Globalisasi
adalah proses mendunia dimana satu sama saling sudah tidak ada batasan lagi
dalam hal ruang lingkup, waktu, dan jarak. Semua berjalan dengan baik secara
saling terbuka dan saling menghargai satu sama lain. Kaum Millenial adalah
generasi yang lahir pada tahun 1980 hingga tahun 2000. Peran mahasiswa yang
bisa dilakukan bisa dibilang sangat dinamis karena hanya tinggal mengikuti tren
yang ada. Media sosial adalah salah satu media yang sangat sering digunakan
oleh mahasiswa, bahkan sebagian besar masyarakat juga menggunakan sosial media.
Karena pengaruh globalisasi yang sangat cepat menimbulkan banyak sekali manfaat
maupun kerugian. Manfaat adanya pengaruh globalisasi yang dapat digunakan oleh
mahasiswa adalah bisa menyalurkan aspresiasi mereka melalu media sosial dan
secara otomatis seluruh pengguna akun sosial media dapat melihat, mendengar,
dan mengamati aspresiasi para mahasiswa. Bahkan yang melihat bukan hanya dari
dalam negeri saya, orang dari negara lain juga bisa mengetahuinya. Kekurangannya
jika menggunakan sosial media secara berlebihan bisa membuat mahasiswa menjadi
malas dan salah menggunakan media sosial yang seharusnya bisa menjadi positif
malah menjadi negatif. Memang ini tergantung pada tiap-tiap individu, karena
dari dalam dirinyalah bisa mengubah keburukan menjadi kearah yang lebih baik
lagi. Akan tetapi, sebagai mahasiswa berhak untuk mengingatkan kawannya jika
melakukan kesalahan harus ditegurdan mulai diarahkan ke arah yang benar secara
perlahan-lahan. Kaum millennial itu generasi yang dimana Negara Indonesia
memiliki segala bentuk kebutuhan yang lebih kompleks dan semua serba mudah.
Lebih berjalan digital. Namun, sebagai mahasiswa tidak boleh terlalu terlena
dengan segala kemudahan hal-hal tersebut. Karena seharusnya dengan segala
kemudahan ini, para mahasiswa harus aktif melihat segala bentuk kesalahan dan
berpikir kritis untuk menemukan jalan keluar menemukan solusi yang terbaik
untuk seluruh tatanan masyarakat maupun diri sendiri dan orang lain.
Solutif,
aktif, kreatif, dan kritis merupakan karakter dan sifat yang harus dimiliki
oleh setiap mahasiswa yang setelahnya akan terjun langsung ke dalam masyarakat.
Tentu saja mahasiswa harus mengambil peran aktif dalam masa globalisasi
sekarang. Karena masyarakat juga percaya bahwa mahasiswa dapat mengambil
langkah bersama demi perubahan yang akan terjadi. Pasti, mahasiswa akan mencoba
mencari solusi dalam setiap permasalahan yang ada sesuai dengan keahlian dan
ilmu yang diambil. Melakukan hal-hal yang kreatif untuk menghibur masyarakat
atau menghibur masyarakat awam untuk lebih mengerti suatu hal, hal yang
bersifat luas. Mahasiswa harus benar-benar aktif dalam mengambil inisiatif
untuk mengetahui hal-hal baru dari dunia luar dan tentu saja dengan penyaringan
atau filter terlebih dahulu, yang baik diambil dan yang buruk dilupakan. Kaum
millennial kaum yang serba bisa. Cita-cita mereka bahkan bukan lagi menjadi
Pegawai Negeri Sipil lagi, akan tetapi lebih ke arah hal yang berbau
kreatifitas. Tentu saja ini sesuatu yang cukup mudah bagi mahasiswa. Jika ia
tidak bisa tinggal bekerjasama dengan teman-teman dan semua yang sedang
dilakukan menjadi lebih mudah dan ringan. Melakukan orasi di depan umum juga
salah satu karakter yang ambil secara nyata bahwa mahasiswa juga peduli dengan
orang lain. Ikut membantu orang yang terkena musibah dengan menggalang dana.
Melakukan aksi turun langsung ke lapangan memberi bantuan fisik, material, dan
finansial secara langsung. Turut berduka jika ada korban bersimbah darah merah
membela keadilan dan kebenaran. Aksi mahasiswa merubah bentuk otoriter menjadi
demokratis. Mahasiswa tidak perlu janji-janji manis pemerintah. Tidak harus ada
penindasan kepada mahasiswa pada tahun 1998. Semua orang ingin dirasa keadilan,
rasa toleransi, dan semua akan menjadi baik-baik saja. Tanpa ada egoisasi dan
kepentingan oknum tertentu. Seluruh mahasiswa harus membangun negara ini untuk
menjadi lebih baik lagi, menjadi lebih maju dan berkualitas, mampu bersaing
secara global, mampu menjadi teladan bagi orang lain.
Peran
yang diambil mahasiswa dalam masyarakat akan lebih baik jika sesuai dengan ilmu
yang di pelajari dan sesuai dengan objek yang akan di lakukan suatu kegiatan
atau survey terlebih dahulu. Peran besar dan berat mahasiswa seperti memikul
batu besar berbobot lebih dari satu ton. Menjadi harapan orangtua, menjadi
kebanggan orang sekitar, dan yang ditunggu-tunggu aksinya oleh negara beserta
masyarakatnya. Mahasiswa turun aksi di jalan menyampaikan aspresiasi rakyat
untuk keadilan dan peningkatan ekonomi. Dengan solutif mahasiswa yang kreatif
mulai mencanangkan ide untuk membuat sesuatu. Tentu saja itu membutuhkan tenaga
kerja. Nah, ini bisa mengurangi jumlah pengangguran yang ada di lingkungan
masyarakat sekitar. Kreatifitas mahasiswa tidak perlu diragukan lagi. Dengan
mengikuti kegiatan atau bergabung dengan organisasi. Maahsiswa dapat melatih
kemandiriannya, berbicara di depan umum, dan berpikir kritis, kreatif, dan
solutif untuk mengatasi segala permasalahan yang ditemui, entah masalah kecil
maupun masalah besar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para
pahlawan yang terdahulu. Peran mahasiswa saat ini adalah dengan mengobarkan
semangat perjuangan dan patriotisme yang tinggi harus disalurkan ke seluruh
penjuru nusantara. Millennial yang masih muda harus lebih kreatif dan inovatif
dalam mengembangkan ilmu dan bakat yang bisa tersalurkan dengan baik agar
pemanfaatan media sosial dapat berjalan baik, konsisten, dan berlanjut
terus-menerus. Menjadi lebih bermanfaat bagi nusa dan bangsa. Menumbuhkan jiwa
cinta tanah air yang tinggi untuk generasi millennial. Ya, tahun ini, angkatan
2000, termasuk generasi millennial dengan secara jumlah dikategorikan dengan
jumlah keternagakerjaan tertinggi atau usia yang produktif di banding dengan
angkatan yang terlahir sebelum generasi millennial dan sesudah tahun dua ribu.
Tingkat kecerdasan kaum millennial memang cukup bisa dibilang cerdas, bahkan
sangat cerdas karena mereka juga kreatif. Saya harap pemerintah mendukung
kecerdasan para kau mini. Para mahasiswa yang sekarang usianya juga termasuk
dalam generasi millennial sangatlah berbakat, berkarakter, dan berintegritas.
Peran
mahasiswa harus selalu mendapat dukungan dari universitas, pemerintah, dan
masyarakat luas. Benar atau salah, orang lain yang menilai. Tetapi, para
mahasiswa tetap teguh dengan pendiriannya. Tetap berjalan diatas kebenaran dan
kepercayaan. Saling menggandeng dan merangkul seseorang yang hamper jatuh.
Tapi, arusnya derasnya globaliasasi hamper saja merobohkan semangat itu.
Semangat kuat para mahasiswa. Semangat bela kebenaran yang terlupakan dan
termakan oleh hoax. Tentu kita tidak boleh melunturkan budaya yang sudah ada.
Selalu menjaga nama baik diri sendiri, orangtua, almamater, dan bangsa
Indonesia. Memberi bukti nyata dengan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Menyampaikan aspresiasi para insan yang lemah, membantu yang sakit dan
kesulitan. Tapi percayalah. Sikap mahasiswa kepada masyarakat pada masa
globalisasi dan millennial masih terjaga. Meski ada penurunan sedikit dalam hal
konsistensi, dan kepercayaan. Namun, jika dibangun kembali dengan segala
perasaan dan pembicaraan yang satu arah yang lancer tanpa hambatan, semua dapat
kembali ke tempat yang benar dan mulai lagi atau melanjutkan lagi perjuangan
mahasiswa yang gugur dalam Tragedi Trisakti dan para pahlawan-pahlawan
Indonesia yang telah gugur membela tanah air Indonesia demi mendapat
kemerdekaan negaranya. Semangat juang inilah yang harus dimiliki oleh para
mahasiswa jika ingin Indonesia menjadi lebih baik lagi. Jika perlu kita sebagai
mahasiswa harus bisa menyongsong segala perbuatan dan kreatifitas mahasiswa untuk
menjadikan Indonesia menjadi negara maju. NKRI. Tetap tersenyum menjadi
mahasiswa pembawa perubahan bangsa dan negara Indonesia.
No comments:
Post a Comment