SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

 

Nama Kelompok:

1.      Feri Dika Nugroho                  18542011016

2.      M. Aiyi Ahlaku Rosat             18542011024

3.      Monika Aprilia                        18542011032

4.      Septi Dwi Nirwanti                 18542011045

5.      Zainur Rudin                           18542011053

6.      Dewi Apriliana                        18542011065

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

“MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

Sistem Informasi Manajemen adalah sistem perencanaan bagian dari pengendalian internal suatu bisnis yang meliputi pemanfaatan manusia, dokumen, teknologi, dan prosedur oleh akuntansi manajemen untuk memecahkan masalah bisnis seperti biaya produk, layanan, atau suatu strategi bisnis.Tokopedia.com merupakan perusahaan perdagangan elektronik dan salah satu jaringan toko paling terbesar di Indonesia yang dimiliki dan dijalankan oleh PT. Tokopedia.  PT Tokopedia didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tanggal 6 Februari 2009, sedangkan Tokopedia.com dibuka untuk public beta pada tanggal 17 Agustus 2009.  Tokopedia telah bertransformasi menjadi unicorn yang berpengaruh di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Level Sistem Informasi

 

i.        Sistem Manajemen Tingkat Atas

JNE Online Booking (JOB)

JNE Online Booking (JOB) Untuk semakin memudahkan proses pengiriman, Tokopedia mendukung sistem resi otomatis untuk pengiriman menggunakan JNE. Dengan fitur ini, penjual tidak perlu lagi repot untuk memasukkan nomor resi secara manual. Saat mengirimkan pesanan, penjual hanya perlu membawa kode booking yang diterima saat pesanan masuk, dan nomor resi otomatis akan masuk ke akun penjual maupun pembeli.

Mitra Toppers

Mitra Toppers adalah program kerja sama Tokopedia dengan mitra penyedia pinjaman yang memudahkan kamu untuk mendapatkan pinjaman modal usaha. Tokopedia bekerja sama dengan beberapa mitra penyedia pinjaman yang bisa kamu pilih seperti : BRI, UOB, Amar Bank, DBS, Bank Sampoerna, Taralite, hingga Modalku. Modal yang kamu dapatkan bisa untuk memenuhi berbagai kebutuhan bisnis onlinemu, mulai dari menambah stok dan varian produk, menambah tenaga pekerjaan, sampai mendaftarkan merek dagang.

ii.      Sistem Manajemen Tingkat Menengah

Tokopedia TopAds adalah fitur untuk mempromosikan toko ataupun produk yang kamu jual sehingga berpotensi dilihat dan dibeli oleh lebih banyak pembeli di Tokopedia.

 Statistik Toko adalah fitur baru bagi toko yang berlangganan Gold Merchant. Dengan fitur ini, penjual bisa memantau dan melihat performa toko, mulai dari statistik produk yang dijual hingga data transaksi secara detail.

Preffered Logistic Partner adalah logistik rekanan yang direkomendasikan oleh Tokopedia.Gold Merchant adalah fitur tambahan berbayar yang Tokopedia sediakan untuk para penjual dan dapat memberikan kemudahan bagi penjual dalam mengelola toko onlinenya. Fasilitas tambahan yang tersedia jika berlangganan Gold Merchant ini antara lain: informasi toko fisik pada katalog, perhitungan kurs dollar, penambahan admin untuk membantu mengelola toko, shop notes di halaman produk dan halaman depan toko yang memudahkan pembeli mendapatkan informasi tentang toko maupun produk Anda, serta tersedia pengurutan produk berdasarkan “Gold Merchant”.

TopPoints adalah poin reward yang diberikan untuk semua pembeli yang aktif dan beruntung. Dengan TopPoints, kamu bisa dapat DISKON hingga 20% untuk semua produk di Tokopedia. Masa berlaku TopPoints adalah 30 hari sejak TopPoints kamu dapatkan.

Lucky deal Tokopedia sediakan untuk memberi keuntungan lebih bagi pembeli dan penjual yang aktif di Tokopedia. Semakin sering dan aktif kamu menggunakan Tokopedia, kesempatan menjadi Lucky Buyer/Lucky Merchant pun semakin besar. Keuntungan dari Lucky Deal bagi pembeli dan penjual dapat bervariasi setiap periodenya.

iii.    Sistem Manajemen Tingkat Bawah

 Stock Management

Fitur ini akan memudahkanmu melihat sisa produk yang ada di toko, sehingga kamu tidak perlu lagi repot menghitung sisa produk setiap kali ada pesanan masuk. Dan yang paling penting, fitur ini bisa meminimalisir cancellation rate di tokomu karena stok produk yang habis akan otomatis masuk ke Stok Kosong, sehingga tidak dapat dipesan pembeli.

Pre Order

Dengan menggunakan fitur Pre Order, kamu bisa mendapatkan waktu tambahan untuk memproses pesanan sampai 30 hari. Fitur ini juga bisa kamu manfaatkan jika menerima pesanan dalam jumlah banyak. Jadi jika stok pesanan tidak mencukupi, produk tidak perlu digudangkan, kamu hanya cukup mengubahnya menjadi produk Pre Order. Dengan begitu, produk tersebut tetap bisa dilihat dan dibeli namun dengan waktu proses yang lebih lama.

REVIEW JURNAL PERANCANGAN SISTEM INFORMASI HASIL PERTANIAN BERBASIS WEB DENGAN UNIFIED APPROACH

 

REVIEW JURNAL SI

Judul jurnal: PERANCANGAN SISTEM INFORMASI HASIL PERTANIAN BERBASIS WEB DENGAN UNIFIED APPROACH

Penulis: Sri Rahayu, Rinda Cahyana, Sulaeman

Publikasi: Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Reviewer: Dewi Apriliana (18542011065)

Latar belakang: Ketidaktersediaan akses terhadap sistem informasi hasil pertanian mengakibatkan petani kesulitan untuk menginformasikan hasil pertanian secara langsung kepada konsumen.

Tujuan: untuk  merancang sistem informasi yang menyediakan informasi hasil pertanian bagi masyarakat umum secara online menggunakan platform web yang menyediakan fitur  form  pendaftaran  bagi  para  petani.

Metode: Metode  yang  akan  digunakan  dalam  perancangan  sistem  informasi  hasil  pertanian  yang menyediakan  fitur  pendaftaran  secara  langsung  adalah  unified  approach. Penggunaan  unified approach  sendiri  didasari  oleh  penelitian  sebelumnya  yang menggunakan  metode  tersebut  dalam perancangan  sistem  informasi.

Hasil:

A.  Pendaftaran

Bagian ini menunjukan bagaimana cara petani dapat melakukan pendaftaran secara langsung kepada  sistem,  sebagaimana  terlihat  pada  use  case  diagram  terdapat  dua  aktor  yaitu  petani  dan admin,  petani akan memilih menu daftar untuk  membuka  form  pendaftaran, pada  form  ini petani akan  mengisikan  data  yang  akan  dipakai  untuk  mendapatkan  hak  akses,  sedangkan  admin memantau supaya hanya petani yang melakukan pendaftaran.

Setelah  mengisi  data  pada  form  pendaftaran  petani  akan  memilih  untuk  mengirim  data kepada sistem, data tersebut disimpan pada tabel daftar yang terdapat pada  database.

Data  yang  sudah  tersimpan  pada  database  akan  dikelola  oleh  sistem  sehingga  bisa mengeksekusi  permintaan  dari  user,  pada  pengelolaan  data  ini  terbagi  ketiga  lapisan,  yaitu  layer akses, layer bisnis dan  interface.  Layer  akses sebagai penyimpanan data dan layer bisnis sebagai proses yang dilakukan dalam mengelola permintaan  user, sedangkan interface merupakan tampilan untuk user.

Adapun  desain  antar  muka  yang  bisa  dilihat  secara  langsung  oleh  petani  disimpan  pada halaman  utama,  tujuannya  untuk  memudahkan  petani  dalam  mencari  fitur  pendaftaran,  dengan desain  menu  yang  menarik  memungkinkan  menu  tersebut  bisa  dilihat  secara  jelas.

Sesudah memilih menu daftar, petani akan diarahkan pada halaman  form  pendaftaran yang berfungsi untuk memasukan data sesuai dengan kolom isian, pada halaman ini juga disediakan logo aplikasi  yang  berfungsi  untuk  mengarahkan  petani  ke  halaman  utama  aplikasi,  sedangkan  untuk tombol submit berfungsi untuk mengirim data pada sistem.

B.  Perekaman Data

Bagian  ini  menunjukan  bagaimana  cara  petani  memasukan  data  produk  pertanian  kepada sistem, tahapan dalam mencapai tujuan tersebut adalah sebagai berikut :

Sebelum  memasukan  data  produk  kepada  sistem,  petani  harus  melakukan  login  terlebih dahulu pada form login sesuai dengan hak akses yang didapatkan pada saat melakukan pendaftaran, proses tersebut digambarkan dengan use case digaram.

Setelah melakukan  login  petani masuk pada sistem, di halaman utama petani akan memilih menu produk, dimana pada menu produk ini terdapat beberapa aksi yang bisa dilakukan diantaranya menambah, mengubah dan menghapus data produk, selain itu petani juga bisa melihat secara detail data  produk.

Data yang sudah ditambahkan maupun dikelola oleh petani akan diproses untuk kemudian disimpan pada database, gambaran dari proses tersebut disajikan pada diagram kelas. Dimana pada diagram kelas ini terdapat kelas produk dan kategori produk, kategori produk merupakan kelas yang menampung data dari jenis produk sedangkan untuk kelas produk menampung data dari kategori produk.

Adapun  desain  antar  muka  dari  menu  produk  yang  terdapat  pada  halaman  aplikasi  petani disimpan pada menu kedua setelah menu profil, setelah memilih menu  produk maka petani akan diarahkan pada halaman dari data produk pertanian, tombol aksi dan tombol untuk menambahkan data produk baru.

Ketika petani memilih tombol +tambah produk, maka sistem akan mengarahkan ke halaman untuk  menambahkan  produk.  Pada  halaman  ini  terdapat  kolom  yang  harus  diisi  oleh  judul  dan deskripsi  produk,  pada  bagian  kanan  terdapat  kategori  yang  bisa  dipilih  sesuai  dengan  kategori produk  yang  ditambahkan  dan  tombol  untuk  menambahk  gambar  produk,  sedangkan  untuk mempublikasikan produk tersebut petani harus memilih tombol posting yang terdapat pada pojok kanan atas.

C.  Penyajian Informasi

Bagian  ini mencakup bagaimana sistem menyimpan, mengolah dan menampilkan data yang sudah dimasukan oleh user, untuk data yang akan dibahas yaitu data daftar dan data produk.

Data yang sudah dimasukan oleh  user  akan disimpan pada  database, gambaran dari proses tersebut disajikan pada digram kelas. Pada diagram kelas ini terdapat dua kelas yaitu kelas daftar dan  kelas  produk,  dimana  database  tersebut  belum  terisi  oleh  data  dari  kedua  kelas  dikarenakan belum ada data yang di input oleh user.

Untuk  mengisi  data  pada  kedua  kelas  dibutuhkan  sebuah  query  yang  berfungsi  untuk menambahkan  data  pada  tabel,  query  yang  digunakan  adalah  insert.

Untuk bisa menampilkan data  yang tersimpan pada  database  dibutuhkan sebuah  script  atau method  dengan  bahasa  pemrograman  PHP,  bahasa  pemrograman  PHP  merupakan  script  yang terintegrasi  dengan  HTML  dan  berada  pada  server  (server  side  HTML  embedded  scripting)  [12].

Pada akhirnya penelitian ini sudah melengkapi penelitian sebelumnya  yang ada di Sekolah

Tinggi Teknologi Garut dan menghasilkan sistem informasi hasil pertanian yang dilengkapi dengan fitur pedaftaran dan fitur perekaman data serta penyajian informasi bagi masyarakat umum.

 

RINGKASAN HASIL

A.
Bagian ini menunjukan bagaimana cara petani dapat melakukan pendaftaran secara langsung kepada sistem, sebagaimana terlihat pada use case diagram terdapat dua aktor yaitu petani dan admin, petani akan memilih menu daftar untuk membuka form pendaftaran, pada form ini petani akan mengisikan data yang akan dipakai untuk mendapatkan hak akses, sedangkan admin memantau supaya hanya petani yang melakukan pendaftaran.
Setelah mengisi data pada form pendaftaran petani akan memilih untuk mengirim data kepada sistem, data tersebut disimpan pada tabel daftar yang terdapat pada database.
Adapun desain antar muka yang bisa dilihat secara langsung oleh petani disimpan pada halaman utama, tujuannya untuk memudahkan petani dalam mencari fitur pendaftaran, dengan desain menu yang menarik memungkinkan menu tersebut bisa dilihat secara jelas.


B.

Sebelum memasukan data produk kepada sistem, petani harus melakukan login terlebih dahulu pada form login sesuai dengan hak akses yang didapatkan pada saat melakukan pendaftaran, proses tersebut digambarkan dengan use case digaram.
Setelah melakukan login petani masuk pada sistem, di halaman utama petani akan memilih menu produk, dimana pada menu produk ini terdapat beberapa aksi yang bisa dilakukan diantaranya menambah, mengubah dan menghapus data produk, selain itu petani juga bisa melihat secara detail data produk.
Data yang sudah ditambahkan maupun dikelola oleh petani akan diproses untuk kemudian disimpan pada database, gambaran dari proses tersebut disajikan pada diagram kelas. Dimana pada diagram kelas ini terdapat kelas produk dan kategori produk, kategori produk merupakan kelas yang menampung data dari jenis produk sedangkan untuk kelas produk menampung data dari kategori produk.


C.
Bagian ini mencakup bagaimana sistem menyimpan, mengolah dan menampilkan data yang sudah dimasukan oleh user, untuk data yang akan dibahas yaitu data daftar dan data produk.
Data yang sudah dimasukan oleh user akan disimpan pada database, gambaran dari proses tersebut disajikan pada digram kelas. Pada diagram kelas ini terdapat dua kelas yaitu kelas daftar dan kelas produk, dimana database tersebut belum terisi oleh data dari kedua kelas dikarenakan belum ada data yang di input oleh user.
Pada akhirnya penelitian ini sudah melengkapi penelitian sebelumnya yang ada di Sekolah Tinggi Teknologi Garut dan menghasilkan sistem informasi hasil pertanian yang dilengkapi dengan fitur pedaftaran dan fitur perekaman data serta penyajian informasi bagi masyarakat umum.

RESUME JURNAL REGRESI LINIER SEDERHANA

 

Nama               : Dewi Apriliana

NIM                : 18542011065

Semester          : 5 (Pagi)

Fakultas           : Pertanian

RESUME JURNAL REGRESI LINIER SEDERHANA

Judul Jurnal     : Analisis Bantuan Traktor dalam Meningkatkan Pendapatan Petani

  di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu

Judul               : Bantuan Traktor dalam Meningkatkan Pendapatan Petani

Volume           : Vol. 04 No. 02

Tahun              : Juli  2014

Penulis             : Husmaruddin dan Salma

Latar Belakang

Jurnal ini di latar belakangi oleh fungsi traktor  pertanian  yang saat  ini  menjadi komponen yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian dan pedesaan. Kita  bisa saksikan bahwa penduduk telah melakukan peralihan dari pengerjaan pengolahan sawah dengan menggunakan hewan atau tenaga otot, kini sebagian besar telah beralih menggunakan traktor karena lebih cepat dan efisien.

Tujuan Penulisan Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah bantuan traktor dapat meningkatkan pendapatan petani yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu.

Metode

Jurnal ini menggunakan beberapa metode, antara lain:

1.  Analisis Regresi Sederhana

Regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear dan pengaruh antara satu variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) yang bertujuan untuk  mengetahui  arah  hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen guna memprediksi nilai dari variabel dependen apabila  nilai  variabel  independen mengalami kenaikan atau penurunan.

Y = a + bx

Dimana:


Y = Pendapatan Petani

a = Konstanta

X = Bantuan Traktor

b = Koefisien  regresi  yaitu  besarnya perubahan  yang  terjadi  pada  Y jika  satu unit  perubahan  pada  variabel  sederhana (variabel x)


2.  Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi  adalah  antara  nol dan satu. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel  independen memberikan  hampir  semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi-variabel dependen.

Hasil Penelitian


Tabel 1 menunjukkan jumlah sampel yang diambil dari tahun 2009  sampai 2013. Jumlah sampel tersebut diambil secara objektif  dengan jumlah yang proposional untuk mewakili seluruh populasi penelitian.

Tabel 2 menunjukan pendapatan petani tahun 2009 dengan  luas  lahan  9H  dengan  pendapatan Rp66.525.000,-. Nilai rata rata pendapatan petani tahun 2009 dengan cara Pendapatan petani di bagi dengan jumlah petani yang mendapatakan bantuan. Rp66.525.000 /7 = Rp9.503.571,-

Tabel  3 Menunjukan  pendapatan  petani yang mendapatkan bantuan traktor tahun 2010 luas lahan 12H  dengan  pendapatan  Rp90.404.500,-. Nilai rata rata dari pendapatan total petani di bagi  dengan  petani  petani  yang mendapatkan bantuan tahun 2010. Rp90.404.500,-/8 = Rp11.300.563,-

Tabel  4  menunjukan  jumlah  pendapatan petani tahun 2011 dengan luas lahan 19H dengan pendapatan  Rp.  180.000.000,-. Rata-rata jumlah  pendapatan  di  bagi  dengan Petani  yang  mendapatkan  bantuan  traktor  yaitu  : Rp. 180.000.000,- / 12 Bantuan = Rp. 15.007.500,-

Tabel  5  menunjukan  jumlah  pendapatan petani  pada  tahun  2012  dengan  luas  lahan  43H dengan  nilai  pendapatan  Rp.383.471.500,- Nilai rata rata pendapatan dibagi dengan bantuan traktor sama dengan Rp.16.019.646,-.

Tabel  6  menujukan  bahwa  pendapatan petani  tahu  2013,  luas  lahan  25  ½  H  dengan jumlah pendapatan sebesar Rp253.435.000,-  Nilai rata-rata petani yaitu  pendapatan  di  bagi  dengan jumlah  bantuan  traktor  sama  dengan Rp16.895.666,-

Tabel  7  menujukan  nilai  pendapatan  rata-rata  petani  yang  menerima  bantuan  traktor  di Kecamatan  Ponrang  Selatan  Kabupaten  Luwu Mulai dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013.


Analisis Data Regresi Sederhana

Dari  hasil  tersebut  apabila  ditulis  dalam bentuk  standardized  dari  persamaan  regresinya adalah sebagai berikut :

Y = a + bx

Y = 8959307,493 + 362581,948 X

Karna  Nilai  Koefisien  b  =  362581,948 maka  model  regesinya  bernilai  positif  atau  searah yang artinya setiap ada penambahan 1 unit baruan traktor  maka  meningkatpulah  pendapatan  petani sebesar Rp362,581,948

Analisis Data Koefisien Determinasi

R  =  0,777  berada  di  antra  nilai  0,604  –1,000  dapat  di  simpulkan  bahwa  antara  bantuan traktor (X) dengan pendapatan petani (Y)  sangat kuat. Hasil  perhitungan  dengan  menggunakan program  SPSS  versi  15  dapat  diketahui  bahwa koefisien  determinasi (Squere  R2)  yang  diperoleh sebesar  0,604.  Hal  ini  berarti  60,4%  Bantuan Traktor dapat dijelaskan oleh variabel pendapatan, sedangkan  sisanya  yaitu  39,6%  dipengaruhi  oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian  ini,  seperti  penggunaan  pupuk, BBM, racun,  sewah  buruh  dari  petani  yang  tidak mendapatkan batuan traktor.

Kesimpulan

Berdasarkan  pada  hasil  analisis  regresi sederhana yang telah dilakukan pada penelitian ini, didapat persamaan regresi sebagai berikut :

Y = a + bx

Y = 8959307,493 + 362581,948X

Hipotesisnya  :  ada  pengaruh  yang signifikan  antara  bantuan  traktor  dan  pendapatan petani  yang  ada  di  Kecamatan  Ponrang  Selatan Kabupaten Luwu. Dimana setiap ada  penambahan 1  unit  bantuan  traktor  makan  pendapatan  petani meningkat sebesar Rp.362,581,948

Kelebihan dan Kekurangan

-          Bagi  petani  yang  sudah  mendapatkan bantuan  traktor  dapat  memanfaatkannya  dengan baik  sehingga dapat meningkatkan  hasil produksinya  dengan  baik.

-          Bagi  pemerintah  di  Daerah  Kabupaten Luwu  jangan  cuma  kelompok  tani  saja  yang diutamakan  untuk  diberikan  bantuan  traktor  tapi coba lihat  petani  yang  tidak mempunyai lahan yang cukup luas untuk diberikan bantuan  traktor.

-          Peneliti  sangat  sulit  untuk  bertemu langsung dengan petani di rumah sehingga peneliti harus turun langsung kelapangan.

 

RESUME JURNAL REGRESI LINIER BERGANDA

Judul Jurnal     : Analisis Pengaruh Luas Penggunaan Lahan dan Tinggi Tempat

  Terhadap Produksi Padi di Kabupaten Semarang Tahun 2018

Judul               : Pengaruh Luas Penggunaan Lahan dan Tinggi Tempat

  Terhadap Produksi Padi

Volume           : Vol. 3

Tahun              : 2020

Penulis             : Endang Setyowati dan Mashuri

Latar Belakang

Jurnal ini di latar belakangi oleh pertumbuhan  jumlah  penduduk  Kabupaten  Semarang  tidak  disertai  dengan  pertumbuhan  produksi  pangan yang  seimbang yang menyebabkan Kabupaten  Semarang  memiliki  ketergantungan terhadap impor bahan pangan dari daerah lain.

Tujuan Penulisan Jurnal

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh luas lahan  dan  tinggi  tempat  terhadap  produksi  padi  di  Kabupaten  Semarang.

Metode

Jurnal ini menggunakan beberapa metode, antara lain:


1.      Analisis Regresi

2.      Analisis Asumsi Klasik

3.      Uji Normalitas

4.      Uji Multikolinearitas

5.      Uji Autokorelasi

6.      Uji Heterokedatisitas

7.      Analisis Regresi Linear Sederhana

8.      Analisis Regresi Nonlinear

9.      Analisis Regresi Linear Berganda

10.  Koefisien Korelasi

11.  Software SPSS


Hasil Penelitian


Data  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  diambil  dari  Buku  Kabupaten  Semarang  Dalam  Angka  2019 yang diambil pada tanggal 25 September pada pukul 10:09 WIB.


 

 

 

Pengujian Asumsi Regresi Sederhana


o   Uji Normalitas

Menentukan Hipotesis

H0: Variabel Produksi Padi (Y) berdistribusi normal.

H1: Variabel Produksi Padi (Y) berdistribusi tidak normal.

Pada Tabel 2 diperoleh nilai sig adalah 0,616 > 0,05 maka H0 diterima. Artinya data variabel produksi padi (Y) berdistribusi normal. Sehingga data yang  diperoleh  dapat dianalisis lebih lanjut dengan metode regresi sederhana maupun regresi ganda.

 

o   Uji Homogenitas

Menentukan Hipotesis

H0: Data variabel Produksi Padi (Y) homogen.

H1: Data variabel Produksi Padi (Y) tidak homogen.

Pada Tabel 3 diperoleh  nilai kurtosis sebesar 0,875 yang menunjukan nilai positif tersebut mendekati nol sehingga H0 diterima artinya data variabel terikat memiliki varian yang sama atau homogen.

o   Pengaruh Banyaknya Luas Lahan Terhadap Produksi Padi

Menentukan Hipotesis

𝐻0: 𝛾  =  0 (koefisien regresi tidak signifikan)

𝐻1: 𝛾    0 (koefisien regresi signifikan)

Pada  Tabel 4  diperoleh nilai sig pada Constant sebesar 0,064 dan nilai sig pada variabel luas lahan sebesar 0,000. Karena nilai sig (luaslahan) = 0,000 < α = 0,05 maka H0 ditolak. Nilai a = - 3287,146 dan b = 13,065, jadi persamaan regresi  𝑧 ̂= −3287,146 + 13,065𝑦.

Pada  Tabel 5  diperoleh < 0,05 berarti nilai F = 124,067 , sig = 0,000 tolak H0. Jadi, ada relasi linier antara Produksi Padi (Y) dan Luas Lahan (X1).

 

Pada Tabel 6 diperoleh nilai koefisien korelasi antara variabel Produksi Padi (Y) dengan Luas Lahan (X1) sebesar 0,938 yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Diperoleh pula nilai R  Square sebesar 0,879 atau 87,9% dan 12,1% sisanya disebabkan oleh faktor lainnya.

 

 

o   Pengaruh Banyaknya Tinggi Tempat terhadap Produksi Padi

Menentukan Hipotesis

𝐻0: 𝛾  =  0 (koefisien regresi tidak signifikan)

𝐻1: 𝛾    0 (koefisien regresi signifikan)

Pada Tabel 7 diperoleh nilai sig pada Constant sebesar 0,082 dan nilai sig pada variabel tinggi tempat sebesar  0,000.  Karena  nilai  sig  (tinggi  tempat)  =  0,000  <  𝛽  =  0,05  maka  H0  ditolak.  Nilai  a  = 119350,168 dan b = -0,005, jadi persamaan regresi  𝑧 ̂ = 119350,168 − 0,005𝑦.

Pada  Tabel 8  diperoleh  <  0,05 berarti nilai F =  29,484, sig = 0,000 tolak H0. Jadi, ada relasi linier antara Produksi Padi (Y) dan Tinggi Tempat (X2).

 

Pada  Tabel  9  diperoleh  nilai  koefisien  korelasi  antara  variabel  Produksi  Padi  (Y)  dengan  Tinggi Tempat  (X2)  sebesar  0,796  yang  menunjukkan  hubungan  yang  kuat.  Diperoleh  pula  nilai  R  Square sebesar 0,634 atau 63,4% dan 36,6% sisanya disebabkan oleh faktor lainnya.


Pengujian Asumsi Regresi Ganda


o   Uji Normalitas

Menentukan Hipotesis

H0: Variabel Produksi Padi (Y) berdistribusi normal.

H1: Variabel Produksi Padi (Y) berdistribusi tidak normal.

Pada  Tabel  10  diperoleh  nilai  sig  adalah  0,616  >  0,05  maka  H0  diterima.  Artinya  data  variabel produksi padi (Y) berdistribusi normal. Sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis lebih lanjut dengan metode regresi sederhana maupun regresi ganda.

o   Uji Multikolinearitas

Menentukan Hipotesis

H0: Tidak terjadi multikolinearitas antara variabel independen.

H1: Terjadi multikolinearitas antara variabel independen.

Pada Tabel 11 diperoleh nilai  VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel Luas Lahan (X1) adalah 1,103  sedangkan  untuk  variabel  tinggi  tempat  (X2)  juga  1,103  yang  mana  kedua  variabel  tersebut memiliki nilai kurang dari 10. Kemudian untuk nilai Tolerance, untuk variabel Luas Lahan (X1) adalah 0,907  sedangkan  untuk  variabel  tinggi  tempat(X2)  adalah  0,907  yang  mana  kedua  variabel  tersebut memiliki nilai lebih dari 0,1 maka dapat  disimpulkan bahwa H0  diterima yang artinya tidak terjadi proses multikolinearitas diantara variabel-variabel Independen.

o   Uji Autokorelasi

Menentukan Hipotesis

H0: Tidak terdapat autokorelasi pada model regresi.

H1: Terdapat autokorelasi pada model regresi.

Pada Tabel 12  diperoleh nilai  Asymp.sig. (2-tailed) sebesar  0,159  > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa  tidak  terjadi  masalah  autokorelasi.  Dengan  demikian  masalah  autokorelasi  yang  tidak  dapat terselesaikan dengan Durbin Watson dapat teratasi melalui Uji Run Test sehingga analisis regresi linear dapat dilanjutkan.

o   Uji Heterokedatisitas

Menentukan Hipotesis

H0: Tidak terjadi heteroskedastisitas pada variabel Independen.

H1: Terjadi heteroskedastisitas pada variabel Independen

Pada Tabel 13 diperoleh nilai  Sig. untuk  variabel Luas Lahan (X1) adalah sebesar 0,476 > 0,05 maka pada variabel Luas Lahan (X1) tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Untuk variabel tinggi tempat (X 2) diperoleh  nilai  Sig  sebesar  0,237  >  0,05  maka  variabel  tinggi  tempat  (X2)  tidak  terjadi  gejala heteroskedastisitas.  Jadi  dapat  disimpulkan  bahwa  tidak  terjadi  gejala heteroskedastisitas  pada  variabel independen.

Persamaan Regresi Ganda

Pada Tabel 14 diperoleh nilai persamaan regresi gandanya adalah:

Y = a + b1 X1 + b2 X2

Y  = −2716,224 + 12,971X1– 0,790X2

Dimana:

a.  Konstanta = – 2716,224 artinya apabila variabel Luas Lahan dan tinggi tempat adalah nol, maka

variabel Produksi Padi bernilai sebesar – 2716,224

b.  Luas Lahan (X1) = 12,971 yang artinya untuk setiap Luas Lahan  naik satu satuan, nilai variabel

Produksi Padi akan naik sebesar 12,971 dengan asumsi bahwa variabel tinggi tempat adalah nol.

c.  Tinggi  tempat  (X2)  =  -0,790  yang  artinya  untuk  setiap  tinggi  tempat  naik  satu  satuan,  nilai variabel  Produksi  Padi  akan  turun  sebesar  0,790  dengan  asumsi  bahwa  variabel  Luas  Lahan adalah nol.

o   Uji Kelinearan Regresi Ganda

Pada  Tabel  15  diperoleh  nilai  Sig  sebesar  0,000  <  𝛽  =  0,05   maka  H0  ditolak  yang  artinya koefisien regresi signifikan antara Luas Lahan (X1) dan Tinggi Tempat (X2) terhadap Produksi Padi (Y). Dengan kata lain variabel X1 dan X2 dapat digunakan untuk memprediksi variabel Y.

Koefisien Korelasi Regresi Ganda

Pada Tabel 16  diperoleh nilai  koefisien korelasi regresi ganda yang dilihat dari nilai R sebesar 0,938 yang  mana  nilai  tersebut  sangat  mendekati  1.  Artinya  kedua  variabel  tersebut  secara  bersama -sama mempunyai hubungan sangat kuat dengan variabel Y yaitu sebesar 93,8 %.

 

Koefisien Determinasi Regresi Ganda

Pada Tabel 17  diperoleh nilai  koefisien  determinasi regresi ganda yang dilihat dari nilai R2 sebesar 0,880.  Artinya  kedua  variabel  tersebut  secara  bersamasama  mempengaruhi  variabel  Y  yaitu  sebesar 88,0%, sedangkan sisanya sebesar 12,0 % dipengaruhi oleh variabel lain.



Kesimpulan

1.      Faktor luas lahan dan tinggi tempat  berpengaruh  positif  terhadap  produksi  padi.

2.      Dari  analisis  koefisien  korelasi  regresi  ganda sebesar  0,938  yang  menunjukkan  bahwa  nilai  tersebut  sangat  mendekati  1,  yang  menyatakan  bahwa kedua  variabel  secara  bersama-sama  mempunyai  hubungan  sangat  kuat  dengan  variabel  Produksi  Padi (Y)  sebesar  93,8  %.  Dari  analisis  koefisien  determinasi  regresi  ganda,  semua  variabel  bebas  yang  ada secara  bersama-sama  memberikan  sumbangan  pengaruh  terhadap  variabel  Produksi  Padi  (Y)  sebesar 0,880 = 88,0 % dan 12,0% dipengaruhi oleh variable lain.

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...