Masalah ekonomi yang dikaji teori makroekonomi

 

Masalah ekonomi yang dikaji teori makroekonomi:

1) Masalah pertumbuhan ekonomi.

Merupakan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah. Sehingga, dalam menaikkan jumlah barang dan jasa diperlukan faktor-faktor produksi dan tenaga kerja yang banyak. Salah satu masalahnya adalah terkadang barang dan jasa yang dihasilkan dengan menggunakan tenaga kerja yang banyak kurang memenuhi kualitas yang baik.

2) Masalah pengangguran.

Merupakan suatu keadaan dimana seseorang yang tergolong angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tetapi belum memperolehnya. Penyebab terjadinya pengangguran adalah banyaknya pengusaha yang memilih menggunakan alat modern atau mesin dalam memproduksi serta kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh pencari kerja yang tidak sesuai dengan keinginan perusahaan.

3) Inflasi.

Merupakan suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam perekonomian. Penyebabnya adalah tingkat pengeluaran perusahaan melebihi kemampuannya untuk menghasilkan barang dan jasa.

 

 

 

Produk Domesti Bruto adalah nilai keseluruhan jumlah barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu yang mengandung arti bahwa seluruh kegiatan produksi atau jasa yang ada di Indonesia termasuk warga negara asing yang tinggal di Indonesia.

 

 

 

Tiga tujuan utama kebijakan ekonomi pemerintah:

1) Stabilitas nasional.

Untuk menstabilkan ekonomi secara menyeluruh.

2) Distribusi pendapatan yang merata.

Agar seluruh masyarakat Indonesia memiliki pendapatan dan merata supaya tidak lagi terjadi kesenjangan sosial dan dapat menekan angka kriminalitas.

3) Peningkatan kapasitas produksi nasional yang tinggi.

Agar pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat terpenuhi.

 

 

- Kestabian ekonomi adalah prasyarat dasar tercapainya peningkatan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas pertumbuhan.

Peranan:

1) Kebijakan fiskal : dapat mewujudkan kestabilan perekonomian dengan cara memanipulasi anggaran pendapatan belanja negara jika perekonomian sedang lesu. Maka kebijakan anggaran defisit dapat dilakukan sehingga pemerintah melakukan banyak belanja yang dapat menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat meningkat.

2) Kebijakan moneter : dilakukan pemerintah melalui bank sentral dengan tujuan menstabikan nilai mata uang dengan melakukan kebijakan moneter ekspansif, seperti kebijakan operasi pasar terbuka, kebijakan diskonto, dan kebijakan cadangan kas.

3) Kebijakan segi penawaran : langkah pemerintah untuk mningkatkan efisisensi kegiatan perusahaan-perusahaan serta tenaga kerja sehingga produksi nasional dapat ditingkatkan, biaya produksi dikurangkan, dan teknologi yang lebih berkembang.

 

 

Kebijakan pembangunan pertanian di Indonesia:

1) Kebijakan bidang pembenihan.

2) Sarana produksi, pupuk, pestisida, dan lain-lain.

3) Kebijakan bidang perkreditan.

4) Kebijakan tentang pengairan.

5) Kebijakan diversikasi usahatani.

6) Kebijakan bidang penyuluhan.

7) Kebijakan harga input dan output.

8) Kebijakan penanganan pasca panen.

Pertanian sebagai sektor tangguh karena sektor pertanian dapat menghasilkan bahan pangan, penyedia lapangan pekerjaan, pendorong kesempatan berusaha dari industri yang berbahan baku pertanian, penyedia faktor produksi dan industri baku seperti peralatan pertanian, serta penghasil devisa.

Indikator mikro dalam pembangunan pertanian:

1) Membahas perilaku individu rumah tangga.

2) Membahas perilaku individu perumahan.

3) Membahas perilaku suatu pasar atau industri.

4) Menganalisis masalah-masalah, seperti proses terjadinya tingkat harga, bagaimana produsen menentukan tingkat produksi, dan faktor-faktor yang menentukan pendapatan setiap faktor produksi.

 

Indikator makro dalam pembanguanan pertanian:

1) Pendapatan nasional.

2) Produksi nasional.

3) Konsumsi nasional.

4) Tabungan.

5) Investasi nasional.

6) Inflasi.

7) Pertumbuhan ekonomi.

8) Perdagangan internasional.

9) Masalah pengangguran.

10) Neraca perdagangan dan neraca pembayaran.

Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan seseorang untuk mengakses ketersediaan pangan tersebut.

- Floor price atau harga dasar merupakan harga eceran terendah yang ditetapkan oleh pemerintah terhadap suatu barang yang disebabkan oleh melimpahnya penawaran barang tersebut di pasaran. Floor price efektif melindungi produsen dari penurunan harga barang yang tak terhingga.

- Celling price atau harga tertinggi merupakan harga maksimum yang ditetapkan berkenaan dengan menurunnya penawaran barang di pasar. Celling price efektif melindungi konsumen dri gejolak harga yang tak terhingga.

 

No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...