MASALAH
KETENAGAKERJAAN
PHK MENDADAK
Pembimbing:
Bu Tutik
Nama Kelompok 1
XI IPS-1:
1.
Dewi Apriliana [06]
2.
Herliana Ananta Putri [14]
3.
Liaoktany Cella Cerlimilenda [15]
4.
Rafika Ulin Nuha [19]
5.
Siti Lilik Nur Rohmah [23]
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat taufik dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Permasalahan Ketenagakerjaan
yang sedang berkembang di masyarakat yang berjudul "PHK Mendadak”
Sejalan dengan itu semua, kami
berusaha agar makalah ini dapat mudah dimengerti dan dipahami. Dalam
menyelesaikan makalah ini kami mendapat bantuan dari berbagai
pihak, Terimakasih kepada:
1. Ibu
Tutik
selaku guru pembimbing mata pelajaran Ekonomi
2. Teman-Teman
yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas
3. Orang
tua yang telah mendukung
4.
Media Internet yang telah mempermudah menyelesaikan tugas.
Harapan
kami semoga Makalah
ini memberi informasi bagi masyarakat
dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu Ekonomi kita semua.
Bojonegoro, September
2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG 1
1.2.RUMUSAN MASALAH 1
1.3.TUJUAN PEMBAHASAN 1
BAB II : ISI
2.1. MASALAH 2
2.2. JUMLAH PHK 2
2.3. PENYELESAIAN 3
BAB III : PENUTUP
3.1. KESIMPULAN 4
3.2. SARAN 4
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
PT Transjakarta didirikan pada 15
Januari 2004. Kantor pusat berada di jakarta. Ada 228 pemberhentian/halte yang
berada di jabodatabek.
Transjakarta adalah sistem transportasi
bus Rapid Transit pertama di Asia
tenggara dan selatan yang beroperasi sejak 2004 di wilayah Jabodetabek.
Transjakarta dirancang sebagai mode
transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat.
1.2.RUMUSAN MASALAH
- Apa masalah yang sedang dihadapi
oleh Transjakarta?
- Berapa jumlah orang yang di-PHK?
- Bagaimana menyelesaian masalah yang
dilakukan Transjakarta?
1.3.TUJUAN PEMBAHASAN
- Untuk mengetahui permasalahan yang
dihadapi Transjakarta
- Untuk mengetahui berapa jumlah
orang yang di-PHK
- Untuk mengetahui penyelesaian masalah
Transjakarta
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. MASALAH
Semula ada tiga masalah yang dihadapi TJ selama beberapa
tahun, yaitu:
1. Jumlah
armada terbatas,
2. Jumlah SPBBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) minim,
3. Jalurnya
tidak steril.
Ketiganya itu membuat masa tunggu penumpang menjadi lama,
sehingga TJ ditinggalkan oleh banyak penumpang. Namun sekarang ketiganya
mulai terurai.
1.
Jumlah armada bertambah setelah ada bantuan bus
dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Perhubungan.
2.
Keterbatasan SPBBG terurai dengan adanya
diversivikasi bahan bakar yang tidak harus gas, tapi ada yang memakai solar.
3.
Jalur yang
tidak steril sekarang diusahakan steril dengan memasang separator tinggi
sehingga membuat kendaraan pribadi dapat keluar masuk jalur TJ seenaknya
seperti semula.
Namun saat ketiga masalah mulai terurai, muncul persoalan
lain yang bersifat managerial dengan yang muncul ke permukaan ketika 31 Agustus
2016 lalu sejumlah mantan karyawan PT TJ mengadukan nasibnya ke Komnas HAM
karena kontraknya diputus tanpa melalui prosedur yang benar. Dari kasus itu
terungkap bahwa selama ini PT TJ melanggar UU Ketenagakerjaan karena
memperkerjakan orang lebih dari lima tahun tapi dengan sistem kontrak tahunan.
2.2. JUMLAH PHK
Pemutusan
Hubungan Kerja (PHK)
1.
Karyawan organik PT TJ saja yang mencapai 150
orang
2.
Karyawan konsorsium yang menjadi operator
Transjakarta Busway sejak awal, yaitu PT TB (Trans Batavia) mencapai 414 orang,
3.
PT. JMT (Jakarta Mega Trans) mencapai 168, dan
4.
PT. JTM
(Jakarta Trans Metropolitan) 160 orang
Ketika Pemrpov DKI Jakarta belum berfikir layanan
transportasi bagi warganya, para operator itulah yang melayani warga Jakarta
maupun orang yang d Jakarta. Pada saat Pemprov DKI Jakarta akan memulai proyek
busway (jalur khusus bus), para operator tersebut dibujuk agar trayek mereka dipakai
untuk jalur bus TJ, dan sebagai kompensasinya mereka diiming-imingi menjadi
operator busway melalui konsorsium. Namun, ketika jalur mereka telah diakuisisi
untuk TJ, hak mereka sebagai operator dimatikan.
Kasus dimatikannya konsorsium operator oleh PT TJ ini
merupakan tragedi pengusaha angkutan di Jakarta yang merupakan pionir bisnis
transportasi umum di Jakarta dan sekaligus pionir untuk keberadaan TJ. Dari
segi bisnis ini merupakan preseden buruk karena tidak memberikan jaminan
investasi bagi swasta.
Ke depan akan semakin sulit mendorong swasta untuk melakukan
investasi di sektor layanan transportasi karena mereka khawatir usaha mereka
akan dimatikan di tengah jalan pada saat investasi belum menguntungkan. Oleh
karena itu, persoalan hubungan kerja antara PT TJ dengan para konsorsium
operator TJ itu perlu menjadi perhatian serius dari Pemerintah karena hal itu
bukan hanya menyangkut persoalan perdata yang berdampak pada bangkrutnya pionir
pengusaha angkutandi Jakarta dan dipecatnya ratusan karyawan mereka, tapi
secara ekonomi politik akan berpengaruh terhadap minat swasta untuk investasi
dalam sektor layanan transportasi umum.
2.3. PENYELESAIAN
1.
Pengembangan sistem BRT
2.
Belajar dari PT KAI
Belajar dari pengalaman PT KAI dibawah
kepemimpinan Ignatius Jonan yang berhasil melakukan transpormasi kelembagaan
menjadi korporasi yang profesioal dan mensejahterakan karyawan, sekaligus mampu
menciptakan layanan kereta api (KA) yang manusiawi dan beradab tanpa harus
mengorbankan banyak pihak yang telah berkontribusi mengoperasikan KA
sebelumnya, direksi PT TJ semestinya dapat belajar dari PT KAI.
Yang dilakukan oleh Ignatius Jonan saat merubah
kultur di PT KAI menjadi lebih professional dan berorientasi pada pelayanan
adalah dengan menantang kepada setiap insan di PT KAI untuk melakukan
perubahan, bagi yang tidak siap, boleh mengundurkan diri. Dan ternyata, semua
siap diajak berubah total tanpa harus melakukan PHK pada mereka yang sudah lama
bekerja di PT KAI.
BAB III
KESIMPULAN
3.1.KESIMPULAN
Masalah
yang dihadapi oleh Transjakarta adalah jumlah armadanya yang terbatas, jumlah
SPBBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) masih minim, dan jalurnya tidak
steril.
Ini
mengakibatkan banyaknya PHK di Transjakarta ini, yakni karyawan organik PT TJ
saja yang mencapai 150 orang, karyawan konsorsium yang menjadi operator
Transjakarta Busway sejak awal, yaitu PT TB (Trans Batavia) mencapai 414 orang,
PT. JMT (Jakarta Mega Trans) mencapai 168, dan PT. JTM (Jakarta Trans
Metropolitan) 160 orang.
3.2.SARAN
PT
Transjakarta bisa belajar dari PT KAI dengan menjadi lebih professional dan
berorientasi pada pelayanan adalah dengan menantang kepada setiap insan di PT
KAI untuk melakukan perubahan, bagi yang tidak siap, boleh mengundurkan diri.
DAFTAR PUSTAKA
No comments:
Post a Comment