Konsistensi Tanah
Konsistensi
merupakan ketahanan tanah terhadap tekanan gaya-gaya dari luar, yang merupakan
indikator derajat manifestasi kekuatan dan corak gaya-gaya fisik (kohesi dan
adhesi) yang bekerja pada tanah selaras dengan tingkat kejenuhan airnya.
Penurunan kadar
air akan menyebabkan tanah kehilangan sifat kelekatan (stickness) dan
kelenturan (plasticy), menjadi gembur (friable) dan lunak (soft), serta menjadi
keras dan kaku (coherent) pada saat kering.
Konsistensi ditetapkan
dalam 3 kadar air tanah:
- Konsistensi
basah
Untukl menilai
derajat kelekatan tanah terhadap benda-benda yang menempelinya dan derajat
kelenturan tanah terhadap perubahan bentuknya.
- Konsistensi
lembab
Untuk menilai
derajat kegemburan-keteguhan tanah.
- Konsistensi
kering
Untuk menilai
derajat kekerasan tanah
Faktor-faktor yang
memengaruhi konsistensi tanah:
- Tekstur
- Sifat
dan jumlah koloid organik maupun anorganik
- Struktur
- Kadar
air tanah
Penetapan konsistensi
tanah oleh Atterberg dapat digunakan sebagai:
- Mengindikasi
tingkat akumulasi liat di dalam profil tanah
- Mendasari
teknik pengolahan tanah
- Perancangan
alat-alat mekanisasi pertanian
No comments:
Post a Comment