DATA STATISTIK
EKSPOR KOMODITI KACANG TANAH
Pada Tabel 6. Indonesia melakukan ekspor
kacang tanah ke 13 negara, yakni ke negara Hongkong, Republic of Korea,
Thailand, Malaysia, Saudi Arabia, Kuwait, United Arab Emirates, Egypt,
Australia, East Timor, United States, Netherlands, dan France. Peningkatan
ekspor tertinggi terjadi pada negara Thailand dengan perubahan 331,70 persen
dari 40.455kg menjadi 174.645kg. Lalu disusul negara United States dengan
perubahan 89,42 persen dan negara Australia dengan perubahan sebesar 20,00
persen.
Pada Diagram Ekspor Kacang Tanah 2019.
Negara Malaysia menduduki peringkat tertinggi dengan mengimpor kacang tanah
dari Indonesia sebesar 58%, disusul Hongkong sebesar 29%, Thailand 8%, dan
sebesar 5% untuk negara lainnya.
Pada Grafik Produksi Kacang Tanah,
Indonesia terus mengalami peningkatan produksi kacang tanah. Mulai dari tahun
2015 yang menghasilkan 742.750 ton, tahun 2016 sebanyak 755.750 ton, tahun 2017
sebanyak 768.970 ton, tahun 2018 sebanyak 782.400 ton, dan tahun 2019 sebanyak
796.00 ton.
Pada Diagram Sentra Produksi Kacang
Tanah 2019. Provinsi Jawa Timur menempati posisi teratas dalam produksi sebesar
30% dengan menghasilkan 238.866 ton kacang tanah. Lalu disusul Provinsi Jawa
Tengah sebesar 19%, Provinsi Jawa Barat sebesar 13%, Provinsi D.I.Yogyakarta
sebesar 9%, dan sebesar 29% untuk provinsi lainya.
PENGHAMBAT
EKSPOR KACANG TANAH
Luas Panen Tidak Mencukupi
Luas tanah yang akan digunakan untuk
memproduksi kacang tanah semakin sempit karena banyak pembebasan lahan untuk
pembangunan menyebabkan semakin sedikit pula jumlah kacang tanah yang
dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia maupun Internasional.
Minimnya Benih Kacang Tanah Yang
Unggul
Banyak
petani yang mengeluh betapa sulitnya mencari benih kacang tanah yang baik,
bahkan jika mendapatkan sekantong benih kacang tanah itu pun tidak memiliki
kualitas yang bagus untuk ditanam. Juga minimnya sosialisasi dari pemerintah
dalam penyebaran benih dan informasi akan peningkatan jumlah produksi kacang
tanah menyebabkan petani tidak dapat memaksimalkan produksi kacang tanah yang
memiliki kualitas yang unggul dibanding negara lain.
Alat Produksi Yang Masih
Tradisional
Alat-alat produksi yang digunakan para
petani masih tradisional. Hal ini menyebabkan proses produksi memakan waktu
yang lama. Kacang tanah sendiri juga tidak dapat bertahan lama lebih dari 3
bulan dan akan membusuk setelahnya, sehingga tidak dapat untuk dijual maupun diekspor.
Upaya dalam meningkatkan produksi kacang tanah dengan lahan yang cukup sempit belum
menemukan jalan yang tepat untuk mengatasi kekurangan akan tersedianya pasokan
kacang tanah.
Pemerintah Masih Melakukan Impor
Kebutuhan pasok kacang tanah yang tidak
tercukupi di Indonesia, membuat pemerintah turun tangan untuk melakukan impor
kacang tanah dari negara Vietnam dan China. Hampir pasokan kacang tanah di
negara Indonesia ditutup sebanyak 60% kacang tanah impor. Hal ini membuat
petani tidak mendapatkan keuntungan dalam bertani kacang tanah. Persaingan dari
penjualan kacang tanah juga semakin berat karena bukan hanya dari petani
Indonesia saja, tetapi petani dari luar negeri yang dapat menghabisi kesempatan
petani untuk melakukan produksi guna memenuhi kebutuhan pasok di negeri
sendiri.
Pengaruh Volatilitas Nilai Tukar
Indonesia menggunakan sistem nilai tukar
mengambang bebas (freely floating
exchange rate) yang mengakibatkan Indonesia tidak dapat terlepas dari
fenomena volatilitas nilai tukar yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi,
khususnya kegiatan perdagangan internasional berbasis pertanian. Nilai tukar
merupakan aspek yang memengaruhi daya saing komoditas ekspor pertanian,
contohnya komoditas kacang tanah, karena jika nilai tukar negara Indonesia
mengalami depresiasi, maka negara importir akan memandang harga komoditas
kacang tanah di negara eksportir menjadi relatif murah. Ketidakpastian inilah
yang menyebabkan jumlah produksi kacang yang akan diekspor akan diterima atau
tidak di negara importir.
KESIMPULAN
Kacang
tanah merupakan salah satu komoditi yang diminati oleh negara lain, sehingga
Indonesia melakukan ekspor kacang tanah. Namun, beberapa hal menghambat ekspor
kacang tanah sehingga kegiatan kegiatan ekspor tidak dapat berjalan dengn
maksimal. Beberapa penghambat ekspor kacang tanah adalah luas panen tidak
mencukupi membuat hasil panen kacang tanah tidak dapat maksimal, minimnya benih
kacang yang unggul mengakibatkan kualitas kacang tanah yang dihasilkan kalah
dibanding negara lain, alat produksi yang masih tradisional membuat kacang
tanah yag dihasilkan cepat busuk, pemerintah masih melakukan ekspor membuat
petani dalam negeri mau tidak mau akan tersisihkan, dan pengaruh volatilitas
nilai tukar yang memengaruhi nilai jual kacang tanah di pasar Internasional
tidak stabil. Beberapa penghambat tersebut dalam terselesaikan apabila
pemerintah dan para petani dalam bekerjasama yang berkesinambungan guna
mencapai tujuan ekspor yang maksimal dan kesejahteraan bersama.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.bps.go.id/publication/2020/03/02/4393cc09aff4514326df7f37/buletin-statistik-perdagangan-luar-negeri-ekspor-menurut-kelompok-komoditi-dan-negara--desember-2019.html (Sabtu, 07 Maret 2020 Pukul 10.00 WB)
http://extwprlegs1.fao.org/docs/pdf/ins169456.pdf (Sabtu, 07 Maret 2020 Pukul 12.00 WIB)
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1594109/waduh-ri-ternyata-doyan-impor-kacang-tanah (Minggu, 08 Maret 2020 Pukul 17.00 WIB)
http://jurnal.kemendag.go.id/bilp/article/view/424 (Minggu, 08 Maret 2020 Pukul 17.30 WIB)
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1594153/kacang-tanah-impor-kuasai-60-pangsa-pasar-ri (Senin, 09 Maret 2020 Pukul 18.30 WIB)
https://kupang.tribunnews.com/2020/01/09/petani-di-sikka-dibagikan-kacang-tanah-tanpa-label (Senin, 09 Maret 2020 Pukul 19.00 WIB)
No comments:
Post a Comment