ANALISIS USAHATANI PRODUKSI ZEA MAYS (JAGUNG) KABUPATEN BOJONEGORO

 

ANALISIS USAHATANI PRODUKSI ZEA MAYS (JAGUNG) KABUPATEN BOJONEGORO


DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS DARI MATA KULIAH ILMU USAHATANI SEMESTER TIGA

Disusun Oleh:

  1. Dewi Fitria Ningsih                            18542011013
  2. Ely Nurhaliza Asfianik                       18542011014
  3. Niken Nareswati                                 18542011034
  4. Siti Mar’atul Mukarromah                  18542011047
  5. Dewi Apriliana                                    18542011065

 

Dosen Pengampu:

Deviana Diah P, SP, Msi

 

PRODI AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BOJONEGORO

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat.

Ucapan syukur penulis sampaikan kepada berbagi pihak serta media yang memudahkan penulis untuk menyelesaikan makalah ini. makalah yang mengangkat tema analisis usahatani yang berjudul “Analisis Usahatani Produksi Zea Mays (Jagung) Kabupaten Bojonegoro”

Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak kesalahan serta kekurangan didalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk makalah ini supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Demikian makalah ini dibuat, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca.

 

 

 

Bojonegoro, 19 Oktober 2019

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

COVER                                                                                                          i

KATA PENGANTAR                                                                                   ii

DAFTAR ISI                                                                                                  iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang                                                                                          1

1.2 Rumusan Masalah                                                                                     2

1.3 Tujuan                                                                                                       2

1.4 Manfaat                                                                                                     2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori                                                                                         3

2.2 Hipotesis                                                                                                   3

BAB III METODOLOGI

3.1 Metodologi Penelitian                                                                               4

3.2 Metodologi Pengolahan                                                                            5

BAB IV PEMBAHASAN

4.1 Data Analisis                                                                                             6

4.2 Analisis Regresi Berganda                                                                        7

4.3 Pengaruh Variabel                                                                                     13

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan                                                                                               15

5.2 Saran                                                                                                         15

5.3 Lembar Dokumentasi                                                                                16

DAFTAR PUSTAKA


BAB I : PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Zea mays merupakan nama latin dari tanaman pangan penghasil karbohidrat yang penting di dunia, selain gandum dan padi. Dalam industri pertanian jagung seringkali menjadi objek penelitian genetika yang intensif, dan membantu terbentuknya teknologi kultivar hibrida. Varietas hibrida merupakan keturunan langsung dari persilangan antara dua atau lebih populasi suatu spesies yang genetiknya berbeda. Penelitian tersebut sangat berfungsi baik untuk produktifitas jagung. Lain dengan jenis jagung yang tanpa melalui persilangan yaitu murni. Kebanyakan para petani di pedesaan menggunakan teknik konvensional sehingga menyebabkan produktifitas petani agak tertinggal dengan produktifitas yang didirikan oleh pemerintah. Meskipun banyak penyuluh yang terjun ke lapangan tidak mampu membuat para petani berubah pikiran dan membuat para petani enggan untuk mempraktekkan apa yang disosialisasikan oleh penyuluh. Karena menggunakan teknik yang berbeda dari biasanya membuat para petani sedikit berpikir dua kali untuk mencoba.

Dalam makalah ini bukan membahas mengenai proses teknikal, melainkan produktifitas dan laba yang didapat oleh para petani. Dalam analisa ini peneliti menganalisa penggunaan faktor yang memiliki hubungan antara sebab-akibat dengan peramalan/pendugaan yang berimplikasi mendekati nilai tengah populasi, yang merupakan Analisis Regresi.

Dengan output yang besar dapat menuntut petani untuk meningkatkan produktifitas yang tinggi, secara otomatis membuat input menjadi meningkat. Sekilas pemahaman pembahasan yang akan dirangkum dalam makalah. Input dan output antara sebanding dengan peramalan yang akan mempengaruhi produktifitas petani. Meskipun proses yang digunakan berbeda, akankah mempengaruhi input yang digunakan dan output yang dihasilkan lebih optimal? Hal ini merupakan penganalisa peneliti yang melibatkan lebih dari satu variabel, yang meliputi antara produktifitas hingga masa pasca panen.

 

1.2.Rumusan Masalah

  1. Apakah input dan output sebanding dengan peramalan?
  2. Apa saja faktor produksi yang digunakan?
  3. Bagaimana menggunakan Analisis Regresi Berganda?
  4. Apakah teknik yang digunakan petani dapat meningkatkan produktifitas?

1.3.Tujuan Analisis

Sesuai dengan tujuan awal pembentukan makalah dan penelitian yang diadakan agar memenuhi tugas yang telah ditetapkan oleh dosen pembimbing yaitu menganalisis usahatani melalui beberapa komoditi pertanian. Yang peneliti gunakan adalah menggunakan komoditi jagung dengan lima sample yang diambil. Dengan terjun lapangan untuk menganalisis bagaimana cara kerja dan produktifitas petani tentang jagung. Tujuan peneliti:

  1. Menganalisis hubungan kausal beberapa variabel bebas (x) terhadap satu variabel terikat (y).
  2. Mengetahui input maupun output sistem produktifitas petani jagung.

1.4.Manfaat Analisa

  1. Untuk mengetahui tingkat produktifitas petani jagung.
  2. Untuk teknik usahatani yang digunakan petani jagung.
  3. Untuk mengetahui input dan output dari petani jagung.

 

 

 

 

 

 

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1.      Landasan Teori

Menurut Soekartawi ilmu usahatani adalah ilmu yang mempelajari bagaimana seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secaa efektif dan efisien untuk menghasilkan keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu.

Menurut Kadarsan usahatani merupakan suatu tempat dimana seseorang atau sekumpulan orang berusaha mengelola unsur-unsur produksi, seperti keterampilan dengan tujuan perproduksi untuk menghasilkan sesuatu di lapangan pertanian.

Jagung adalah salah satu tanaman pangan penghasil karbohidrat yang terpenting di dunia, selain gandum dan padi. Bagi penduduk Amerika Tengah dan Selatan, bulir jagung adalah pangan pokok, sebagaimana bagi sebagian penduduk Afrika dan beberapa daerah di Indonesia. Pada masa kini, jagung juga sudah menjadi komponen penting pakan ternak. Penggunaan lainnya adalah sebagai sumber minyak pangan dan bahan dasar tepung maizena. Berbagai produk turunan hasil jagung menjadi bahan baku berbagai produk industri farmasikosmetika, dan kimia.

2.2.      Hipotesis

Pemilihan objek penelitian ini dikarenakan oleh peneliti mengangkat bagaimana perilaku petani dalam memproduksi jagung. Biaya dari variabel yang dikeluarkan hingga pasca panen. Untuk mengetahui keadaaan usahatani dari faktor-faktor yang digunakan. Menyebabkan ketertarikan peneliti yang meneliti secara berkelompok untuk mengetahui secara langsung dari pihak pelaku.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III METODOLOGI

3.1.Metodologi Penelitian

  1. Metode Survei

Melalui hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti berkelompok, pelaku usahatani menggunakan teknik dalam memproduksi usaha jagung dengan cara yang hampir sama. Lima sampel pelaku usahatani yang diambil dan diteliti kebanyakan menilai bibit yang digunakan sesuai dengan bobotnya. Selain dari harga yang bermasyarakat dan nilai kualitasnya telah diangap baik dan sesuai dengan kemauan petani. Metode ini digunakan untuk mendapatkan hasil riset dalam bentuk opini atau pendapat dari pelaku dengan objek yang diamati. tujuan utama dari metode ini untuk mendapatkan gambaran umum melalui sampel yang diambil.

  1. Metode Kuantitatif

Bentuk penelitian yang dilakukan secara sistematis, terstruktur, serta terperinci. Pada pelaksanaannya metode riset ini fokus terhadap penggunaan angka, tabel, grafik, dan diagram untuk menampilkan hasil data atau informasi yang diperoleh. Pengkajian dilakukan dengan adanya tabel dan penggunaan angka sehingga membuat data riset lebih meyakinkan dan real dari pelaku usahatani jagung.

  1. Metode Kualitatif

Memberikan penjelasan menggunakan analisis yang lebih cenderung kepada landasan teori dan bersifat objektif. Untuk mengamati kondisi sosial dan budaya. Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi.

Analisis regresi adalah menelaah arah dan kekuatan hubungan dua variabel yang mungkin memiliki hubungan sebab akibat dan dugaan yang berimplikasi mendekati nilai tengah. Dalam riset peneliti mengambil tiga variabel sehingga menggunakan analisis regresi berganda.

 

3.2.Metodologi Pengolahan

 

  1. Observasi Lapangan

Metode pengumpulan data secara peninjauan secara cermat, langsung mengunjungi lokasi penelitian. Penelitian selalu dimulai dengan langkah observasi dan berakhir dengan observasi agar membuktikan kevalidasian apa yang diteliti. Observasi yang digunakan peneliti menggunakan observasi non-partisipasi, sehingga tidak melibatkan peneliti sebagai partisipan atau kelompok yang diteliti. Jadi observan real dari pelaku usahatani jagung.

  1. Pengumpulan Data

Teknik yang digunakan peneliti untuk memperoleh data yang akan diolah menjadi informasi. Survei yang digunakan adalah lahan, bibit dan pupuk. Yang akan mengarah keperilaku usahatani dalam memproduksi jagung. Komuditi jagung memerlukan perlakuan yang berbeda dari jenis komoditi lainnya. Sehingga pembedaan antara perilaku petani dalam produktifitas  jagung memiliki kuantitas yang berbeda atau sebaliknya.

Peneliti hanya mengambil tiga variabel dalam lima sampel yang diteliti. Yaitu lahan, bibit dan pupuk. Menggunakan jenis penelitian analisis regresi berganda. Analisis regresi berganda adalah tujuan awal peneliti dalam melakukan penelitian dan pembuatan makalah. Dengan analisis regresi memudahkan peneliti untuk dapat membaca bagaimana penggunaan antar  variabel yang pelaku usahatani gunakan.

  1. Waktu dan Tempat

Penelitian dilaksanakan pada 11-12 Oktober 2019. Tempat penelitian dilakukan di Desa Tanggir Kecamatan Malo dan Desa Ngablak Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro.

 

 

BAB IV PEMBAHASAN

4.1.Data Analisis

No

Nama

Alamat

Usia

Variabel-variabel

Lahan

Bibit

Pupuk

Urea

Ponska

1.

Srinatih

Ds. Tanggir Kec. Malo

60

¼ ha = 2.500 m2

5 kg

50 kg

50 kg

2.

Darmadi

Ds. Tanggir Kec. Malo

49

1 ha = 10.000 m2

20 kg

3,5 kw

3 kw

3.

Radi

Ds. Tanggir Kec. Malo

47

¼ ha = 2.500 m2

5 kg

1 kw

1 kw

4.

Winarto

Ds. Tanggir Kec. Malo

49

0,75 ha = 7.500 m2

5 kg

3,75 kw

3,75 kw

5.

Muhadi

Ds. Ngablak Kec. Dander

49

¼ ha = 2.500 m2

5 kg

50 kg

50 kg

 

Informasi yang digunakan sesuai dengan data riset yang telah dikumpulkan. Lima sampel yang diambil dari pelaku produksi jagung di Desa Tanggir dan Desa Ngablak. Dengan komoditi yang sama, variabel yang sama namun pengaplikasian yang berbeda.

 

 

 

 

4.2. Analisis Regresi Berganda

REGRESSION

  /DESCRIPTIVES MEAN STDDEV CORR SIG N

  /MISSING LISTWISE

  /STATISTICS COEFF OUTS R ANOVA COLLIN TOL

  /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)

  /NOORIGIN

  /DEPENDENT Y

  /METHOD=ENTER XI X2 X3

  /SCATTERPLOT=(*SRESID ,*ZPRED)

  /RESIDUALS DURBIN HISTOGRAM(ZRESID) NORMPROB(ZRESID)

/CASEWISE PLOT(ZRESID) OUTLIERS(3).

Regression

 

Descriptive Statistics

 

Mean

Std. Deviation

N

Produksi (Y)

11400000,0000

8172209,00369

5

Lahan (X1)

5000,0000

3535,53391

5

Bibit (X2)

635000,0000

475197,32743

5

Pupuk (X3)

641000,0000

497247,42332

5

 

 

 

 

 

 

Correlations

 

Produksi (Y)

Lahan (X1)

Bibit (X2)

Pupuk (X3)

Pearson Correlation

Produksi (Y)

1,000

,986

,994

,979

Lahan (X1)

,986

1,000

,995

,962

Bibit (X2)

,994

,995

1,000

,965

Pupuk (X3)

,979

,962

,965

1,000

Sig. (1-tailed)

Produksi (Y)

.

,001

,000

,002

Lahan (X1)

,001

.

,000

,004

Bibit (X2)

,000

,000

.

,004

Pupuk (X3)

,002

,004

,004

.

N

Produksi (Y)

5

5

5

5

Lahan (X1)

5

5

5

5

Bibit (X2)

5

5

5

5

Pupuk (X3)

5

5

5

5

 

Variables Entered/Removeda

Model

Variables Entered

Variables Removed

Method

1

Pupuk (X3), Lahan (X1), Bibit (X2)b

.

Enter

a. Dependent Variable: Produksi (Y)

b. All requested variables entered.

 

 

Model Summaryb

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1

,997a

,995

,978

1202628,31661

3,527

a. Predictors: (Constant), Pupuk (X3), Lahan (X1), Bibit (X2)

b. Dependent Variable: Produksi (Y)

 

Uji Statistik R2 

Koefisien Determinasi

Nilai dari R2 adalah 0,995 menunjukan variasi jumlah produksi (Y) jagung dapat dijelaskan oleh variasi dari variasi dependen yang berupa pupuk (X3), lahan (X1), dan bibit (X2).

 

ANOVAa

Model

Sum of Squares

df

Mean Square

F

Sig.

1

Regression

265693685132080,100

3

88564561710693,380

61,235

,094b

Residual

1446314867919,861

1

1446314867919,861

 

 

Total

267139999999999,970

4

 

 

 

a. Dependent Variable: Produksi (Y)

b. Predictors: (Constant), Pupuk (X3), Lahan (X1), Bibit (X2)

 

Uji F

Dari hasil uji F pada penelitian ini, didapatkan nilai F hitung sebesar 61,235 dengan angka signifikan sebesar 0,094. Dengan tingkat signifikan (α=0,05).Perbandingan tersebut variabel pupuk (X3),lahan (X1), dan bibit (X2) mempunyai pengaruh yang signifikan secara bersama-sama terhadap hasil produksi jagung.

 

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

Collinearity Statistics

B

Std. Error

Beta

Tolerance

VIF

1

(Constant)

766319,459

1095858,419

 

,699

,612

 

 

Lahan (X1)

-734,947

1727,394

-,318

-,425

,744

,010

103,155

Bibit (X2)

17,548

13,365

1,020

1,313

,414

,009

111,554

Pupuk (X3)

4,938

4,596

,300

1,075

,477

,069

14,444

a.       Dependent Variable: Produksi (Y)

 

Uji T

Berdasarkan tabel maka hasil uji t dapat dijelaskan bahwa yang memiliki pengaruh terhadap hasil produksi jagung adalah bibit (X2) dengan nilai signifikan 0,414.

 

Collinearity Diagnosticsa

Model

Dimension

Eigenvalue

Condition Index

Variance Proportions

(Constant)

Lahan (X1)

Bibit (X2)

Pupuk (X3)

 

1

3,741

1,000

,01

,00

,00

,00

2

,242

3,931

,78

,00

,00

,01

3

,015

15,825

,03

,03

,03

,98

4

,001

51,135

,18

,96

,97

,01

a. Dependent Variable: Produksi (Y)

 

 

 

Residuals Statisticsa

 

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

N

Predicted Value

3963671,7500

23241622,0000

11400000,0000

8150056,52023

5

Std. Predicted Value

-,912

1,453

,000

1,000

5

Standard Error of Predicted Value

1003740,813

1191438,875

1073254,382

80443,501

5

Adjusted Predicted Value

5179578,5000

26075000,0000

13343420,6522

8081569,59952

5

Residual

-654686,50000

662434,31250

,00000

601314,15831

5

Std. Residual

-,544

,551

,000

,500

5

Stud. Residual

-1,000

1,000

-,200

1,095

5

Deleted Residual

-8836686,00000

2420421,50000

-1943420,65220

4621527,22386

5

Stud. Deleted Residual

.

.

.

.

0

Mahal. Distance

1,986

3,126

2,400

,487

5

Cook's Distance

,574

13,248

3,356

5,545

5

Centered Leverage Value

,497

,781

,600

,122

5

a. Dependent Variable: Produksi (Y)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Charts

 

 

4.3. Pengaruh Variabel

Dalam  analisis regresi berganda dipilih untuk melihat Pengaruh dari variabel bebas dengan output. Hubungan antara variabel-variabel yang digunakan usahatani dengan output yang dihasilkan memiliki peramalan / pendugaan yang berimplikasi mendekati nilai tengah populasi. Peranaian dengan hubungan sebab akibat menjadi pemicu untuk kesinambungan pelaku usahatani dalam memproduksi. Riset ini melakukan hal yang serupa. Jagung juga memiliki hubungan sebab akibat untuk produktifitas dan dugaan pelaku usahatani, hal tersebut mempengaruhi produktifitas jagung. Dugaan petani terhadap biaya yang akan dikeluarkan hingga proses produksi dan masa pasca panen selalu ada dan selalu dilakukan oleh pelaku usahatani.  Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan maka pelaku usahatani menduga / meramalkan bagaimana produktifitasnya akan dijalankan. Hal ini kerap berpengaruh terhadap hubungan sebab akibat.

Hubungan antara sebab akibat merupakan pilihan pelaku usahatani dalam memilih variabel atau input untuk mendapatkan output sesuai dengan peramalan petani. Sama dengan data riset penelitian ini petani menggunakan input bibit maupun pupuk dengan takaran yang berbeda dan dengan luas Lahan yang dimiliki sehingga sesuai dengan perencanaan awal petani. Akibat yang diperoleh dari output disebabkan oleh input yang para pelaku usahatani lakukan ataupun ramalkan, Jadi output yang diperoleh sesuai dengan dugaan dan hubungan antara sebab akibat yang berimplikasi mendekati nilai tengah.

Hasil yang diperoleh dalam lima sampel yang diuji riset peneliti menunjukkan bahwa input yang digunakan masing masing petani sama meskipun beda takaran. Takaran yang diambil petani jagung merupakan hasil dari perencanaan dan peramalan petani itu sendiri. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap proses perkembangan jagung yang nantinya menghasilkan output yang maksimal atau sebaliknya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V PENUTUP

5.1.      Kesimpulan

Uji riset dengan cara observasi non - partisipasi, yang menjadikan makalah penelitian ini real jawaban dari pelaku usahatani jagung dari lima sampel berbeda. Penelitian ini merupakan penelitian sederhana yang menggunakan pengolahan data Analisis Regresi Berganda, hanya bervariabelkan bibit, pupuk, dan luas lahan. Menyimpulkan bahwa hasil output yang diperoleh sesuai dengan gambaran pelaku usahatani jagung itu sendiri, bagaimana cara pengaplikasian input terhadap produktifitasnya. Faktor produksi jagung memiliki kuantitas sendiri, sehingga berpengaruh jelas terhadap kualitas jagung. Hal itu jelas berpengaruh terhadap pendapatan.

Factor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petanin jagung ini ada 3 yaitu:

ž  Lahan  (X1)

ž  Bibit    (X2)

ž  Pupuk  (X3)

 

 

5.2       Saran

Petani dapat maksimalkan produktifitas jagung dengan biaya input yang sedikit. Maka dari itu mempertimbangkan soal input yang akan dikeluarkan tanpa mempengaruhi output yang akan diperoleh sangatlah penting dan dapat menjadi pacuan dalam memproduksi jagung. Mindset pelaku usahatani lebih cenderung kepada kebiasaan yang telah dilakukan dalam kegiatan berproduksi jagung. Melalui penelitian ini penulis menyarankan kepada pelaku usahatani untuk membuka wawasan tentang input yang akan dipilih sehingga dapat meminimalisir biaya dan tetap berkualitas baik untuk produksi. Biaya eksplisit maupun biaya implisit sehingga dapat menimbulkan Pengaruh terhadap pendapatan.

 

 

 

 

 

 

 

5.3.      Lembar Dokumentasi

     

 


 


 


DAFTAR PUSTAKA

https://id.m.wikipedia.org/wiki/jagung_manis

 

Narasumber 1

Nama   : Srinatih

Usia     : 60

Alamat            : Ds. Kampak, Tanggir Kec. Malo

 

Narasumber 2

Nama   : Darmadi

Usia     : 49

Alamat            : Ds. Kampak, Tanggir Kec. Malo

 

Narasumber 3

Nama   : Radi

Usia     : 47

Alamat            : Ds. Kampak, Tanggir Kec. Malo

 

Narasumber 4

Nama   : Winarno

Usia     : 49

Alamat            : Ds. Kampak, Tanggir Kec.Malo

 

Narasumber 5

Nama   : Muhadi

Usia     : 49

Alamat            : Ds. Ngablak Kec. Dander


No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...