PEMANASAN GLOBAL
PEMBIMBING:
DEWI RAHAYU.SPd
NAMA KELOMPOK:
1.
ALFIANTI
NUR FAUZIA (02/X IIS-1)
2.
DEKICK
JACINDA ONE ALVINA (04/X IIS-1)
3.
DEWI
APRILIANA (06/X
IIS-1)
4.
EZZA
FENDIANSYAH PRAYOGO (08/X IIS-1)
5.
FARAJ
NAUFAL ACHMAD (10/X
IIS-1)
6.
FRIEDA
RISMA DWI NOVITA (12/X
IIS-1)
7.
HERLIANA
ANANTA PUTRI (14/X IIS-1)
8.
MUCHLISIN (16/X
IIS-1)
9.
PUTU
MARCELIA AMANDARI (18/X IIS-1)
10. RAFLI ADAM HANDOYO (20/X IIS-1)
11. RIKA FEBRIANI (22/X
IIS-1)
12. SITI LILIK NUR ROHMAH (24/X IIS-1)
13. YUMNA ALIFFA LESTARI (26/X IIS-1)
MOTTO
“SUKSES ITU
BERDIRI TEGAK DIATAS KAKI SENDIRI, BUKAN KARENA ORANG LAIN, BUKAN UNTUK ORANG
LAIN, DAN TIDAK BERSANDAR PADA ORANG LAIN”
“PEKERJAAN AKAN
LEBIH RINGAN JIKA DIKERJAKAN BERSAMA-SAMA”
“CHALLENGE, UNIQUE,
DIFFERENT IS MY POWER”
“PERCAYALAH TERHADAP
DIRIMU SENDIRI”
“BE WHAT YOU
WANT TO BE NOT WHAT OTHERS WANT TO SEE”
“THERE IS A
WILL,THERE IS A WAY”
“HIDUP SEKALI, HIDUPLAH
YANG BERARTI”
“MATI MULIA ATAU
HIDUP SENGSARA”
“LIFE IS A TEST”
“HIDUP TANPA
KERAGUAN”
“HIDUP INI HANYA
SEKALI, MAKA NIKAMTILAH”
“CINTAI ALAMMU
SEPERTI KAMU MENCINTAI DIRIMU”
“LISTEN TO THE
TRUTH OF YOUR HEART”
ABSTRAK
Secara
umum, pemanasan global(global warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu
rata-rata pada lapisan atmosfer dan
permukaan bumi. Gejala-gejala pemanasan global adalah pergantian musim
yang sulit diprediksi, sering terjadinya angin puting beliung, terumbu karang
yang memutih, dan banjir serta
kekeringan di wilayah yang tidak biasa mengalaminya.Penyebab pemanasan global dirumah
penggunaan listrik berlebihan, kurangnya pepohonan, banyaknya bangunan
menggunakan konsep rumah kaca. Penyebab pemanasan global dari lingkungan
masyarakat jumlah kendaraan yang meningkat, asappabrik, pembakaran hutan.
Penyebab pemanasan global dari alam kondisi lapisan ozon yang semakin tipis,
kondisi bumi yang tua. Penyebab pemanasan global dari pemerintah kurangnya ruang terbuka hijau diperkotaan, peningkatan
jumlah kendaraan bermotor.
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan
rahmat taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
penelitian geografi yang berjudul “Pemanasan
Global”.
Sejalan
dengan itu semua, kami berusaha agar makalah ini dapat mudah dimengerti dan
dipahami. Dalam menyelesaikan Laporan Kegiatan
ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak, Terimakasih kepada:
1. Ibu
Dewi Rahayu selaku guru pembimbing mata pelajaran geografi
2. Teman-Teman
yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas
3. Orang
tua yang telah mendukung
4. Media
Internet yang telah mempermudah
menyelesaikan tugas.
Harapan kami semoga Laporan Penelitian ini memberi informasi bagi masyarakat dan
bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu geografi kita semua.
Bojonegoro,..............................2015
Penulis
DAFTAR ISI
COVER
HALAMAN
JUDUL i
HALAMAN
MOTTO ii
ABSTRAK iii
KATA
PENGANTAR iv
DAFTAR
ISI v
DAFTAR
TABEL / FOTO vii
BAB
I : PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG 1
- TOPIK YANG DIBAHAS 1
- TUJUAN PEMBAHASAN 1
- MANFAAT PENULISAN 2
BAB
II : PENDEKATAN DAN METODE ILMIAH
- PENDEKATAN 3
- METODE PEMBAHASAN 3
BAB
III : PEMBAHASAN
- PEMANASAN GLOBAL 4
- PENYEBAB PEMANASAN
GLOBAL 5
- PEMANASAN GLOBAL
DAN TERHADAP ALAM 6
- PENGARUH PEMANASAN
GLOBAL PADA BIDANG SOSIAL DAN POLITIK 7
- CARA PENGENDALIAN
PEMANASAN GLOBAL 8
- CARA MENGHILANGKAN
KARBON 9
BAB
IV : KESIMPULAN
- KESIMPULAN 10
- SARAN 10
DAFTAR
PUSTAKA
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pemanasan
global merupakan peningkatan suhu rata-rata di bumi. Seperti, peningkatan suhu
rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi. Pemanasan global disebabkan oleh efek
gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas
manusia. Karena adanya pemanasan global suhu di planet bumi menjadi semakin panas, makin banyaknya bencana alam dan berbagai
fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali.
B.
TOPIK YANG DIBAHAS
Didalam isi karya tulis yang kami susun ini telah kami ambil
beberapa masalah, yaitu kami ingin mengatahui dampak pemanasan global secara
mendasar. Masalah tersebut kami rangkum dalam beberapa hal, yaitu :
1. apa yang dimaksud pemanasan global?
2. Apa penyebab terjadinya pemanasan
global?
3. Apa dampak dari pemanasan global
terhadap alam?
4. Apa dampak dari pemanasan global
pada bidang sosial dan politik?
5. Bagaimana cara pengendalian
pemanasan global?
C.
TUJUAN PEMBAHASAN
Tujuan kami membuat karya tulis ini bukan hanya untuk
memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Bahas Indonesia, tetapi masih banyak
tujuan lain dari pembuatan karya tulis ini, diantaranya :
1. Dapat menambah wawasan yang lebih
luas tentang pemanasan global.
2. Agar kami dan para pembaca pada
umumnya dapat mengenal lebih dalam tentang keadaan alam tempat hidupnya.
3.
Agar menjadi motivasi bagi kami dan
para pembaca untuk menjaga dan menumbuhkan rasa cintanya terhadap alam semesta
ini.
4.
Dapat menambah pengetahuan disamping
pelajaran yang diterima di sekolah.
- MANFAAT PENULISAN
Dengan adanya karya tulis ini, kami dapat lebih mengenal
luas tentang keadaan ala mini akibat adanya pemanasan global. Selain itu juga
karya tulis ini mendorong kami untuk lebih berfikir aktif secara luas dan
positif. Serta menjadi motivasi sebagai penerus bangsa supaya tetap menjaga
keutuhan alam tercinta, yaitu planet bumi.
BAB II
PENDEKATAN DAN METODE PEMBAHASAN
A.
PENDEKATAN
Dalam membuat makalah
ini kami menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang
dilakukan menggunakan alat indra tanpa mengacu pada satuan pengukuran bakku.
Data yang didapat dari penelitian kualitatif berupa deskripsi atau penjelasan
mengenai suatu keadaan atau kejadian.
B.
METODE PEMBAHASAN
Metode
pembahasan kami yaitu menggunakan metode deskriptif,yaitu penelitian yang lebih
mengarah pada pengungkapan suatu masalah atau keadaan sebagaimana adanya dan
mengungkapkan fakta-fakta yang ada,walaupun kadang-kadang diberikan interpretasi
atau analisis.
BAB
III
PEMBAHASAN
A. PEMANASAN
GLOBAL
Pemanasan
global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu rata-rata
global pada permukaan bumi telah meningkat 0,74 + 0,180C
(1,33 + 0,320F) selama ratusan terakhir. Intergovernmental
Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa “Sebagian besar peningkatan
suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke 20. Kemungkinan besar
disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia
melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah
dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik termasuk semua akademik
sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi masih terbanyak beberapa
ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC
tersebut. Model iklim yang dijadikan acuan oleh Proyek IPCC meunjukan suhu
permukaan global akan meningkat 1,1 hingga 6,40C (2,0 – 11,50F)
antara tahun 2020 dan 2140.
Perbedaan
angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda
mengeani emisi gas-gas rumah kaca pada masa mendatang. Serta model-model
sensitifitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagaian besar penelitian terfokus
pada periode sehingga tahun 2000. Pemanasan dan kenaikan muka air laut
diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari 1000 tahun. Walaupun
tingkat emisi gas rumah kaca tidak stabil ini mencerminkan besarnya kapasitas
kalor lautan.
Meningkatnya suhu global diperkitakan akan menyebabkan
perubahan-perubahan lain, seperti naiknyapermukaan air laut, meningkatnya
intensitas cuaca yang ekstrim serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Akiabat-akibat pemanasan global yang laina adalah terpengaruhnya hasil
pertanian, hilangnya gletser dan punahnya berbagai jenis hewan.
B. PENYEBAB
PEMANASAN GLOBAL
- Efek Rumah Kaca
Segala
sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari, sebagaian besar
berbentuk radiasi gelombang pendek. Ketika energi ini tiba di permukaan bumi,
ia akan berubah dari cahaya menjadi panas. Permukaan bumi, akan menyerap
sebagian panas dan memantulkan kembali. Sisanya sebagian dari panas ini
berwujud radiasi infra merah, gelombang panjang ke angkasa luar. Namun sebagian
panas tetap terperangkap di atmosfir akibat menumpuknya gas-gas rumah kaca,
antara lain: uap air, karbondioksida, sulfurdioksida, dan metana yang menajadi
perangkap gelombang radiasi ini. Jika keadaan ini terjadi terus menerus akan
mengakibatkan suhu rata-rata tahunan terus meningkat.
Dengan
semakin meningkatkany akonsentrasi gas-gas ini di atmosfir, semakian banyak
panas yang terperangkap di bawahnya. Bumi sebenarnya telah lebih panas 330C
(590F) dari suhu semulanya. Jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi
hanya -180C hingga es akan menutupi seluruh permukaan bumi. Akan
tetapi sebaiknya, apabila gas-gas tersebut berlebihan di atmosfir, akan
mengakibatkan pemanasan global.
- Umpan Balik
Umpan
balik dihasilkannya pada saat penguapan air. Pada kasus pemanasan akibat
bertambahnya gas-gas rumah kaca, seperti CO2. Pemanasan pada walnya
akan menyebabkan lebih banyaknya uap air yang menguap ke atmosfir. Karena uapm
air sendiri merupakan gas rumah kaca. Pemanasan akan terus berlanjut dan
menambah jumlah air di udara sampai tercapainya siuatu kesetimbangan
konsentrasi uap air. Umpan balik meningkatkan kandungan air di udara
namunkelembaban relatif di udara hampir konstan atau agak menurun, karena udara
menjadi menghangat. Umpan bhalik hanya berdampak secara perlahan dari bawah,
awan akan memantulkan kembali radiasi infra merah ke permukaan, sehingga akan
meningkatkan efek pemanasan. Sebaliknya jika dilihat dari atas awan tersebut
akan memantulkan sinar matahari dan radiasi infra merah ke angkasa, sehingga
meningkatkan efek pendingin.
- Variasi Matahari
Variasi
yang dihasilkan dari matahari dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik
dari awan. Variasi matahari akan memanaskan stratosfer. Fenomena variasi
matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi, mungkintelah memberikan
efek pemanasan di masa pra industri hingga tahun 1950.
Menurut
perkiraan Duke University bahwa matahari mungkin telah berkontribusi terhadap
45-50% peningkatan suhu rata-rata selama periode 1900-2000 dan sebar 25-35%
antara tahun 1980 dan 2000.
Menurut
beberapa peneliti, bahwa variasi matahari hanya membawa pengaruh kecil terhadap
pemanasan global, yaitu sekitar 0,07%.
C. PEMANASAN
GLOBAL TERHADAP ALAM
- Iklim Mulai Tidak Stabil
Selama
pemanasan global, daerah bagian utama dari belahan bumi utara akan memanas
lebih dari daerah-daerah lain. Akibatnya gunung-gunung es akan mencair Musim
tnam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan malam hari
akan cendrung meningkat. Daerah hangat akan menjadi lembab karena lebih banayak
air yang menguap dari lautan. Kelembapan yang tinggi akan meningkatkan cuaca
hujan. Badai akan menjadi lebih sering, air akan lebih cepat menguap dari tanah
yang akan dapat mengakibatkan beberapa daerah menjadi kering. Selain itu juga,
angin akan bertiup kencang dan cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih
ekstrim.
- Peningkatan Permukan Laut
Ketika
atmosfer menghangat, lapisan permukaan laut juga akan menghangat, sehingga
volumenya akan membesar dan menaikan permukaan laut. Tinggi permukaan laut
diseluruh dunia telah meningkat 10-25cm (9-10 inchi) selama abad ke 20 dan
ilmuan IPCC memprediksi peningkatan lebih lanjut 9-88cm (4-35inchi) pada abad
ke 21. Perubahan tinggi laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di daerah
pantai dan dapat menenggewlamkan beberapa negara.
- Suhu Global Cendrung Meningkat
Bagian
selatan kanada, sebagai contoh mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih
tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam. Dilain pihak, lahan
pertanian ropis semi kering di beberapa bagian Afrika mungkin tidak dapat
tumbuh. Daerah pertanian gurun yang menggunakan air irigasi dari gunung-gunung
yang jauh dapat menderita jika snowpack (kumpulan salju) musim dingin, yang
berfungsi sebagai reservoir alami, akan mencair sebelum puncak musim
bulan-bulan masa tanam. Tanaman pangan dan hutan dapat mengalami serangan
serangga dan penyakit yang lebih hebat.
- Gangguan Ekologi
Hewan
tumbuhan menjadi makhluk hidup yang sulit menghidari dari efek pemanasan ini,
karena sebagaian besar lahan telah dikuasai oleh manusia. Dalam pemanasan
global, henwan cenderung untuk bermigrasi ke arah kutub atau ke atas
pegunungan. Tumbuhan akan mengubah arah pertumbuhannya, mencari daerah baru
karena habitat lamanya menjadi terlalu hangat. Akan tetapi, pembangunan manusia
akan menghalangi perpindahan ini. Spesies-spesies yang bermigrasi ke utara atau
ke selatan yang terhalangi oleh kota-kota atau lahan-lahan pertanian mungkin
akan mati. Beberapa tipe spesies yang tidak mampu secara cepat berpindah menuju
kutub mungkin juga akan musnah.
D. PENGARUH
PEMANASAN GLOBAL PADA BIDANG SOSIAL DAN POLITIK
Perubahan
cuaca dan lautan dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang
berhubungan dengan panas dan nkematian. Temperatur yang panas juga dapat
menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.
Perubahan cuaca yang ekstrim dan peningkatan permukaan air laut akibat
mencairnya es di kutub utara dapat menyebabkan penyakit yang dengan bencana
alam (banjir, badai, dan kebakaran) dan kematian akibat trauma. Timbulnya
bencana alam biasanya disertai dengan perpindahan penduduk ke tempat-tempat
pengungsian, dimana sering muncul penyakit diare, malnutrisi, difisiensi
mikronutrien, trauma psikologis, penyakit kulit dan lain-lain.
Pergeseran
ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air. Seperti
meningkatnya kejadian demam berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru
untuk berkembangbiak. Dengan adanya perubahan iklim ini, maka munculah spesies
vektor penyakit (eq. Aedes Agipty). Virus, bakteri, plasmodium menjadi lebih
resisten terhadap obat tertentu yang targetnya adalah organisme tersebut.
Selain
itu bisa diprediksi bahwa ada beberapa spesies yang akan punah karena perubahan
ekosistem. Gradasi lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada
sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vektor-vektor diseases.
Ditambah pula dengan polusi udara hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak
terkontrol, akan berkontribusi terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan,
seperti asma, alergi, coccidiodomicosys, penyakit jantung dan paru kronis, dan
lain-lain.
E. CARA
PENGENDALIAN PEMANASAN GLOBAL
Pengendalian
dilakukan dengan cara mengatasi epek yang dilakukan sambil melakukan
langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya iklim pada masa depan.
Kerusakan yang pernah dapat diatasi dengan berbagai cara, misalnya:
- Daerah pantai dapat dilindungi
dengan dinding dan penghalang untuk mencegah masuknya air laut.
- Pemerintah dapat membantu
populasi di pantai untuk pindah ke daerah yang lebih tinggi.
Adapun
dua cara pendekatan utama untuk memperlambat semakin bertambahnya gas rumah
kaca:
- Mencegah karbon dioksida dilepas ke atmosfir dengan
menyimpan gas tersebut atau komponen karbonnya di tempat lain.
- Mengurangi produksi gas rumah
kaca.
F. CARA MENGHILANGKAN KARBON
Cara
yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida adalah dengan memelihara
pepohonan dan menanam pohon lebih banyak lagi terutama yang muda dan cepat.
Gas
karbon dioksida juga dapat dihilangkan secara langsung. Caranya dengan
menyuntikan gas tersebut ke sumur-sumur minyak untuk mendorong agar minyak bumi
keluar dari perut bumi.
BAB IV
KESIMPULAN
A.
KESIMPULAN
Pemanasan global (Global Warming) adalah
proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Suhu
rata-rata global pada permukaan bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°C (1.33 ±
0.32°F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel
on Climate Change (IPCC)menyimpulkan bahwa,
sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad
ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah
kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca. Hal-hal yang menyebabkan pemanasan global, antara
lain gas metana pada peternakan & pertanian, polusi karbondioksida ,aktivitas penebangan pohon & penggunaan pupuk kimia yang berlebihan. Akibat-akibat pemanasan
global diantaranya wabah penyakit, penurunan hasil pertanian, naiknya permukaan
air laut, dan punahnya berbagai jenis hewan. Beberapa cara untuk mengurangi
pemanasan global adalah menghemat listrik, mengurangi bangunan kaca, mengurangi
penggunaan plastik, & menanam pohon.
B.
SARAN
Kita harus menjaga kelestarian bumi kita agar dapat mengurangi pemanasan
global. Dengan cara yang sederhana saja kita bisa membantu mengurangi pemanasan
global. Contohnya lebih memilih naik sepeda daripada kendaraan bermotor, mematikan listrik yang tidak digunakan &
menanam pohon. Meskipun sepele, tapi jika kebiasaan ini terus menerus dilakukan
maka akan membuat pemanasan global semakin parah. Dan juga kita harus mengurangi pemakaian kantong plastic atau suatu benda
sekali pakai yang berbahan plastic, sekaligus kita harus bisa mendaur ulang sampah plastic tersebut menjadi
bahan pakai atau suatu benda yang berguna untuk menunjang kehidupan masyarakat.
GO GREEN! AND STOP GLOBAL WARMING
DAFTAR
PUSTAKA
No comments:
Post a Comment