Resensi Kekasih Yang Tak Bahagia

 

Nama              : Dewi Apriliana

Kelas               : SA2018

Kelompok/No: Oka Rusmini/09

NIM                 : 18020144004

Judul resensi

Judul               : Kekasih yang Tak Bahagia

Penerjemah   : A Elwiq Pr

Penerbit         : Pelangi Sastra

Tahun Terbit : 2017

Halaman         : 82

Cetakan          : I

ISBN                : 978-602-54100-2-4

            Cerpen pertama berjudul “Kekasih yang Tak Bahagia” ditulis oleh Marguerite de Navarre (1492-1549) menceritakan tentang seorang pria yang menyukai seorang gadis belia. Akan tetapi, sang pria hanya bisa menahan rasa gejolak cinta yang ia rasakan karena banyaknya pria lain yang lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dirinya. Sehingga ia memendam rasa cintanya agar tidak ada yang terluka. Akan tetapi, pada akhirnya si gadis dan ibunya menemui si pria tersebut yang sudah dalam keadaan sakit, tidak berdaya. Si ibu mengatakan bahwa sebenarnya anaknya, si gadis, juga menyukai si pria, tetapi telat, menyebabkan si pria lelah menunggu cinta si gadis dan rela menanggung sakit fisik. Cerita ini sangat menarik karena menarik ulur perasaan si pembaca, terbawa emosi akan rasa-rasa romansa percintaan si pria dan si gadis. Kekurangannya adalah karena cerita ini merupakan cerita terjemahan, maka sedikit membuat pembaca kebingungan membaca alur dan karakter si tokoh.

            Cerpen kedua berjudul “Rumah Angker” ditulis oleh Virginia Woolf (1882-1941) menceritakan si wanita dan si lelaki berada di sebuah rumah yang gelap dan terlihat horor. Mereka bisa melihat dimana letak-letak para hantu berada, sehingga mereka menjaga suara agar tidak membangunkan para hantu. Tampak juga dari suasana lingkungan dalam rumah tersebut yang kotor dan tercium aroma bau-bau tidak sedap bagi hidung. Pada suatu ketika, mereka tak sengaja membangunkan para hantu dan mereka dikejakejar. Si wanita dan si lelaki berusaha menyelamatkan diri dengan menyuarakan suara, “Aman, aman, aman.” Dan pada akhir cerita mereka berada di sebuah taman, ternyata mereka hanyalah sebatas imajinasi atau khayalan mereka bahwa mereka telah menemukan harta karun. Cerita ini menurut saya sedikit membingungkan karena alur yang tiba-tiba berubah dari di dalam rumah horor menjadi di sebuah taman yang indah, juga penggambaran alur sedikit tidak jelas, penulis lebih fokus pada penjelasan suasana sekitar lokasi atau setting latar cerita.

            Cerpen ketiga berjudul “Perempuan yang Ingin Menjadi Baik” ditulis oleh Edna Ferber (1885-1968) menceritakan seorang perempuan bernama Blanche Devine dari kalangan elit pindah ke sebuah kota kecil yang masih mengedepankan gotong royong alias masih akrab layaknya suasana pedesaan. Ia sedikit canggung tetapi ia berusaha untuk menyapa para tetangga dan membuktikan bahwa dirinya tidak sombong seperti perkataan atau desas-desus para tetangga. Pada suatu saat, salah satu anak tetangganya, anaknya Suami Bau Kencur dan Istri Bau Kencur, sakit dan sang istri langsung meminta bantuan pada Blanche Devine. Sang Istri Bau Kencur sangat terkejut dengan kebaikan dan ingin si perempuan untuk tetap di rumah atau wilayah ini saja. Cerita ini sangat menarik, saya suka dengan alur si penulis bercerita. Menceritakan keadaan sosial yang sering terjadi dalam masyarakat yang berpandangan bahwa orang elite takkan berahan di tempat yang tak seharusnya mereka tempati.

            Cerpen keempat berjudul “Menembus Gorong-Gorong” ditulis oleh Doris Lessing (1919-2013) menceritakan tentang seorang bocah bernama Jerry sedang bermain air di laut, sang ibu sudah mengingatkannya agar tidak terlalu jauh untuk bermain, tetapi bandel, Jerry mengalami persitiwa yang unik dalam air. Cerita ini cukup menarik, menceritakan masalah atau kendala yang dialami oleh si Jerry dalam air laut yang gelap.

            Cerpen kelima berjudul “Anak-anak Lelaki dan Anak-anak Perempuan” ditulis oleh (1931-...) menceritakan tentang ayah si tokoh aku yang merupakan seorang peternak serigala. Setiap harinya beliau menangkap, menguliti, dan memotong daging serigala. Si tokoh aku sering mengunjungi tempat ayahnya bekerja, ia kadang sedikit syok dengan apa yang dilihat dan kadang merasa kagum atas pekerjaan sang ayahnya. Cerita cukup menarik, menceritakan suatu pekerjaan yang sangat akan menghasilkan pro dan kontra jika benar-benar ada di dunia nyata.

            Dari keseluruhan kumpulan cerita pendek yang sudah dibahas setiap judul merupakan resensi saya terhadap buku yang berjudul “Kekasih yang Tak Bahagia” yang diterjemahkan oleh A Elwiq Pr. Ceritanya bagus, akan tetapi sedikit sulit memahami jika buku yang dibaca merupakan buku terjemahan. Butuh waktu yang lama dan pemahaman yang tepat untuk menilai buku sastra terjemahan. Secara seluruh, buku ini sangat bagus untuk dibaca oleh para mahasiswa dan orang-orang penikmat sastra.

No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...