadi
Keterlibatan abadi terjadi ketika konsumen menunjukkan
minat yang tinggi dan konsisten terhadap sbuah produk dan seringkali
menghabiskan waktunya untuk memikirkan produk tersebut. Dari definisi di atas
dapat dikaitkan dengan hasil riset yang dilakukan oleh peneliti bahwa setiap
konsumen akan memilih secara selektif terhadap setiap produk yang akan dibeli.
Konsumen tersebut akan membeli produk sesuai dengan apa yang diinginkan,
seperti halnya konsumen yang membeli produk Puding Sedot, konsumen tersebut
akan melihat dari beberapa aspek dan atribut yang melekat pada sebuah produk.
Seperti harga, rasa, desain kemasan, dan masih banyak aspek yang mengakibatkan
konsumen tersebut menentukan sebuah pilihan akan membeli produk tersebut atau
tidak.
Dimensi
Keterlibatan
Pentingnya Ekspresi Diri
Produk-produk yang membantu orang-orang untuk
mengekspresikan konsep diri mereka kepada orang lain. Contohnya, seorang
responden kategori anak-anak lebih suka dengan Pudot yang memiliki rasa coklat,
susu, dan lebih condong ke rasa manis. Dari kasus tersebut dapat disimpulkan
bahwa responden dengan kategori anak-anak lebih suka dengan rasa makanan yang
manis.
Pentingnya Hedonisme
Produk-produk yang dapat menyenangkan, menarik,
menggembirakan, memesona, dan menggairahkan. Dari dimensi keterlibatan
hedonisme dapat digunakan sebagai tolok ukur suatu perusahaan untuk menciptakan
suatu produk yang menarik, memesona, berbeda dari yang lain, dan menggairahkan.
Sehingga konsumen yang memiliki sifat hedonisme akan membeli produk tersebut
karena aspek dan atribut yang melekat pada produk tersebut sesuai dengan
keinginan konsumen.
Relevansi Praktis
Produk-produk yang mendasar atau bermanfaat untuk alasan
yang berfaedah. Relevansi praktis ini berkaitan dengan karakter konsumen yang
selalu memikirkan manfaat dari produk yang akan dibeli dan selalu
mempertimbangkan setiap produk yang akan dipakai atau yang akan dinikmati
Risiko Pembelian
Produk-produk yang menciptakan ketidakpastian. Sebagai
perusahaan yang memproduksi sebuah produk harus bisa menyakinkan konsumen untuk
meminimalisir risiko pembelian seperti produk Puding Sedot. Kita sebagai
perusahaan yang memproduksi harus memastikan produk tersebut tidak cacat,
sesuai, dan layak untuk dikonsumsi.
Elemen
Dalam Analisis Konsumen
Afektif
Elemen dalam analisis konsumen afektif mengacu kepada apa
yang mereka rasakan dengan persaan suka atau tidak suka. Afektif merujuk pada
persaan konsumen terhadap suatu stimuli atau kejadian yang dirasakan oleh
konsumen mengenai penilaian terhadap suatu produk yang dibeli atau dikonsumsi.
Misalkan pada hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap 13
responden. 12 responden menyukai Pudot dan 1 responden tidak menyukai Pudot,
yang berarti dapat kita simpulkan bahwa sebagian besar konsumen menyukai produk
Pudot (Puding Sedot).
Kognisi
Elemen dalam analisis konsumen, kognisi mengacu kepada
kepercayaan terhadap suatu produk. Untuk mengukur sebuah produk menggunakan
sistem perbandingan. Dari definisi kognisi tersebut dapat dikaitkan dengan
hasil riset terhadap 13 responden yang dijadikan sebagai sampel penelitian,
dalam penelitian tersebut diberi kuesioner beserta pertanyaannya.
BAB
V : PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Penelitian dilakukan di Alun-Alun Kota Bojonegoro dengan
sampel 13 responden menggunakan metode pengumpulan data melalui penyebaran
kuesioner. Dalam penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pengaruh rasa
menjadi komitmen konsumen untuk membeli suatu produk, disamping bentuk atau
kemasan suatu produk yang menarik.
5.3. Keterbatasan Penelitian
Penelitian yang dilakukan masih memiliki kekurangan.
Diantaranya:
1. Jawaban responden yang cenderung tidak konsisten
2. Penelitian ini dilakukan di satu tempat, Alun-Alun
Kota Bojonegoro
3. Sampel yang digunakan hanya 13 responden
5.3. Saran
1. Bagi Perusahaan Produk
Untuk lebih konsisten dalam melakukan usaha. Memperbanyak
riset pasar di masyarakat agar kedepannya dapat melangsungkan kehidupan
perusahaan. Meningkat layanan jasa kepada pembeli atau konsumen agar merasa
nyaman dan setia untuk membeli produk Puding Sedot ini.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Untuk lebih bersemangat dalam melakukan riset pasar,
membuat inovasi-inovasi baru agar terciptanya suatu usaha yang dapat konsisten
dalam jangka yang panjang.
5.4. Lembar Dokumentasi
a. Proses Pembuatan
b. Bersama Responden
DAFTAR
PUSTAKA
Nama Responden:
1.
Pendik
2.
Metri Zholu Nugroho
3.
Riowega
4.
Fredy Herdi Tejo K
5.
Agus Tri Sapta Y
6.
Ghofur
7.
Fatma Putri Ramadhani
8.
Berliana
9.
Hariyanti
10.
Anggi Putri
11.
Nur Okta Vian R
12.
Istofa
13.
Mubin
No comments:
Post a Comment