Ringkasan singkat materi ekonomi kelas XI : Ketenagakerjaan

DEFINISI KETERNAGAKERJAAN

a.   Tenaga Kerja : Setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasiklan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.

b.   Angkatan Kerja : Bagian dari tenaga kerja yang aktif dalam kegiatan ekonomi. Aktif ini tidak selalu berarti sudah bekerja karena yang digolongkan sebagai angkatan kerja adalah penduduk dalam usia kerja (15 tahun ke atas) baik yang bekerja maupun yang mencari pekerjaan (pengangguran).

c. Kesempatan Kerja : Kebutuhan tenaga kerja yang kemudian secara riil diperlukan oleh perusahaan atau lembaga penerima kerja pada tingkat upah, posisi dan syarat tertentu, yang di informasikan melalui iklan, dll. Kesempatan kerja ini sering disebut lowongan kerja.

d. Pekerja : setiap orang yang menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai nilai ekonomis baik yang menerima gaji atau bekerja sendiri yang terlibat dalam kegiatan manual.

PENGANGGURAN

Seseorang dapat dikatakan sebagai pengangguran bila memenuhi salah satu kategori berikut
-Sedang tidak bekerja tetapi sedang mencari pekerjaan -Sedang mempersiapkan suatu usaha baru -Tidak memiliki pekerjaan karena merasa tidaak    mungkin mendapat pekerjaan 
-Sudah mendapat pekerjaan tetapi belum mulai bekerja

SISTEM UPAH

Sistem upah merupakan kebijakan dan strategi yang menentukan kompensasi yang diterima pekerja. Kompensasi sendiri merupakan bayaran atau upah yang diterima oleh pekerja sebagai balas jasa atas hasil kerjaan mereka.

Penghitungan Upah :

  Secara mendasar pemberian upah memiliki tiga tujuan sebagai berikut :

1.Menarik pekerja-pekerja berbakat agar masuk kedalam perusahaan tsb

2.Mempertahankan karyawan terbaik agar tidak pindah ke perusahaan lain

3.Memotivasi karyawan tersebut dalam bekerja

 BENTUK-BENTUK KOMPENSASI PEKERJA (UPAH)

-Upah berdasarkan waktu : terdiri dari upah per jam, per minggu, atau per bulan. Upah ini
dihitung berdasarkan banyaknya jam kerja
-Upah berdasarkan hasil : digunakan untuk menghargai hasil kerja berdasarkan berapa
banyak telah dihasilkan secara individu atau kelompok 
-Komisi : bayaran yang diterima berdasarkan presentase hasil penjualan 
-Bonus : upah tambahan yang diberikan kepada karyawan di samping gaji tetap yang sudah
diterima sebagai penghargaan
-Pembagian keuntungan : ide pembagian keuntungan yang diterima perusahaan digunakan
untuk meningkatkan motivasi kerja para pekerjanya. Bebrapa perusahaan memasukkan
pembagian keuntungan ini pada program pensiun

PENINGKATAN KUALITAS TENAGA KERJA

Pemerintah dpat meningkatkan kualitas kerja melalui dua jalur yaitu :
-Jalur formal :
dengan meaayelenggarakan sekolah berjenjang mulai dari SD hingga  Perguruan
Tinggi 

-Jalur Informal :
 dengan menyelenggarakan kursus-kursus yang murah, pelatihan, lokakarya, dll.

PENYEBAB PENGANGGURAN

Berikut ini adalah penyebab terjadinya pengangguran yaitu:
Penurunan Permintaan tenaga Kerja
Kemajuan Teknologi
Kelemahan pasar tenaga kerja
JENIS JENIS PENGANGGURAN

Macam-macam pengangguran dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut :

1.Pengangguran Normal : golongan angkatan kerja yang betul-betul tidak mendapatkan pekerjaan karena pendidikan dan ketrampilan yang tidak memadai.

2. Pengagguran Terselubung : Golongan angkatan kerja yang melakukan pekerjaan tetapi hasilnya tidak  mencukupi kebutuhan.

3. Pengangguran terbuka : golongan angkatan kerja yang betul-betultidak mendapatkan kesempatan bekerja sehingga tidak mendapatkan penghasilan. Jenis pengangguran ini terbagi atas :

a.Pengangguran friksional : pengangguran yang terjadi karena atas perubahan dan dinamika ekonomi

b.Pengangguran musiman : pengangguran yang terjadi karena pergantian musim sehingga mempengaruhi jumlah pekerjaan yang tersedia di beberapa industri seperti sektor pertanian

c.Pengangguran konjungtural : pengangguran yang terjadi karena berkurangnya permintaan barang dan jasa

d.Pengangguran struktural : pengangguran yang muncul akibat perubahan struktur ekonomi

e.Pengangguran sukarela : pengangguran yang terjadi karena adanya orang yang sesungguhnya masih dapat bekerja tetap[I dengan sukarela dia tidak mau bekerja karena mungkin sudah cukup dengan kekayaan yang dimiliki

f.Pengangguran deflasioner : pengangguran yang disebabkan karena lowongan pekerjaan tidak cukup untuk menampung pencari kerja

g.Pengangguran teknologi : pengangguran yang disebabkan karena kemajuan teknologi yakni pergantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin

DAMPAK PENGANGGURAN

-Dampak Ekonomi : seperti nilai GDP akan menurun, dan pendapatan nasional akan berkurang bersamaan denga turunnya standar hidup

-Dampak Sosial : seperti naiknya tingkat kejahatan, naiknya ketergantungan narkoba dan alkohol, hilangnya harga diri serta kepercayaan diri para pengangguran, dll

-Dampak Individu dan Keluarga : jumlah konsumsi akan bekurang, meningkatkan ketergantungan dengan pihak lain yang menjadi tumpangan mereka selama menganggur

 CARA MENGATASI PENGANGGURAN

1. Mengatasi pengangguran friksional dan   sukarela:
§Menarik investor baru dengan cara deregulasi dan debiokratisasi 
§Memberikan bantuan pinjaman lunak dan bantuan lain untuk memacu kehidupan industri kecil

2. Mengatasi pengangguran konjungtural :
§Meningkatkan daya beli masyarakat 
§Mengatur bunga Bank agar tidak terlalu tinggi

3. Mengatasi pengangguran struktural :
§Menyediakan lapangan kerja 
§Mengadakan pelatihan tenaga kerja 
§Menarik investor

4. Mengatasi pengangguran musiman :
§Pelatihan ketrampilan lain selain bidang yang sudah digeluti 
§Menginformasikan lowongan kerja yang ada disektor lain kepada masyarakat

5. Mengatasi pengangguran deflasioner :
§Pelatihan tenaga kerja 
§Menarik investor baru 

6. Mengatasi pengangguran teknologi :
§Pengenalan teknologi yang ada sejak usia dini Pelatihan tenaga pendidik untuk menguasai teknologi baru yang harus disampaikan pada anak

Contoh drama sederhana dan singkat kasus pembunuhan marsinah

Tahun 1993 bulan Mei tanggal 3 di kota Porong, Sidoarjo terjadi demonstrasi dari karyawan PT. CPS (Catur Putera Surya). Dikarenakan upah yang sangat minim.
Karyawan1          : Naikkan gaji kami, atau kami akan berhenti
Gubernur telah menginstruksikan dalam pasal 28D ayat (2) UUD NRI tahun 1945.
Gubernur            : Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan bekerja
4 Mei 1993. Pertemuan antara para buruh dan pimpinan PT. CPS. Marsinah salah satu karyawan tersebut.
Pimpinan             : Seperti yang telah kita ketahui bahwa, gubernur telah menginstruksikan untuk menaikkan gaji para karyawan
Karyawan1          : Ya. Seperti itulah yang kami harapkan
Pimpinan             : Saya harap kalian (para buruh) masih mau bekerja sama dengan kita
Karyawan1          : Ya. Kami menyetujuinya
5 Mei 1993. Aparat kodim memanggil 13 karyawan pabrik. Tak lama ada surat pemecatan 13 buruh dari pimpinan.
Kodim                   : Selamat pagi. Para karyawan PT. CPS. Ini ada surat dari pimpinan PT. CPS
Karyawan1          : (membaca surat) Apa ini. Bukankah kita sudah menyepakati perjanjian kemarin
Marsinah             : Saya merasa ada yang tidak beres
Kamis 6 Mei 1993. Marsinah memimpin demo di depan pabrik.
Marsinah             : HEY. PIMPINAN PT.CPS. APA YANG KALIAN INGINKAN HAH? MEMBUNUH KAMI SEMUA? PIKIRKAN YANG DI BAWAH. JANGAN EGOIS
Di sisi lain.
Kodim                   : Apa yang harus kita lakukan tuan?
Pimpinan             : Lakukan saja apa yang sudah kita rencanakan
Rabu malam jam 21.00. Para karyawan pabrik mencari Marsinah
Karyawan1          : Apa ada diantara kalian mengetahui keberadaan Marsinah?
Karyawan2          : Tidak. Kami tidak mengetahuinya sejak sore tadi
Karyawan1          : Dimana Marsinah? (bingung)
Minggu siang. Penemuan jazad Marsinah di hutan di Nganjuk. Jazadnya banyak sabetan benda tajam dan luka parah.
Karyawan1          : Siapa yang melakukan ini semua
Karyawan2          : Tega sekali. Dasar pembunuh yang kejam
Penyelidikan dilakukan oleh polisi dan kodim. Mereka memanggil 9 pimpinan PT. Namun sampai saat ini, detik ini. Tidak ada yang tahu siapa yang membunuh Marsinah.

Drama Bahasa Jawa : Malin Kundang


Sakwijining desa Suka Maju, ana pemuda sing arane Malin Kundang. Dewekke urip bareng ibune, nanging bapake sampun seda.
Ibu                   :”Malin, yen kayu bakare wes kumpul kabeh, langsung diwenehke marang Bu Ratih ya,   men dina iki dewe bisa masak.”
Malin               :”Inggih bu. Bu menapa Bapak mboten maringi warisan kangge piyambak bu?. Dewe dadi kasusahan saiki.”
Ibu                   :”Bapak kuwi sedo ora ana rencanane. Bapakmu kuwi seda amarga tabrakan.”
Malin               :”Nanging bu, menawi bapak ninggalipun prau utawi becak, kula saged golek arto bu.”
Ibu                   :”Wes to le lakoni wae.”
Malin               :”Bu,menawi kula merantau pripun bu?.”
Ibu                   :”haa?ojo le,ibu kuatir yen kowe lunga terus ibu neng kene karo sopo?.”          
Malin ndelok ibune karo bingung, Sesuke Malin takon maneh marang ibune arep lunga merantau.
Malin               :”Bu, kula badhe merantau ing kota yo bu. Sapa ngerti, kula saged kepareng pakaryan kangge panguripan piyambak.”
Ibu                   :”Kowe wes yakin? Ngluru kerja neng kota luwih angel tinimbang luru kerja neng desane dewe iki.”
Malin               :”Kula sampun yakin bu, nyuwun restunipun.”
Ibu                   :”Yo wis lah, sakarepmu yen kuwi wes dadi tekadmu. Ibu mung bisa ndongakke.”
Malin               :”Njeh bu, maturnuwun.”
Ibu                   :”iyo le.”
Sesukke Malin lan Ibune ono ing pelabuhan.
Ibu                   :”Malin, ati-ati yo le, ojo lali sholat, kirim kabar, men ibu ora kuwatir.”
Malin               :”Inggeh bu,”
Malin mangkat nganggo prau. Neng  tengah laut, teka angin lan ombak gedhe, sing gawe prau sing ditumpakki Malin ancur lan kedampar ing sawijining desa. Sakwise pengawal lan Cahaya, sing anake wong sugih weruh Malin sing kedampar.
Cahaya                        :”Pengawal, opo kuwi?Kaya ana sing aneh.”
Pengawal         :”Wonten pundi Ndoro Putri?”
Cahaya                        :”Kuwi neng kono neng cedak watu.”
Pengawal         :”Inggeh leres, wonten prau ten pinggir laut monggo mirsani ndoro putri.”
Cahaya                        :”yo.”
Pengawal         :”Ndoro, ten mriki wonten tiyang semaput.”
Cahaya                        :”Iyo, ketokke nelayan, mending digowo neng omah wae.”
Singkate Malin tekan omahe Cahaya, lan kenalan karo Bapakke Cahaya. Sakwise kenalan kuwi, Malin didadekke karyawan ing omahe lan dadi akrab karo Cahaya, nganti tresno karo Cahaya.
Malin               :”Cahaya, aku arep ngomong karo kowe.”
Cahaya                        :”Ngomong opo to mas?”
Malin               :”e…e…e…”
Cahaya                        :”Opo mas?Kok gugup?”
MalIn              :”Sak benere aku iki tresno karo awakmu.”
                                         “Kok anteng?gelem to dadi bojoku?”
Cahaya                        :”E… Gelem mas, aku juga tresno karo panjenengan.”
Malin lan Cahaya nikah lan urip seneng nganti lali karo janjine marang Ibune seng neng desa. Sakwise nikah karo Cahaya, Malin kerja dadi karyawan mertuane. Ora sengojo prau nyandar neng desa Suka Maju panggonane dewekke lan ibune urip. Malin lan Cahaya jalan-jalan neng pesisir dijaga karo pengawale.
Cahaya                        :”Nggone penak yo mas? Aku dadi kepengen urip neng kene.”
Malin               :”Arep ngopo neng kene? Neng kono wes ayem kok, podo wae apik, mung awakmu wae sing durong tau mrene, dadine ngrasa apik.”
Cahaya                        :” Inggeh mas, kula manut panjenengan.”
Pengawal         :”Ndoro , kula badhe ten wingking rumiyen.”
Cahaya                        :”Yo, kono!.”
Neng tengah ndalan pengawal dicegat karo Ibu Ratih.
Bu Ratih          :”Pak, pak. Kula badhe tanglet”
Pengawal         :”Tanglet nopo bu?”
Bu Ratih          :”Tiyang niku asmanipun Malin napa sanes?”
Pengawal         :”Inggeh leres, wonten nopo bu?”
Bu Ratih          :”Mriki nderek kula.”
Bu Ratih narik pengawal nemoni Ibune Malin.
Bu Ratih          :”Mak, mak, mak, ana anakmu Malin, iki aku gawa pengawale.”
Ibu                    :”Malin? Neng endi? Aku wes kangen banget karo anakku.”
Bu Ratih          :”Neng pesisir, simak dandan wae tak enteni.”
Ibu                   :”Iya-iya.”
Ora let suwi, simak metu nganggo klambi anyar.
Ibu                   :”Piye,piye?wes ayu opo durung?”
Bu Ratih          :”wis wis, Mak”
Ibu                   :”Iya bener. Ayo langsung  mrono wae.”
Pengawal         :”Niku Malin bu, tasih mlampah kalih garwane.”
Ibu                   :”Malin Ya Allah Malin, kowe wes sukses,. Alhamdulillah.”
Malin               :”Sampeyan ki sopo?”
Ibu                   :”aku ibumu, Sing nglairke kowe.”
Malin               :”Ibu?Ibuku sampun sedo,mbah,”
Ibu                   :”Astagfirullahal’adzim…, Nyebut lee Ya Allah.”
Cahaya                        :”Iku sapa mas?,menawi pancen leres,punapa mboten ngaku mawon mas?”
Malin               :”Ora ngerti aku,ngaku-ngaku dadi ibuku.Wes ora usah diurusi.Ayo lunga wae.”
Ibu                   :”Malin, Malin iki aku Ibumu nak!Ibumu sing nglairke kowe,seng nggedekke kowe le!”
Malin               :”Mbah, sampun mbah, Ibuku sampun sedo!”
Ibu                   :”Malin!. Durhaka kowe!Malin!Malin! Ya Allah, siji-sijine anakku kaya kuwi?.Aku sing nglairke, sing nggedekke kowe le!Paringi Malin balesan-Mu ya Allah,Malin pancen anak durhaka!Durhaka kowe Malin!”
Moro-moro, ana badai gede banget, angin kenceng banget, kilate nyamber-nyamber.
Malin               :” Ana apa iki? Cahaya kowe lunga sek!”
Cahaya                        :”inggeh, inggeh mas.”
Temu-temu ana kilat nyamber Malin.
Malin               :” arrrgghhhh”

Malin langsung ke ubah dadi watu.

Contoh musikalisasi puisi dari Sheila On 7 - Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki


BUMI
Bukalah Matamu
Lihatlah Lingkunganmu
Sudah Bersihkan Dari Sampah
Yang Mengotori Indah...Lingkunganmu
                        Sadarkah Dirimu
                        Masa depan Di Tanganmu
                        Bumi Ini Mengharapkanmu
                        Lindungi Dan Cintailah...Diriku
Sikapumu Yang Slalu
Acuhkan Lingkunganmu
Membuat Luka Di Diriku
Dengan Sampah-Sampahmu
                        Andai Kau Merawatku
Kembali Dunia Ceria
                        Kau Buang Sampah Di Tempatnya
                        Kau Bersihkan Diriku...Dari Sampah

Contoh Dialog/Drama Bahasa Jawa - Yen Aku Dadi Presiden

YEN AKU DADI PRESIDEN

Babak 1
Bocah-bocah podo kumpul nek kantin. Manganan lan ngombenan wes entek. Saiki podo mbahas kang disebut cita-cita
Desy                : sok ben aku pengen dadi fotografer
Dewi                : aku dadi pengusaha
Ebby                : nek aku sih dadi bu lurah ae
Satya               : aku sok ben dadi TNI
Muchlisin        : bismillah. Aku dadi presiden
Nunung            : halah, sin. Sok duwur cita-citanem. Sing biasa-biasa ae lah
Desy                : iyo. Koyo aku ngene lo dadi fotografer. Iso moto nek endi-endi karo
travelling pisan
Muchlisin        : iki kan cita-citaku. Kok podo sewot?
Ebby                : iyo-iyo, aku roh
Dewi                : berarti we kudu sinau sing tenanan nek pengen dadi presiden
Satya               : nah, lo. Haha. Ndang sinau sin
Muchlisin        : iyo. Aku tak sinau sing sregep
Babak 2
Bel sekolah muni tandane mlebu kelas
Ebby                : heh. Kao ra mlebu yo
Dewi                : he’e. Kao ra mlebu, kenopo yo?
Desy                : jarene sih, dek e wes ra sekolah
Nunung            : lha kenopo kok wes ra sekolah, rabi ye dek e
Satya               : huss, omongan mu lo nung
Desy                : aku krungu nek wong tuane wes ra kuat nggolek duwit, makane saiki kao
kerja
Dewi                : ya Allah ngesakno aku
Nunung            : salahe. Nek nggak duwe duwit i ngomong ojo meneng ae, kan kene ra weruh
Muchlisin        : nek aku dadi presiden, aku pengen sekolah iki gratis. Bocah-bocah sing ra
Tau ngrasakno sekolah dadi pinter, bocah-bocah sing nek pinggir dalan iso
dadi pinter
satya                : weleh, pak muchlisin bersabda
nunung            : tenan ye sin? Gratis?
Muchlisin        : iyolah. Mosok aku mbliduk
Satya               : nek we mbliduk tak penjara we
Muchlisin        : eh, siapa kamu. Calon tni aja. Besok kamu saya suruh-suruh jadi pembantu
Satya               : ealah. Guyon-guyon
Dewi                : wes-wes. Tambah tukaran
Desy                : santron ae sin sat
Babak 3
Ing dalanan muleh. Idep-idep wetenge ebby loro
Ebby                : aduhh
Desy                : kenopo eb?
Ebby                : wetengku loro
Nunung            : heh, cah lanang loro. Iwangi ngangkat ebby
Satya               : iyo
Muchlisin        : iyo
Ebby nek njero ruangan di periksa karo dokter. Sing liyane podo gupoh masalah sopo sing mbayar
Desy                : nung, nganggo duwitmu disik
Nunung            : duwitku jek limang ewu, entok tak enggo njajan
Desy                : lha terus piye. Duwitku entek. Dew we duwe duwit?
Dewi                : duwitku yo jek limang ewu
Desy                : lha kowe sat
Satya               : aku ra tau dikei sangu karo buk ku
Desy                : lah lu wah
Nunung            : lha we sin?
Muchlisin        : yen aku dadi presiden. Aku pengen nek rumah sakit ora mbayar, pokoke
gratis lan sing loro dadi mari lan sehat
Nunung            : muchlisin berdakwah lagi
Desy                : ealah, lisin tambah guyon
Muchlisin        : astagfirullah ukhti
Babak 4
Ebby wes bar diperiksa karo dokter. Tapi saiki dek lesu
Ebby                : he. Aku lesu
Desy                : nung. Tukokno sego
Nunung            : lha kok aku. dewi iku lo
Dewi                : aku? yowes. Karo sopo?
Satya               : karo lisin ae
Muchlisin        : aku? yo wes?
Dewi                : endi duwite?
Nunung            : lha kok njalok aku
Dewi                : lha sopo neh? Duwitmu kan jek limang ewu
Nunung            : yoweslah iki
Muchlisin lan dewi metu soko rumah sakit nggolek bakul sego
Dewi                : buk. Sekul pecel setunggal
Muchlisin        : pinten nggeh bu?
Penjual            : limang welas ewu cah
Dewi                : hah? piye ki sin
Muchlisin        : kula gadahe sedoso ewu. Pripun bu?
Penjual            : yo wes cah. Ra popo nggolek duwit ki angel
Muchlisin        : yen aku dadi presiden. Aku arep mbangun toko kanggo wong-wong sing
mbutuhake ben uripe kacukupan
Dewi                : we ngomong opo to sin
Babak 5
Dewi lan muchlisin mbalek
Muchlisin        : ki segone
Ebby                : yeee
Nunung            : mangan bareng to eb
Desy                : iyo. Aku yo lesu iki
Ebby                : ayo
Satya               : aku gak di jak ki
Dewi                : sing nukokno yo gak dijak iki
Ebby                : hehe. Ayo ayo. Sak bungkus dipangan bareng-bareng
Muchlisin        : yen aku dadi presiden. Aku pengen sembako murah, dodol panganan murah
Ben wong-wong iso mangan sak puase sampek wareg
desy                 : we njalok ra, entek engko sego pecele

iku cerita soko cah-cah sing lagek arep gede mbahas tentang cita-cita. Kabeh cita-cita bisa katurut yen kene sregep sinau lan sregep makarya. wassalam

Makalah Sasta Indonesia - Sastra Baru dan Sastra Lama

Sastra indonesia
SASTRA LAMA & SASTRA BARU

PEMBIMBING:
Bpk. HARIYANTO


NAMA KELOMPOK:
1.     DEWI APRILIANA                                  [06]
2.     FARAJ NAUFAL ACHMAD                            [10]
3.     HERFIANA ANDRANI                            [13]
4.     HERLIANA ANANTA PUTRI                [14]
5.     PUTU MARCELIA AMANDARI            [18]
6.     RAFIKA ULIN NUHA                             [19]
7.     RAFLI ADAM HANDOYO                     [20]
8.     SITI NUNUNG DWI OKTAVIANA        [24]
9.     ASTI VANNIA C.H                                  [26]



ABSTRAK
Karya ilmiah ini dilator belakangi oleh kepentingan pembelajaran sastra khususnya struktur fisik yang berperan mendukung kejelasan makna puisi, cerpen, prosa, pantun. Melalui kajian struktur ini, peneliti diharapkan dapat menggambarkan peran unsur-unsur fisik tersebut dalam memperjelas makna sebuah puisi cerpen, prosa, pantun

















MOTTO
  1. Tantangan Unik Dan Berbeda Adalah Kekuatanku
  2. Jika Tidak Siap Susah, Tidak Usah Hidup
  3. Pasti Bisa Jika Berusaha
  4. Hadapi Rintangan Menuju Kesuksesan
  5. Hidup Adalah Ujian
  6. Strategi Tepat Prestasi Didapat
  7. Percayalah Terhadap Dirimu Sendiri
  8. Tiada Hari Tanpa Prestasi
  9. Kesuksesan Berawal Dari Kesalahan












KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Sastra Indonesia.”
Sejalan dengan itu semua, kami berusaha agar makalah ini dapat mudah dimengerti dan dipahami. Dalam menyelesaikan makalah  ini kami mendapat bantuan dari berbagai pihak, Terimakasih kepada:
1.      Bapak Hariyanto selaku guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia,
2.      Teman-Teman yang telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas,
3.      Orang tua yang telah mendukung,
4.      Media Internet yang telah  mempermudah menyelesaikan tugas.
Harapan kami semoga makalah ini  memberi informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu Sastra Bahasa Indonesia kita semua.




Bojonegoro,..........Agustus 2016


Penulis




DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK                                                                                                    ii
MOTTO                                                                                                         iii
KATA PENGANTAR                                                                                 iv
DAFTAR ISI                                                                                                 v
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG MASALAH                                                     1
1.2.RUMUSAN MASALAH                                                                       1
1.3.TUJUAN PENELITIAN                                                                       2
1.4.MANFAAT PENULISAN                                                                    2
1.5.METODE YANG DIGUNAKAN                                                        2
BAB II : ISI
2.1.      DEFINISI SASTRA                                                                         3
2.2.      FUNGSI SASTRA                                                                           3
2.3.      JENIS-JENIS KARYA SASTRA
            2.3.1. SASTRA LAMA                                                                    4
            2.3.2. SASTRA BARU                                                                     8
BAB III : PENUTUP
3.1.      KESIMPULAN                                                                                16

3.2.      SARAN                                                                                              16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Sastra Indonesia merupakan unsur bahasa yang terdapat di dalam bahasa Indonesia, berdasarkan garis besar nya sastra berarti bahasa yang indah atau tertata dengan baik, dan gaya penyajian nya menarik, sehingga berkesan di hati pembaca nya.
Namun sering kali kita tidak mengerti apa yang di maksud dengan sastra, kebanyakan orang menyamakan antara sastra dan bahasa.
Dalam sastra Indonesia sendiri, benyak sekali bagian-bagianya. Secara garis besar sastra indonesia terbagi menjadi dua yaitu sastra lama dan sastra baru/modern.
Dari sekian banyak sastra contoh nya seperti puisi, cerprn, novel,pantun,gurindam prosa dan sebagai nya dan di anatara jenis-jenis karya sastra tersebut memiliki ciri masing-masing, dan tidak bisa di kataka sama.
Maka unuk lebih jelas nya di sini akan kita bahas mengenai defenisi nya masing-masing.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Untuk memudahkannya adabeberapa komponen yang akan dibahas, diantaranya.
  1. Apakah  yang di maksud dengan sastra?
  2. Apa sajakah jenis-jenis karya sastra?
  3. Apakah  perbedaan  sastra  lama dan  sastra baru/modern?
  4. Sebutkan jenis-jenis karya sastra lama?
  5. Sebutkan jenis-jenis karya sastra baru/modern?

1.3. TUJUAN
Untuk membantu siswa/siswi belajar membedakan dan memahami, serta membuat bagian- bagian dari sastra Indonesia.
1.4. MANFAAT PENULISAN
  1. Untuk mengetahui apa itu sastra
  2. Untuk mengetahui jenis-jenis sastra
  3. Untuk mengetahui perbedaan sastra lama dengan sastra baru
  4. Untuk mengetahui jenis karya sastra lama
  5. Untuk mengetahui jenis karya sastra baru

1.5. METODE YANG DIGUNAKAN
Metode Kepustakaan.







BAB II
ISI

2.1.         DEFINISI SASTRA
Berdasarkan asal usulnya, istilah kesusastraan berasal dari bahasa sansekerta, yakni susastra. Su berarti bagus atau indah, sedangkan sastra berarti buku,tulisan atau huruf. Berdasarkan kedua kata itu, susastra di artikan tulisan yang indah.
Istilah tersebut kemudian mengalami perkembangan. Kesusastraan tidak hanya berupa tulisan, tetapi ada pula yang berbentuk lisan. Karya semacam itu di namakan dengan sastra lisan. Oleh karena itu, sekarang yang dinamakan dengan kesusastraan meliputi karya sastra lisan dan tertulis dengan ciri khas nya terdapat pada keindahan bahasanya.
Berdasarkan defenisi tersebut, beberapa ahli kemudian menyebutkan ciri-ciri karya sastra sebagai berikut:
1.      Bahasanya indah atau tertata dengan baik.
2.      Isinya menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya.
3.      Gaya penyajian nyamenarik sehingga berkesan di hati pembacanya.

2.2.          FUNGSI SASTRA
Banyakfungsi atau manfaat dengan membaca karya-karya sastra, antara lain sebagai berikut.
  1. Fungsi rekreatif,dengan membaca karya sastra, seseorang dapat memperoleh kesenangan atau hiburan.
  2. Fungsi didaktif, dengan membaca karya sastra, seseorang dapat memperoleh wawasan pengetahuan tentang seluk-beluk kehidupan manusia. Seorang juga dapa memperoleh pelajaran tentang nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalam nya.
2.3.    JENIS-JENIS KARYA SASTRA
A. SASTRA LAMA
Sastra lama sering juga di sebut dengan kesusastraan klasik atau tradisional. Zaman berkembangnya kesusastraan klasik ini ialah sebelum masuk nya pengaruh barat ke Indonesia. Bentuk-bentuk kesusastraan yang berkembang adalah dongeng, mantra, pantun, dan sejenisnya.
Karya sastra klasik/lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
  1. Nama pencipta nya tidak di ketahui (anonim)
  2. Cerita-ceritanya banyak di warnai oleh hal-hal gaib.
  3. Banyak menggunakan kata-kata yang baku, seperti alkisah, sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan sejenis nya.
  4. Yang di kisahkan berupa kehidupan istana, raja-raja, dewa-dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia lainnya.
  5. Karena belum ada media cetak dan elektronik, sastra klasik berkembang secara lisan.
Berikut adalah jenis-jenis karya sastra klasik:
Ø Mantra
Mantra merupakan karya sastra lama yang berisi pujian-pujian terhadap sesuatu yang gaib atau yang di keramatkan, seperti dewa, roh dan binatang. Mantra biasa nya di ucapkan oleh pawang atau dukun sewaktu melakukan upacara keagamaan ataupun ketika berdoa.
Contoh:           Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

Ø Pantun
Pantun merupakan puisi lama yang terdiri dari empat baris dalam satu baitnya. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan baris ketiga dan keempatnya adalah isi. Bunyi terakhir pada kalimat-kalimanya berpola a-b-a-b.
Dengan demikian, bunyi akhir pada kalimat ketiga dan bunyi akhir kalimat kedua sama denga bunyi akhir pada kalimat keempat.
Contoh:           Ada  pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)
Ø Seloka
Seloka di sebut juga dengan pantun berbingkai. Bedanya dengan pantun, kalimat ke-2 dan ke-4 pada bait pertama di ulang kembali dan menjadi kalimat ke-1 dan ke-3 pada bait kedua nya. Pengulangan itu di lakukan terus-menerus sehingga bait-bait dalam puisi sambung-menyambung.
Ø Talibun
Talibun adalah pantun yang susunannya yang terdiri atas enam,delapan atau sepuluh baris. Pembagian bait nya sama dangan pantun biasa, maka tiga baris pertama marupakan sampiran dan tiga baris berikut nya merupakan isi.
Ø Pantun kilat
Pantun kilat atau karmina ialah pantun yang terdiri atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua isinya.
Contoh:           Dahulu parang sekarang besi (a)
                        Dahulu sayang sekarang benci (a)
Ø Gurindam
Gurindam di sebut juga sajak pribahasa atau sajak dua seuntai. Gurindam memiliki beberapa persamaan dengan pantun yakni pada isinya. Gurindam banyak mengandungnasihat atau pendidikan, terutama yang berkaitan dengan masalah keagamaan.
Gurindam terdiri atas dua kalimat. Kalimat pertama berhubungan langsung dengan kalimat keduanya. Kalimat pertama selalu menyatakan pikiran atau peristiwa sedangkan kalimat keduanya menyatakan keterangan atau penjelasannya.
Contoh:           Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
Ø Syair
Syair merupan bentuk puisi klasik yang merupakan pengaruh kebudayaanArab. Dilihat dan jumlah barisnya, syair hampir sama dengan pantun, yakni sama-sama terdiri atas empat baris. Perbedaan nya terletak pada persajakan. Pantun bersajak a-b-a-b, sedangkan syair bersajak a-a-a-a. selain itu, pantun memiliki sampiran, sedangkan syair tidak memilikinya.
Contoh:           Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)
Negeri bernama Pasir Luhur (a)
Tanahnya luas lagi subur (a)
Rakyat teratur hidupnya makmur (a)
Rukun raharja tiada terukur (a)
Raja bernama Darmalaksana (a)
Tampan rupawan elok parasnya (a)
Adil dan jujur penuh wibawa (a)
Gagah perkasa tiada tandingnya (a)
Ø Dongeng binatang
Dongeng binatang atau fable adalah cerita yang tokoh-tokoh nya berupa binatang dengan peran layak nya manusia. Binatang-binatang itu dapat berbicaramakan,minum, berkeluarga sebagaimana hal nya dengan manuia.
Fable tidak hanya di kenal di masyarakat nusantara, melainkan hampir dikenal di seluruh dunia. Bila pelaku popular fable pada masyarakat melayu itu adalah kancil,maka di jawa barat adalah kera, di eropa srigala,dan di kamboja kelinci.
Ø Legenda
Legenda atau dengeng tentang asal-usul,terbagi kedalam tiga jenis, yakni sebagai berikut.
a.                  Cerita asal-usul tumbuh-tumbuhan, misalnya asal usul padi, asal-usul pohon jagung asal-usul pohon pisang.
b.                  Cerita asal-usul binatang, contoh nya asal usul pertengkaran kucing dengan anjing, asal-usul kuda tidak bertanduk,asal-usul ikan man berdarah merah.
c.                  Cerita asal-usul terjadinya suatu tempat, misalnya asal-usul dari gunung tangkuban perahu, dan asal-usul danau toba.
Ø Dongeng pelipur lara
Dongeng pelipur lara ini bersifat komedi, isi nya di penuhi dengan kisah-kisah lucu.
Ø Hikayat
Hikayat berasal dari India dan Arab. Hikayat berisikan cerita para dewa, peripengeran,putri, ataupun kehidupan para bangsawan. Hikayat banyak dipenuhi cerita-cerita gaib dan berbagai kesaktian. Karena tokoh da latar nya banyak yang mengambil dai sejarah, cerita terselubung sering di sebut cerita sejarah.

B. SASTRA BARU/MODERN
Ø Puisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan kata-kata yang indah dan kaya akan makna.
1.                          Keindahan sebuah puisi di sebabkan oleh diksi,majas, rima dan irama.
2.                  Kekayaan makna yang terkandung dalam puisi dilantarankan oleh pemadatan unsur-unsur bahasa. Bahasa yang di gunakan dalam puisi berbeda dengan yang di gukan sehari-hari. Puisi menggunakan bahasa yang ringkas. Kata-kata yang di gunakan adalah kata-kata konotatif, yang mengandung banyak penafsiran dan pengertian.
Kekhasan puisi lainnya adalah penyajian nya yang bersifat monolog. Penyair mengutarakan parasaan dan fikirannya dengan berbicara sendiri secara langsung.
Berbeda dengan karya sastra lainnya, puisi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Mengutamakan keindahan bahasa
b.      Bahasa yang digunakannya ringkas dan konotatif
c.       Di sajikan dalam bentuk monolog
Unsur-unsur intrinsik Puisi:
a.                              Diksi:   Kata-kata yang di gunakan dalam puisi merupakan hasil pemilihan yang sangat cermat.kata-katanya merupakan hasil pertimbangan, baik itu dalam makna susunan bunyinya maupun hubungan kata itu dengan kata-kata lain dalam baris dan baitnya.
b.                                                                             Pengimajinasian:          Dapat didefenisikan sebagai kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut, pembaca seolah-olah merasa mendengar, atau melihat sesuatu yang di ungkapkan penyair.
c.                                   Majas:            Majas merupakan kalimat ataupun ungkapan yang di gunakan penyair untuk mengatakan sesuatu dengan cara membandingkan dengan benda atau kata lain. Majas mengiaskan atau mempersamakan sesuatu dengan hal yang lain.

d.                                                     Rima/Ritma:    Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Dengan adanya rima, suatu puisi menjadi indah. Makna yang ditimbulkan nya pun lebuh kuat. Di samping rima, di kenal pula istilah ritma yang di artikan sebagai pengulangan kata frase, atau kalimat-kalimat dalam puisi.
e.                                                      Tipografi:         Puisi tidak berbentuk paragraph melainkan membentuk bait dalam puisi-puisi kontemporer. Tipografi itu di pandang begitu penting sehingga menggeser kedudukan makna kata-kata.
Isi puisi meliputi unsur-unsur berikut:
a.                              Tema:   Tema merupakan gagasan pokok yang di ungkapkan penyair dalam puisi. Tema berfungsi sebagai landasan utama penyair dlam puisinya.
b.                                                     Perasaan:          Puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi perasaan penyair. Bentuk ekspresi itu dapat berupa kerinduan kegelisahan, ataupun pengagungan kepada kekasih, alam, pahlawan, nabi, ataupun keada Allah SWT.
c.                                                                             Nada dan Suasana:      Sikap penyair pada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana aadalah akibat yang di timbulkan puisi itu terhadap jiwa pembaca.
d.                                                     Amanat:           Amanat merupakan pesan yang ingin di sampaikan penyair melalui puisinya. Amanat tersilat di balik kata-kata yang di susun, dan juga berada di balik tema yang di ungkapkan.
Untuk membacakan puisi tersebut agar tampak hidup, perlu di bantu dengan irama, mimik, kinesik, dan volume suara.
Contoh Puisi:
SANDAL SEJATI
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati
Ø Prosa
Prosa adalah karya sastra yang berupa cerita bebas. Bentuk prosa pada umumnya merupakan perpaduan dari monolog dan dialog. Namun adapula proses yang hanya monolog dan ada pula yang terdiri atas dialog-dialog.
Karya sastra yang berupa prosa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.                  Pada umumnya berbentuk cerita. Karena itu, dalam proses terdapat unsur alur penokohan, dan latar.
2.                          Merupakan perpaduan dari bentuk monolog dan dialog.
Unsur-unsur Prosa:
  1. Tema:  Merupakan inti atau ide pokok sebuah cerita.
b.                              Alur:    Merupakan pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat.
c.                              Latar:   Latar (setting) tempat, waktu dan suasana terjadi nya [erbuatan tokoh atau peristiwa yang di alami tokoh.
d.                                                     Penokohan:      Adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh-tokoh dalam cerita.
e.                                                      Sudut pandang:           Ialah posisi pengarang dalam membawakan cerita.
f.                                                      Gaya bahasa:   Berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana tertentu yang mempu memperlihatkan hubungan dan iteraksi antara sesama tokoh.
g.                                                     Amanat:           Merupakan ajaran moral atau pesan dikatis yang hendak di sampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karya nya itu.
Jenis-jenis Prosa:
  1. Novel
Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh.
Berikut beberapa contoh judul novel sastra Indonesia:
  1. Atheis karya Achdiat Kartahadimadja
  2. Belangu karya Armijin Pane
  3. Cinta Dan Kewajiban karya L. Wairata
  4. Darah Muda karya Addinegoro
  5. Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis
  1. Cerpen
Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen di kisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian, pristiwa yang mengharukan, dan mengandung kesan yang tidak mudah di lupakan.
Cerpen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Alur lebih sederhana
  2. Tokoh yang di munculkan hanya beberapa orang
  3. Latar yang di lukiskan hanya sebentar dan sangat terbatas
  4. Tema mengupas masalah yang relative sederhana.
Berikut beberapa contoh judul cerpen:
  1. Barang Tiada Berharga katya Armijn Fane
  2. Cara Cichago karya Moh. Kasim
  3. Isyik Putih karya Hamka
  4. Kisah Antara Manusia karya Armijn Pane
  5. Teman Duduk karya M. Kasim
Contoh Cerpen:
TELPON ISENG
Telepon berdering di kantor pusat FBI.
"Halo?"
"Halo, apakah ini FBI?"
"Ya. Apa yang Anda inginkan?"
"Saya menelepon untuk melaporkan tetangga saya Adrian Thibodeaux. Dia memiliki narkoba yang disembunyikan di dalam kayu bakarnya!"
"Terima kasih banyak untuk informasinya, Pak."
Hari berikutnya, para agen FBI turun di rumah Thibodeaux. Mereka mencari kayu bakar di gudang. Menggunakan kapak, mereka membelah setiap potong kayu, tetapi tidak menemukan narkoba. Mereka meminta maaf kepada Thibodeaux dan pergi.
Telepon berdering di rumah Thibodeaux.
"Hei, Adrian! Apakah FBI datang?"
"Yeah!"
"Apakah mereka memotong kayu bakar Anda?"
"Yap"
"Bagus, sekarang giliran Anda untuk menelepon, saya perlu taman saya untuk dicangkuli."
gimana?
  1. Dongeng
Dongeng merupakan prosa yang berisihal-hal yang tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Bisa terjadi dalam khayalan saja.misalnya orang yang dapat menjelma berganti rupa, binatang yang dapat berkata-kata seperti manusia, orang yang dapat menghilang dan dapat terbang. Dongeng berfungsi sebagai media hiburan. Selain itu dongeng berfungsi untuk media pendidikan.cerita dalam dongeng memiliki pessan-pesan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Dongeng malinkundang. Misalnya, dongeng itu berpesan agar kita selalu menghormatiorang tua bagaimanapun keadaan nya.
  1. Biografi
Biografi adalah ceria tentang perjalanan hidup seseorang mulai dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia. Biografi ditulis oleh orang lain. Dalam biografi, hal-hal yang di tulis terutama berkenaan dengan sisi-sisi penting tentang orang itu dan berbagai sikap yang dapat d teladani pembaca.
  1. Otobiografi
Otobiografi adalah kisah pribadi pengarang sendiri tentang perjalanan hidup nya, yakni sejak ia kecil hingga dewasa.
Ø Drama
Drama merupakan karya sastra yang diproyeksi diatas pentas. Berbeda dengan karya sastra lain nya, seperti puisi dan prosa, drama terbentuk atas dialog-dialog. Karena di proyeksikan untuk pementasan drama sering pula di sebut sebagaiseni pertunjukan atau teater.
Karena itu drama dapat pula di artikan sebagai bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian dan emosi melalui lakuan dan dialo. Lakuan dan dialog dalam drama tidak jauh berbeda dangan lakuan dan dalog dalm kehidupan sehari-hari.
Unsur intrinsik Drama:
a.                              Alur:    Rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakan jalan cerita melalui rumitan kea rah klimaks dan selesai.
b.                              Tokoh: Ialah orang yang berperan dalam suatu drama.
c.                              Latar:   Ialah keterangan mengenai ruang dan waktu.
d.                                                     Bahasa:            Tidak hanya sebagai media komunikasih took. Tetapi juga menggambarkan karakter tokoh , latar, ataupun pristuwa yang sedang terjadi.
e.                                                      Perlengkapan:  Sejumlah fasilitas yang di perlukan sebagai pelengkap cerita. Beberapa di antara nya kostum, panggung , penataan cahaya, dan sistem akustik.
Unsur ekstrinsik Drama:
Unsur faktor yang ada di luar drama, namun berkaitan dengan cerita drama tersebut. Unsur yang di maksud, antara lain adalah sosial budaya, politik.
a.       Penulis Naskah:     Naskah drama tidak hanya menonjolkan seni
peran,tetapi juga sarat dan pesan. Idenya murni dari pemikiran sang penulis naskah. Namun demikian, dapat pula di ambil dari naskah orang lain ataupun dari kisah-kisah klasik. Biasanya penulis menafsirkan ulang kisah tersebut sehingga banyak terjadi perubahan, baik itu dalam hal sudut pandang tokoh, ataupun setting nya.
b.      Sutradara:  Orang  yang  bertanggung jawab dalam suatu pementasan.
c.       Narrator: yang menceritakan kepada penonton mengenai isi cerita.
d.      Pemain:     Menjalankan peran sesuai dengan kemampuan nya.
e.       Penata Artistik:Menyampaikan ide-ide panggungnya pada sutradara.
f.       Penata Rias
g.      Penata kostum











BAB III
PENUTUP

3.1.         KESIMPULAN
Sastra adalah hasil rasa yang merupakan sumber keindahan, yang termaksut dalam hasil karya sastra. Sastra lahir dari sebuah peradaban dalam masyarakat, yang hidup, berkembang dan terus ada di dalam masyarakat tersebut. Dalam kebaradaan nya di tengah masyarakat sastra memiliki peranan dalam mengaktualisasikan suatu kebudayaan dari masyarakat.
Sastra bisa di anggap luhur dan tinggi bila sasta masuk ke dalam sendi kehidupan masyarakat yaitu budaya, dimana sastra adalah alat budaya masyarakat dalam berbudaya.
Maka dari itu sebuah sastra akan selalu berkembang dan dinamis dengan perkembangan masyarakat nya, sastra yang bisa di terima dan sesuai dengan perkembangan masyarakat akan tepat untuk mengaktualisasi kebudayaan tersebut. Jika sastra tidak dapat dinamis maka berbanding terbalik dengan tujuan dari sastra itu sendiri.
3.2 SARAN
Kita sebagai warga indonesia harus tahu tentang kesastraan yang dimiliki oleh Indonesia, agar kita sebagai pemuda Indonesia tahu tentang tata cara penulisan berbagai jenis Karya Sastra Indonesia yang meliputi, sastra lama (gurindam, pantun, puisi, mantra, dll)  dan sastra baru (cerpen, novel, drama).


DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku.
Badudu, J.S (1981). Sari kesusastraan Indonesia. Bandung: Pustaka prima.
Depdikbd (1974). Bahasa Indonesia. Jakarta: balai pustaka
_________(1979). Bahasa Indonesia SMU. Jakarta : Balai pustaka
__________(1987). Pedoman umum ejaan bahsa Indonesia yang di sempurnakan. Jakarta: depdibud
Kraf, Gorys (1991). Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Garamedia
Kridalaksana, Harimurti(1990). Kelas kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta; Gramedia
_________________(1993). Kamus ligustik. Jakarta; Gramedia
Sumber internet

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...