Nama : Dewi Apriliana
Fakultas : Pertanian
Prodi : S1 Agribisnis
NIM : 18542011065
DAUR BIOGEOKIMIA
Daur Biogeokimia:
·
Pertukaran atau perubahan yang terus
menerus antara komponen biosfer yang hidup dengan tak hidup.
·
Dalam suatu ekosistem, materi pada setiap
tingkat trofik tidak hilang.
·
Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan
organik tersebut didaur-ulang.
·
Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam
komponen biotik melalui udara, tanah, dan air.
·
Daur ulang materi tersebut melibatkan
makhluk hidup dan batuan (geofisik)
Fungsi Daur
Biogeokimia:
·
Sebagai siklus materi yang mengembalikan
semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik
komponen biotik maupun komponen abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi
dapat terjaga.
Macam-macam
daur biogeokimia:
A. Daur
Air/H2O (Daur/Siklus Hidrologi)
Merupakan hal yang
penting dalam keberlangsungan daur air alami. Gambar berikut adalah
skema siklus hidrologi :
|
|
|
SIKLUS/DAUR AIR DI LINGKUNGAN |
·
Air di atmosfer berada dalam bentuk uap
air.
·
Uap air berasal dari air di daratan dan
laut yang menguap (evaporasi) karena panas cahaya matahari dan
transpirasi karena penguapan oleh tumbuhan .
·
Sebagian besar uap air di atmosfer
berasal dari laut karena laut mencapai tiga perempat luas permukaan
bumi.
·
Uap air di atmosfer terkondensasi
menjadi awan yang turun ke daratan dan laut dalam bentuk hujan (presipitasi).
·
Pada perjalanan menuju bumi beberapa presipitasi
dapat berevaporasi kembali ke atas atau langsung jatuh yang kemudian diserap
oleh tanaman sebelum mencapai tanah.
·
Setelah mencapai tanah, siklus hidrologi
terus bergerak secara terus menerus dalam tiga cara yang berbeda :
1)
Evaporasi / Transpirasi
·
Air yang ada di laut, di daratan, di
sungai, di tanaman akan menguap menjadi awan.
·
Pada keadaan jenuh uap air (awan) itu
akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun
(precipitation) dalam bentuk hujan, salju atau es.
2)
Infiltrasi / Perlokasi
·
Air bergerak ke dalam tanah melalui
celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju muka air tanah.
·
Air dapat bergerak akibat aksi kapiler
atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal dibawah
permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air
permukaan.
3)
Air Permukaan
·
Air bergerak diatas permukaan
tanah dekat dengan aliran utama dan danau .
·
Makin landai lahan dan makin sedikit
pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar.
B. Daur/siklus
Karbon (C)
·
Berkaitan dengan siklus oksigen.
·
Siklus karbon berkaitan erat dengan
peristiwa fotosintesis yang berlangsung pada organisme autotrof dan peristiwa
respirasi yang berlangsung pada organisme heterotrof.
·
Karbon diambil/diserap oleh tumbuhan
dari lingkungan untuk fotosintesis dalam bentuk CO2.
·
CO2 dilepas ke lingkungan oleh
organisme heterotrof yang merupakan hasil sampingan dari peristiwa
respirasI.
·
Proses timbal balik fotosintesis dan
respirasi seluler berpengaruh terhadap perubahan dan pergerakan
utama karbon.
·
Naik turunnya kadar CO2 dan O2 atsmosfer
secara musiman disebabkan oleh aktivitas
fotosintetik.
·
Dalam skala global kadar
CO2 dan O2 atsmosfer dapat diseimbangkan oleh keberlangsungan proses
respirasi dan fotosintesis.
·
Aktifitas manusia dan alam seperti
penggunaan bahan bakar fosil untuk industrialisasi dan transportasi,
kebakaran hutan, pembakaran hutan untuk lahan pertanian dan illegal
logging dapat meningkatkan kadar CO2 di atmosfer.
·
Karbon dalam tanah ditemukan dalam
bentuk fosil berupa minyak bumi (fosil hewan) dan batubara (fosil
tumbuhan).
Berikut
adalah skema siklus Karbon :

C. Daur
/ Siklus Nitrogen
·
Nitrogen di udara sekitar 78 % dalam
bentuk nitrogen bebas.
·
Organisme membutuhkan nitrogen dalam bentuk
senyawa.
·
Organisme tingkat tinggi tidak dapat
dengan mudah mengikat (memfiksasi)
nitrogen bebas.
·
Mikroorganisme berperan dalam fiksasi
nitrogen ke tubuh organisme tingkat
tinggi (terutama tumbuhan)
Bagaimana
senyawa nitrogen dapat berada di daratan/tanah, dalam bentuk larutan, di udara dan
pada tubuh makhluk hidup, perhatikanlah skema siklus nitrogen berikut !
|
|
|
DAUR NITROGEN |
|
|
|
SKEMA SIKLUS NITROGEN |
I.
Nitrifikasi
II.
Nitrafikasi
III.
Assimilasi
IV.
Denitrifikasi
Apabila
oksigen dalam tanah terbatas, nitrat dengan cepat ditransformasikan
menjadi gas nitrogen atau oksida nitrogen.
V.
Fiksasi
VI.
Amonifikasi
Skema nitrifikasi dan nitrasi
a)
Nitrifikasi
Penguraian
amonia menjadi nitrit dengan bantuan Nitrosomonas dan Nitrosococcus
(amonia dan nitrit bersifat toksik pada organisme).
|
NITRIFIKASI |
b)
Nitrasi
Perubahan
senyawa nitrit menjadi nitrat (tidak bersifat toksik) oleh Nitrobacter.
Urutan
Proses daur Nitrogen:
·
Ketika petir terbentuk di atmosfer
terjadi penyerapan nitrogen menjadi senyawa nitrat.
·
Nitrat yang terbentuk di atmosfer tentu
akan terbawa hujan sehingga terjadi perpindahan nitrat dari udara ke
daratan yang menjadikan nitrogen dalam bentuk nitrat itu menjadi berguna.
·
Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah
untuk dijadikan protein.
·
Nitrogen dalam bentuk protein
diserap oleh kosumen, senyawa nitrogen pindah ke tubuh hewan
dan manusia.
·
Urin dan feces sebagai Ekresta ,
bangkai hewan, tumbuhan mati , sisa kehidupan (ranting, daun tua) yang
disebut Egesta akan diuraikan oleh pengurai jadi ammonium
dan ammoniak (amonifikasi).
·
Amoniak hasil pembusukan itu oleh
bakteri Nitrifikan akan dirombak jadi Nitrit melalui Nitrifikasi
(Nitrifikasi adala proses biokimia yang tergolong anabolisme mengubah
senyawa sederhana anorganik berupa amoniak NH3 menjadi senyawa
organik nitrat HNO3 dengan energi berasal dari energi hasil reaksi kimia /
khemosintesis oleh bakteri)
·
Nitrifikasi dilanjutkan dengan
Nitrasi.
·
Nitrat diserap kembali oleh
tumbuhan.
·
Selain melalui petir juga penyerapan
nitrogen dapat melalui fiksasi (pengikatan
langsung Nitrogen di udara oleh mikroorganisme fiksasi (Rhizobium
leguminosarum, Azotobacter, Clostridium pasteurianum, Nostoc cummune,
Anabaena azzolae)
a.
Rhizobium leguminosarum :
bersimbiosis dengan kacang kacangan membentuk bintil akar.
b.
Anabaena azzolae :
bersimbiosis dengan paku air (Azolla pinata) dan pakis haji (Cycas
rumpii).
c.
Azotobacter, Clostridium pasteurianum
dan Nostoc commune hidup soliter.
·
Nitrogen juga bisa larut bersama air
hujan, hujan asam ( acid rain) yang mengandung HNO3, dari pupuk buatan
Urea yang dilepaskan ke tanah
D. Daur
/ Siklus Fosfor
·
Fosfor merupakan elemen penting
dalam kehidupan karena semua makhluk hidup membutuhkan
fosfor/ phosphat untuk pembentukan senyawa ATP (adenosin triphosphat),
ADP (adenosin diphosphat), dan AMP
(adenosin monophosphat) untuk proses metabolisme tubuh.
·
Pada Hewan tingkat tinggi fosfor
digunakan untuk penusun tulang yang ditulang bergabung dengan Calsium
membeentuk CaPO4 (calsium Phosphat)
·
Fosfor
terdapat di alam dalam bentuk ion fosfat (PO4)/fosfat anorganik .
·
Ion Fosfat terdapat dalam bebatuan.
·
Adanya peristiwa erosi dan pelapukan
menyebabkan fosfat terbawa menuju sungai hingga laut
membentuk sedimen.
·
Adanya pergerakan dasar bumi menyebabkan
sedimen yang mengandung fosfat muncul ke permukaan.
·
Di darat tumbuhan mengambil fosfat yang
terlarut dalam air tanah sehingga terjadi perpindahan materi dari geo
ke bio dari alam ke tubuh organisme.
·
Fosfat itulah kemudian dikenal dengan
fosfat organik.
·
Herbivora mendapatkan fosfat dari
tumbuhan yang dimakannya dan karnivora mendapatkan fosfat dari
herbivora yang dimakannya.
·
Seluruh hewan mengeluarkan fosfat
melalui urine dan feses.
·
Bakteri dan jamur mengurai
bahan-bahan anorganik di dalam tanah lalu melepaskan fosfor kemudian
diambil oleh tumbuhan.
|
|
|
DAUR FOSFOR |
E. Daur Belerang/Sulfur (S)
·
Sulfur merupakan unsur non logam.
·
Bentuk aslinya adalah sebuah zat padat
kristal berwarna kuning.
·
Di alam ditemukan sebagai
unsur murni atau sebagai mineral- mineral sulfida dan sulfat.
·
Sulfur teradapat di udara karena adanya
aktifitas gunung berapi dan penggunaan dari bahan bakar fosil
(menghasilkan SO2).
·
Unsur penting untuk kehidupan dan
ditemukan dalam bentuk senyawa asam amino.
·
Tumbuhan mendapat sulfur dari dalam
tanah dalam bentuk sulfat organik (SO4 ).
·
Sulfur berpindah ke organisme heterotrof
dalam proses rantai makanan.
·
Penguraian organisme yang mati
mengasilkan gas H2S atau menjadi sulfat lagi.
·
Sulfur direduksi oleh bakteri menjadi sulfida
dan kadang-kadang terdapat dalam bentuk sulfur dioksida atau hidrogen
sulfida.
·
Beberapa jenis bakteri terlibat dalam
daur sulfur, antara lain Desulfomaculum dan Desulfibrio yang akan
mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk hidrogen sulfida
(H2S).
·
Kemudian H2S digunakan bakteri
fotoautotrof anaerob seperti Chromatium dan melepaskan sulfur dan
oksigen.
·
Sulfur di oksidasi menjadi sulfat oleh
bakteri kemolitotrof seperti Thiobacillus.
Hal yang penting yang
perlu dipahami dalam siklus biogeokimia :
1.
Unsur/materi/senyawa (kimia) akan
terdapat di bumi (geo) dan dalam tubuh organisme.
2.
Perpindahan dari geo ke geo terjadi
misalnya dari udara diserap oleh tanah atau lautan dengan perantara hujan,
pelapukan (perubahan batuan menjadi tanah), erosi (pengikisan) dan
pengendapan.
3.
Unsur/senyawa kimia dari bumi (geo) ke
organisme (bio) digunakan untuk berbagai proses metabolisme.
4.
Penyerapan/perpindahan unsur/senyawa
melibatkan berbagai jenis mikroorganisme yang berperan sebagai dekomposer.
Sumber: http://belajarterusbiologi.blogspot.com/2011/03/daur-biogeokimia.html






No comments:
Post a Comment