Kebijakan Moneter PT Semen Gresik Tbk


KEBIJAKAN MONETER
PT SEMEN GRESIK Tbk

Pembimbing:
Bu Tutik, S.Pd

Nama Kelompok XI IPS-1:
Alfianti Nur Fauzia                [02]
Dewi Apriliana                       [06]
Putu Marcelia Amandari       [18]
Rafli Adam Handoyo            [20]
Rika Febriani                         [21]

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan “Kebijakan Moneter PT Semen Gresik Tbk.”
Sejalan dengan itu semua, kami berusaha agar laporan ini dapat mudah dimengerti dan dipahami. Dalam menyelesaikan laporan  ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak, Terimakasih kepada:
1.      Ibu Tutik, S.Pd selaku guru pembimbing mata pelajaran Ekonomi,
2.      Teman-Teman yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas,
3.      Orang tua yang telah mendukung,
4.      Media internet yang membantu.
Harapan kami semoga laporan ini  memberi informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu sosial ekonomi kita semua.







Bojonegoro,..... Februari 2017

Penulis


DAFTAR ISI
Halaman Judul                                                                                                          i
Kata Pengantar                                                                                                         ii
Daftar Isi                                                                                                                    iii
Bab I : Pendahuluan
  1. Latar Belakang Masalah                                                                              1
  2. Rumusan Masalah                                                                                        1
  3. Tujuan Pembahasan                                                                                     2
  4. Manfaat Penulisan                                                                                        2
  5. Metode Yang Digunakan                                                                             2
Bab II : Pembahasan
  1. PT Semen Gresik. Tbk                                                                                 3
  2. Dampak Kebijakan Moneter Terhadap Perusahaan                                3
  3. Solusi Dari Adanya Kebijakan Moneter                                                    4
Bab III : Penutup
  1. Kesimpulan                                                                                                    6


BAB I
PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG MASALAH
Kebijakan moneter pada dasarnya merupakan suatu kebijakan yang bertujuan untuk mencapai keseimbangan internal (pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga, pemerataan pembangunan) dan keseimbangan eksternal (keseimbangan neraca pembayaran) serta tercapainya tujuan ekonomi makro, yakni menjaga stabilisasi ekonomi yang dapat diukur dengan kesempatan kerja, kestabilan harga serta neraca pembayaran internasional yang seimbang. Apabila kestabilan dalam kegiatan perekonomian terganggu, maka kebijakan moneter dapat dipakai untuk memulihkan (tindakan stabilisasi). Pengaruh kebijakan moneter pertama kali akan dirasakan oleh sektor perbankan, yang kemudian ditransfer pada sektor riil.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.

2.      RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu PT Semen Gresik. Tbk?
2.      Bagaimana dampak kebijakan moneter terhadap perusahaan?
3.      Bagaimana solusi dari adanya kebijakan tersebut?


3.      TUJUAN PEMBAHASAN
1.      Untuk mengetahui PT Semen Gresik. Tbk,
2.      Untuk mengetahui bagaimana dampak kebijakan moneter terhadap PT Semen Gresik. Tbk,
3.      Untuk mengetahui bagaimana solusi dari adanya kebijakan moneter.

4.      MANFAAT PENULISAN
Manfaat pembuatan makalah ini, yaitu untuk menambah pengetahuan tentang Kebijakan Moneter PT Semen Gresik. Tbk dan juga untuk kita agar mengetahui lebih dalam tentang pelajaran Ekonomi.

5.      METODE YANG DIGUNAKAN
Metode Kepustakaan














BAB II
ISI
1.      PT SEMEN GRESIK. TBK
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (dahulu PT Semen Gresik (Persero) Tbk) adalah produsen semen yang terbesar di Indonesia. Pada tanggal 20 Desember 2012, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk resmi berganti nama dari sebelumnya bernama PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya sehingga menjadikannya BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat.
Pada tanggal 20 Desember 2012, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan, resmi mengganti nama dari PT Semen Gresik (Persero) Tbk, menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Penggantian nama tersebut, sekaligus merupakan langkah awal dari upaya merealisasikan terbentuknya Strategic Holding Group yang ditargetkan dan diyakini mampu mensinergikan seluruh kegiatan operasional. Saat ini kapasitas terpasang Semen Indonesia sebesar 29 juta ton semen per tahun, dan menguasai sekitar 42% pangsa pasar semen domestic

2.      DAMPAK KEBIJAKAN MONETER TERHADAP PERUSAHAAN
1.       Perubahan pada produktivitas, aktivitas produksi masyarakat setempat.
2.       Perubahan fungsi lahan-lahan pertanian menjadi daerah hunian dan berbagai macam bangunan.
3.       Perubahan fungsi lahan perikanan menjadi daerah industri dengan tingkat kepadatan yang tinggi.
4.       Perpindahan tempat tinggal yang berarti tergusurnya masyarakat lokal dan digantikan oleh masyarakat pendatang yang memiliki modal lebih besar.
5.       Hilangnya mata pencaharian sebagian besar masyarakat wilayah Pati Selatan yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan lahan pertanian.
6.       Hilangnya semangat kebersamaan dikarenakan tenaga kerja yang diserap oleh industri semen jelas tidak akan menampung seluruh tenaga kerja yang telah kehilangan lahan pertanian. Kondisi ini jelas akan memicu persaingan yang menjurus pada konflik pada masyarakat sekitar lokasi pabrik semen.
7.       Rusaknya tatanan sosial dan budaya karena proses industrialisasi jelas akan memunculkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang cenderung menuju ke arah kemaksiatan.

3.      SOLUSI DARI ADANYA KEBIJAKAN MONETER
1.      Menambah Hasil Produksi
Untuk menambah hasil produksi pemerintah dapat memberikan subsidi dan premi atau membuat peraturan yang mendorong pengusaha-pengusaha menjadi lebih produktif sehingga mampu menambah hasil produksi. Dengan bertambahnya hasil produksi berupa barang dan jasa diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar.
2.      Mempermudah Masuknya Barang Impor
Dengan masuknya barang impor jumlah barang yang masuk ke dalam negeri menjadi lebih banyak dan diharapkan mampu mengimbangi jumlah uang yang beredar. Untuk mempermudah masuknya barang impor dapat melalui penurunan bea masuk impor dan mempermudah aturan impor.
3.      Tidak Mengimpor Barang-Barang Dari Negara Yang Sedang Mengalami Inflasi
Untuk mencegah menularnya imported inflation ( inflasi dari luar negeri ) sebaiknya pemerintah tidak mengimpor barang-barang dari negara yang sedang mengalami inflasi yang umumnya menjual barang dengan harga lebih mahal.

4.      Dengan Menetapkan Harga Maksimum
Agar harga tidak terus-menerus naik, pemerintah dapat menerapkan harga maksimum sehingga produsen ( penjual ) tidak bisa menjual melebihi harga maksimum.
5.      Melarang Penimbunan Barang Yang Biasa Dilakukan Pedagang
Penimbunan barang dapat menyebabkan langkanya barang dipasaran sehingga memicu kenaikan harga-harga. Dengan melarang penimbunan berarti mencegah kenaikan harga-harga.
6.      Dengan Menjaga Kestabilan Tingkat Upah
Dengan menjaga kestabilan tingkat upah ( tidak membiarkan upah naik terus-menerus ) maka kenaikan biaya produksi dapat ditekan.













BAB III
PENUTUP

1.      KESIMPULAN
Yaitu krisis ekonomi dan moneter yang dialami oleh Indonesia merupakan krisis yang terburuk di antara krisis-krisis yang dialami oleh berbagai negara akhir-akhir ini. Hal ini tercermin pada belum optimalnya pertumbuhan ekonomi, ekspor dan masih lesunya investasi asing dan domestik. Alhasil, wajah perekonomian kita masih tampil lesu. Namun demikian tidak dapat dipungkiri pula bahwa banyak kemajuan yang telah kita capai terutama di sisi kestabilan ekonomi dan moneter. Hal ini tercermin dari menguatnya nilai tukar rupiah, rendahnya laju inflasi, turunnya suku bunga, dan terkendalinya pertumbuhan uang primer. Kita tentunya berharap dengan perbaikan-perbaikan di sisi tersebut, pada gilirannya akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi.

No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...