Klimatologi
--------------
Klasifikasi iklim yang digunakan di
Indonesia adalah Sistem klasifikasi schmidt ferguson, klasifikasi yang
didasarkan pada nisbah bulan basah dan lebih banyak digunakan di iklim hutan.
-------------------------------------
Klasifikasi iklim merupakan usaha untuk
mengindentifiksi dan mencirikan perbedaan iklim yang terdapat di bumi.
1. Sistem klasifikasi koppen: berdasarkan
perbedaan temperatur dan curah hujan.
2. Sistem klasifikasi mohr: didasarkan pada
hubungan antara penguapan dan besarnya curah hujan.
3. Sistem klasifkasi schmidt ferguson:
didasarkan pada nisbah bula basah dan
lebih banyak digunakan di iklim hutan.
4. Sistem klasifikasi oldeman: didasarkan
pada jumah kebutuhan air oleh tanaman.
----------------------------------------
Iklim mikro merupakan keadaan yang
menggambarkan situsi iklim suatu wilayah yang dimensinya kurang dari 1 km.
Iklim makro merupakan keadaan rata-raa
cuaca yang menggambarkan situasi klim suatu wilayah yang dimensinya lebih dari
100 km.
Perbedaan:
Iklim mikro: batas ruang lingkupnya
tergantung organisme.
Iklim makro: sulit diatur manusia dan
dipengaruhi oleh lintasan matahari, posisi dan model geografis.
----------------------------------------
Hubungan iklim dan tanaman:
pengaruh tanaman pada iklim lingkungan
menjadi penting dengan semakin besarnya tanaman dan jumlah rumpun tanaman.
Mulanya tanaman akan dipengaruhi oleh iklim mikro saja, namun lamban laun
dipengaruhi oleh iklim meso dan makro.
----------------------------------------
Modifikasi awan adalah bentuk modifikasi
awan menggunakan teknologi dengan cara mengubah jumlh atau jenis prestipitasi
yang turun dari awan melalui penyebaran zat-zat ke udara.
Tujuan
modifikasi awan adalah untuk meningkatkan prestipitasi tetapi mencegaj terjadinya
hujan es dan kabut juga dipraktikan secara luas di bandar udara dimana kondisi
cuaca buruk terjadi.a
Kewirausahaan
Marketing Plan adalah suatu pross menentuan dengan tepat apa
yag akan dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan.
Inti kegiatan rencana-rencana pemasaran:
1. Menganalisis situasi lingkungan dan peluang pasar: dapat
menganalisis dengan tepat rencana yang akan dilakukan sesuai dengan situasi
lingkugan yang ada.
2. Mengembangkan sasaran pemasaran: mengembangkan sasaran
jika bisa lebih dari satu agar pemasaran dapat maksimal.
3. Menetapkan strategi pemasaran: strategi yang tepat
mendatangkan keuntungan.
4. Menciptakan taktik dan tindakan pelaksanaan: taktik tepat
untuk melakukan tindakan yang benar.
Faktor
kemauan dan semangat merupakan salah satu faktor keberhasilan karena dengan
adanya kemauan, praktek kewirausahaan akan terlihat menyenangkan, berani
mengambil resiko, belajar hal-hal baru yang diiringi dengan semangat yang
membara tentu akan membuat calon wirausahan dapat meningkatkan kualitas diri
dari segi pengalaman dan daya analisis ke depannya.
Marketing Mix 4 P:
- Product: sesuatu yang memiliki nilai untuk memuaskan
kebutuhan, keinginan, dan permintaan para pembeli.
- Price: harga yag ditetapkan atau pengorbanan konsumen
untuk memperoleh produk tersebut.
- Place: dimana produk tersebut dijual secara efektif untuk
menarik pelanggan.
- Promotion: cara produk dapat
menarik perhatian pelanggan untuk membeli, perlu ada persaingan dalam metode
ini.
SMART:
- Specifik: tujuan yang ditetapkan harus jelas dan spesifik
agar dapat fokus terhadap target uang akan dicapai.
- Measurable: hal yang akan dicapai dapat diukur atau
seberapa kuat usaha tersebut akan bertahan.
- Achievable: tujuan harus dapat tercapai agar menimbulkan
rasa komitmen dengan sungguh-sungguh.
- Reasonable: tujuan harus masuk akal dan tidak sulit untuk
dicapai agar sesuai dengan keinginan yang akan dicapai.
- Time based: harus tepat waktu
kapan akan memulai, kapan batas waktunya agar tindakan yang dilakukan dapat
teroganisisr dengan baik.
- Modal investasi adalah modal yang dikeluarkan untuk awal
pembukaan usaha dan biasaya bersifat jangka panjang.
- Modal kerja adalah fasilitas
yang diberikan oleh lembaga keuangan baik bank maupun non bank dan digunakan
untuk mengembangkan usaha.
Ekonomi produksi
Peran ilmu ekonomi Mikro:
- Meramal kondisi ekonomi yang akan datang.
- Menentukan fakta yang sedang diteliti.
- Membuat kebijakan pemerintah.
- Alat untuk melihat kemakmuran negara.
Peran ilmu ekonomi Makro:
- Membantu pemerintah untuk memecahkan resesi yang dihadapi
suatu perekonomian.
- Meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
- Mempertahankan inflasi agar stabil.
- Untuk mengetahui perubahan
bijak dapat memengaruhi jenis barang yang dihasilkan dalam perekonomian.
Produsen dianggap tunduk pada hukum The Law of Diminishing
Return apabila melalui tiga tahap:
a) Tahap pertama: produksi total mengalami pertambahan yang
semakin cepat.
b) Tahap kedua: produksi total pertumbuhannya semakin
lambat.
c) Tahap ketiga: produksi total
semakin lama semakin berkurang.
Q P TR TC AC KEUNTUNGAN MR MC
0 180 0 150 - -150 0 0
1 160 160 175 175 -15 160 175
2 140 280 200 100 80 140 100
3 120 360 230 76,6 130 120 76,6
4 100 400 250 62,5 150 100 62,5
5 80 400 270 54 130 80 54
6 60 360 300 50 60 60 50
Keuntungan maksimum terjadi pada
saat P = 100 dan Q = 4 dengan keuntungan sebanyak 150
Suatu usaha tani untung = R/C ratio > 1 maka efisiensi
atau untung.
Rugi = R/C ratio < 1 maka rugi.
BEP = R/C ratio = 1 maka BEP atau tidak untung tidak rugi.
Dan layak diusahakan = R/C ratio >/ 1,2 maka dikatakan
layak.
Biaya yang dikatakan layak =
biaya pengeluaran 1 satuan biaya penerimaan 1,2 satuan.
Komunikasi agribisnis
- Komunikasi adalah suatu proses ketika seseorang atau
beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan
menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain.
- Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau
bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir.
- Komunikasi Agribisnis adalah
suatu proses pembentukan,penyampaian, penerimaan, dan pengolahan pesan yang
berkaitan dengan bisnis berbasis usaha pertanian mulai dari aspek budidaya,
pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran.
5 Syarat Pokok Pembangunan Agribisnis:
1. Pasaran untuk hasil usahatani.
2. Teknologi yang selalu berubah.
3. Tersedianya sarana produksi dan peralatan secara lokal.
4. Perangsang produksi bagi petani.
5. Pengangkutan.
4 Aspek Penting Dari Sistem Komunikasi Agribisnis:
1. Menciptakan kesadaran
2. Menggungah perasaan.
3. Membangkitkan keinginan.
4. Menggerakkan.
Dasar-Dasar Penyuluhan Agribisnis:
1. Penyuluh Pertanian Yang Akan Diterima Petani:
- Layak untuk dipercaya.
- Tahu kondisi petani dan permasalahannya.
- Selalu ada jika dibutuhkan.
2. Kemampuan Yang Harus Dimiliki Penyuluh Agribisnis:
- Kemampuan komunikasi yang baik.
- Kemampuan menyampaikan pesan dan manfaat dari sebuah
inovasi.
- Kemampuan mengetahui karakteristik sosial budaya
wilayahnya.
3. Peran Penyuluh Agribisnis:
- Sebagai fasilitator.
- Seabagai mediator.
- Sebagai dinamisator.
Eko pembangunan
Kebijakan pangan dan langkah strategi:
1. Politik dan kebijakan pangan.
2. Optimalisasi sumber daya lahan dan air.
3. Pemandirian proses produksi dan infrastruktur.
4. Jaringan dan kelembagaan petani.
5. Pembudayaan pola konsumsi pangan lokal.
Kinerja
produksi pupuk di Indonesia selalu memastika ketersediaan stok hingga menjaga
kelancaran distribusi pupuk bersubsidi hingga ke tangan para petani.
No comments:
Post a Comment