BAHASA INGGRIS OH
BAHASA INGGRIS
Pada suatu hari. Pak Handa mendapat
mandat dari Bapak Menteri untuk memberikan sambutan menggunakan Bahasa Inggris
di pembukaan seminar di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, hal yang harus dihadapi
oleh Pak Handa adalah ketidakfahamannya mengenai Bahasa Inggris. Beliau sempat
berfikir untuk melarikan diri dari hotel untuk menghindari seminar tersebut.
Akan tetapi, selintas ingatan mengenai keinginan Ayahnya dan perjuangannya
untuk menjadi seorang PNS yang sukses muncul.
1.
Setelah
lulus SLTA, Pak Handa melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi untuk mendapatkan
status golongan III-A.
2.
Mengeluarkan
sebagian tabungannya untuk membayar “penulis skripsi professional”.
3.
Meminta
bantuan Uwak Kusumah perihal prosedur formal menjadi pegawai negeri.
4.
Mengawali
karir di Badan Administrasi di lingkungan Sekretariat Jenderal.
5.
Mulai
mencari perhatian dari Bapak Sekjen dengan dimulai dari kedisiplinan, kejujuran
dan sopan santun.
6.
Setiap
pagi, Pak Handa menjemput dan mengantarkan Sekjen ke kantornya.
7.
Setelah
itu, Pak Handa mengikuti ujian dan lulus screening dan menjadi Kepala Bagian.
Dengan ingatan tersebut, Pak Handa
menjadi galau, apakah ia tetap melaksanakn mandate tersebut atau melarikan diri
untuk menghindari seminar tersebut. Merasa sangat tertekan, Pak Handa akhirnya
pingsan di kamar Hotel. Hal yang harus diketahui adalah kita harus mementingkan
kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. Seperti cerita Pak Handa, kita
tidak boleh egois, memikirkan diri sendiri.
No comments:
Post a Comment