MAKALAH
KOPI DARI KULIT PISANG
MAKALAH INI DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH TEKNOLOGI PENGOLAHAN
PANGAN DARI HASIL PERTANIAN
DOSEN PENGAMPU:
BADIATUD DURROH, S.P, M.Si
NID: 14 0606 9101
DISUSUN OLEH:
- DEWI FITRIA NINGSIH (18542011013)
- ELY NURHALIZA ASFIANIK (18542011014)
- NIKEN NARESWATI (18542011034)
- MOCH. FIRZA OKTAVIANTO (18542011031)
- SITI MAR'ATUL MUKAROMAH (18542011047)
- DEWI APRILIANA (18542011065)
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BOJONEGORO
JL. LETTU SUYITNO
No.2 BOJONEGORO
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan karunia-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah yang mengangkat
tema hasil pertanian dengan judul "Kopi dari Kulit Pisang" berhasil
dibuat dengan adanya percobaan sendiri didasarkan oleh inisiatif dari setiap
anggota pembuat makalah. Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak serta media,
makalah ini dapat terlengkapi dengan baik.
Diharapkan dengan adanya
makalah ini dapat berguna bagi pembaca. Karena penulis masih dalam tahap
pembelajaran dan minimnya pengetahuan, maka segala kritik dan saran sangat
diharapkan bagi penulis dan diterima dengan baik untuk memperbaiki makalah ini
menjadi lebih baik.
Bojonegoro,.....April 2019
Penulis
DAFTAR ISI
COVER i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Rumusan Masalah 1
1.3. Tujuan 2
1.4. Manfaat 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Analisis Data 3
2.2 . Hipotesis 3
BAB III METODOLOGI
3.1. Metodologi Penelitian 4
3.2. Metodologi Pengolahan 4
BAB IV PEMBAHASAN
4.1. Pengertian Kopi 7
4.2. Pengertian Kulit Pisang 8
4.3. Analisis Kelayakan 8
BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan 9
5.2. Saran 9
DAFTAR PUSTAKA 10
LAMPIRAN 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Beralihnya budaya dari zaman
patrilenial ke zaman milenial menimbulkan perbedaan selera. Melihat budaya dari
anak zaman sekarang, kopi menjadi primadona dalam menu minuman. Dan ini menjadi
salah satu pusat perhatian bagi masyarakat terutama para pengrajin kopi terus
berinovasi tentang adanya kopi. Sehingga kopi dapat terus dinikmati dan dapat
meningkatkan cita rasa. Sekarang kopi
dapat dinikmati oleh semua kalangan dan dapat dinikmati di berbagai tempat.
Dalam hal ini, kami sebagai mahasiswa ingin memberikan hal yang baru tentang
kopi. Menggunakan bahan dasar limbah yang tidak pernah diperhatikan sebelumnya,
kami mencoba mengangkat limbah kulit pisang menjadi cita rasa khas dalam kopi.
Menjadikannya sebagai model kopi terbaru.
Kulit pisang adalah limbah yang
selalu diabaikan dan terus dibuang mengakibatkan sampah lingkungan. Kami
mencoba menjadikan limbah kulit pisang tersebut menjadi kopi. Meskipun dalam
pembuatan kopi dan dari segi rasa kopi juga belum sempurna, namun kami akan
terus melakukan penelitian berkelanjutan sehingga akan menjadikan kopi ini
lebih sempurna. Dengan adanya bantuan dari berbagai pihak yang mendukung, cita
rasa kopi yang akan dibuat bisa menghasilkan rasa khas.
1.2. Rumusan Masalah
- Bagaimana
pengolahan kulit pisang menjadi kopi?
- Apakah
manfaat kulit pisang?
- Bagaimana
strategi pengolahan yang dilakukan?
1.3. Tujuan
Tujuan dari pembahasan ini untuk
menyelesaikan tugas dari mata kuliah teknologi penanganan dan pengolahan hasil
pertanian. Serta pengembangan inovasi yang dilakukan mahasiswa yang ditetapkan
dengan berjudul "kopi dari kulit pisang". Pengurangan limbah kulit
pisang menjadi tujuan utama dari penelitian ini.
1.4. Manfaat
- Untuk menangani
limbah kulit pisang.
- Untuk membuat
kulit pisang memiliki nilai ekonomis.
- Untuk menciptakan
cita rasa terbaru dalam kopi.
- Untuk membangkitkan
semangat mahasiswa dalam berinovasi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Analisis Data
Makalah ini menjadi bukti adanya
penelitian atau percobaan atas apa yang dilakukan oleh peneliti. Sebagai bukti
tertulis yang memberikan sifat dasar adanya usaha yang dilakukan. Para
pengrajin kopi, masyarakat maupun penikmat kopi, serta mahasiswa dapat memahami
dengan baik akan adanya hal baru dari kopi yang diteliti. Untuk itu diperlukan
suatu karya tulis untuk memperkuat bukti, yaitu dengan dibuatnya makalah
penelitian yang diadakan.
2.2. Landasan Teori
Makalah ini berlandaskan inovasi
dari tiap anggota penulis serta berbagai sumber data yang ada. Sumber informasi
yang didapat penulis kemudian diolah dan dirangkum dalam bentuk data, kemudian
diolah menjadi analisis penelitian yang dilakukan oleh peneliti, membuat hasil
penelitian yang ditunjukkan. Makalah ini dapat membantu mengembangkan ide-ide
baru kreatifitas baru inovasi baru bagi masyarakat terutama mahasiswa yang
memiliki rasa cipta tinggi. Dengan melihat berbagai pihak dan sumber yang ada,
teori ini menjadi lengkap dengan adanya penelitian.
2.3. Hipotesis
Pemilihan tema dan judul ini
dikarenakan oleh peneliti berusaha mengikuti perkembangan zaman terutama anak
milenial yang gemar menikmati kopi. Serta mengembangkan potensi minat dan
inovasi yang ada dari mahasiswa untuk menindaklanjuti hasil yang diperoleh.
BAB III
METODOLOGI
3.1. Metodologi Penelitian
Berdasar tema dan judul yang
tertera, jelas akan menjadi pertanyaan bagaimana kulit pisang dapat diolah
menjadi kopi. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa hal tersebut dapat
dilakukan. Sesuai dengan budaya milenial sekarang yang lebih suka menikmati
hangatnya kopi dari berbagai jenis kopi. Maka mahasiswa sebagai peneliti dari
makalah yang berjudul "Kopi Dari Kulit Pisang" mengangkat tema
tersebut dengan alasan minat konsumen dalam budaya masyarakat milenial.
Penelitian menggunakan metode
kerjasama antar mahasiswa. Peneliti berusaha mengangkat kopi dari kulit pisang
ini dan mengembangkan hingga dapat terjual dipasaran dan dapat dikonsumsi
dengan baik. Meskipun peneliti tidak menggunakan ide kreatifitas sendiri
melainkan dibantu oleh media yang ada, namun peneliti melakukan analisis terhadap
kopi ini sendiri. Sehingga Kopi ini dapat dipastikan bahwa peneliti melakukan
analisis langsung dan melakukan bukti tertulis berupa makalah.
3.2. Metodologi Pengolahan
Dasar dari makalah ini adalah
limbah kulit pisang tersebut menjadi cita rasa baru dalam dunia kopi. Yang akan
melibatkan berbagai macam bahan. Sebagai berikut metodologi yang dilakukan.
v
Bahan
1)
Kulit pisang: 20-30 buah
2)
Jahe: 1 cm
v
Alat
1)
Kompor gas
2)
Penggorengan
3)
Bantuan Sinar Matahari
4)
Mesin Blender
5)
Kemasan plastik
v Cara
Pembuatan
1.
Proses Sortasi/pemilahan
Kulit pisang
disortir atau dipilih yang masih memiliki kualitas baik, tidak busuk dan masih
segar. Hal ini dilakukan agar cita rasa menjadi lebih enak dan berkualitas.
2.
Proses Pencucian
Kulit pisang
yang sudah disortir kemudian dibersihkan sehingga tidak ada bahan kimia ataupun
kotoran yang menempel.
3.
Proses Aging/pengeringan.
Ambil kulit
pisang yang sudah dibersihkan dan disortir kemudian keringkan dalam paparan
sinar matahari langsung hingga kering dan berubah warna menjadi coklat kekuningan.
Jika cuaca panas satu hari penuh, kulit pisang dapat kering dalam waktu dua
hari. Jika cuaca berubah-ubah, kulit pisang dapat kering kurang lebih tiga
sampai empat hari. Atau jika cuaca dingin, pengeringan dapat dilakukan dengan
cara dipanggang.
4. Proses
Sangrai
Setelah proses
Aging/pengeringan dilakukan, kulit pisang, dan jahe dalam penggorengan api
terkecil dalam kompor gas agar mendapatkan tingkat kematangan yang optimal.
Jahe dipotong tipis hingga menjadi 5 irisan dan diikut sertakan dalam proses
sangrai. Proses sangrai membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dengan cara
diaduk tanpa henti. Kematangan dapat diketahui jika kulit pisang berubah warna
menjadi hitam kecoklatan dan mengeluarkan bau seperti kopi. Kulit pisang akan
mengembang membentuk lingkaran kecil dalam tiap lebar kulit pisang tersebut.
5.
Proses Penggilingan
Kulit pisang,
jahe dan beras yang selesai disangrai, kemudian dihaluskan sehingga menyerupai
bubuk kopi yang berwarna hitam. Proses ini dibantu dengan alat blender, namun
jika menginginkan hasil yang lebih optimal menggunakan alat tradisional dengan
cara di tumbuk. Sehingga mengeluarkan rasa dan bau yang khas.
6.
Pengemasan
Setelah semua
proses selesai dilakukan, maka langkah terakhir adalah pengemasan. Menggunakan
kemasan yang sudah disiapkan. Kemasan yang digunakan bisa membuat bubuk kopi
bisa tahan lama dan terhindar dari berbagai gangguan ataupun kotoran.
Kopi tersebut
memiliki cita rasa yang khas menyerupai kopi bubuk pada umumnya. Namun sedikit
terdapat rasa pisang dan jahe. Kandungan jahe memberikan rasa hangat. Jadi kopi
ini menghasilkan rasa dan nikmat menyerupai kopi umumnya.
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1. Pengertian Kopi
Bermula di Afrika. Era penemuan
biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM, pendapat lain mengatakan 850 M. Pada
saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, mengonsumsi
biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi
kebutuhan protein dan energi tubuh. Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak
sengaja, ketika penggembala bernama Khalid—seorang Abyssinia—mengamati kawanan
kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam,
setelah memakan sejenis buah beri. Ia pun mencoba memasak dan memakannya.
Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di
Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunakan metode konvensional.
Di Indonesia sendiri, setelah era
tahun 2000 an, perkembangan kopi kembali melejit. Di tahun ini masuklah era
modern kopi. Sejak saat itu, kopi menjadi salah satu minuman favorit banyak
orang. Apalagi olahan kopi sejak saat itu semakin bervariasi. Tidak hanya kopi
hitam yang berasa pahit saja, namun sudah banyak kopi dengan rasa yang nikmat.
v
Manfaat Kopi
1)
Mencegah diabetes
2)
Mengurangi tingkat stres dan depresi
3)
Menambah antioksidan dalam tubuh
4)
Meredakan sakit kepala, dll
v
Manfaat Kopi Kulit Pisang
1)
Mengobati gatal
2)
Meredakan nyeri
4.2. Pengertian Kulit Pisang
Kulit pisang adalah kulit dari buah
pisang. Yang digunakan dalam konsumsi keseharian masyarakat dalam mengkonsumsi
buah pisang. Kulit pisang digunakan sebagai pakan terutama di daerah di mana
pisang tumbuh dan diolah. Kulit pisang digunakan sebagai pakan ternak sapi,
kambing, babi, unggas, kelinci, dan ikan. Selain sebagai pakan ternak, kulit
pisang dapat diolah menjadi berbagai olahan yang salah satunya menjadi kopi.
4.3.
Analisis Kelayakan
v
Mutu
Kulit pisang memiliki manfaat yang hampir sama dengan pisang.
v
Nilai Jual
Jika bubuk kopi kulit pisang ini dapat dijual dipasaran, agar menciptakan
rasa baru dan nilai jual yang sekiranya pantas untuk dipasarkan.
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Mengingat budaya remaja saat ini
yang menatap tajam kearah gaya hidup yang lebih santai dan gemar mengonsumsi
kopi, penulis mendapatkan inovasi dari hal tersebut. Sehingga dapat diciptakan
kopi yang terbuat dari kulit pisang. Selain hal itu mengangkat ide kreatifitas
mahasiswa yang hanya menjadi angan pandangan yang jauh, untuk mewujudkan
inovasi tersebut. Sehingga dapat membantu memotivasi agar mewujudkan ide
tersebut.
5.2. Saran
Pembuatan kulit pisang menjadi kopi
ini sudah hampir sempurna. Namun menimbang adanya pengetahuan dari para
peneliti atau penulis yang masih kurang, jadi mengakibatkan kopi yang dibuat
belum menggapai cita rasa yang sempurna. Meskipun begitu kami akan melanjutkan
penelitian yang berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
http://nusantaratv.com/amp/kamutau/read/10112630/Asal-Usul-dan-Sejarah-Kopi-Di-Indonesia
https://klasika.id/tips/2018/11/15/94481/kulit-pisang-ternyata-bisa-dibuat-kopi/amp/
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kulit_pisang
LAMPIRAN
No comments:
Post a Comment