Fenomena Kotak Kosong oleh Muchlisin

          Kontestasi pilkada serentak 2018 sangat masih terasa. Menariknya diwarnai dengan berbagai kotak. Kotak suara, calon dalam kotak, surat suara kotak, biliknya kotak, calonnya kotak, enggak boleh nyoblos diluar kotak, dan yang paling menarik adanya kotak kosong. Apa sih kotak kosong itu? Kotak yang berada di sebelah calon namun ia tidak berisi calon. Jadi calon tunggal melawan kotak kosong. 
          Menariknya lagi hasil quick qount. Ada beberapa kotak kosong memenangkan kontes pilkada. Entah calon tunggal gagal melakukan sosialisasi, rakyat jenuh, atau memang rakyat ingin sesuatu hal yang berbeda (mainstream). Namun melihat kenyataan ini tentu harus ada jalan keluarnya. Masa calon tunggal kalah sama koatk kosong. Orang saingannya aja nggak ada. Tapi uniknya kotak kosong pun mempunyai pendukung yang banyak. Kalaupun pendukung kotak kosong melakukan kampanye hitam. Tentu para pembenci calon yunggal, pejuang demokrasi masuk semua menjalankan kampanye hitam dan kampanye itu tujuannya jelas, yang diserang jelas juga. 
           Namun, jika calon tunggal melakukan kampanye hitam terhadap kotak kosong. Apa yang di hitamkan. "Jangan pilih kotak kosong, ia kosong tanpa janji, tanpa foto, dan tanpa warna." Gitu?? Kok serasa kampanye hitamnya gak punya wibawa. Apalagi yang masih jadi sorotan kenapa harus kotak? Kenapa tidak lingkaran, oval gitu?? Kan nanti kalo oval foto calonnya seperti foto ibu dan anak dikaleng kong***. 
           Saran nih. Cuman saran ya! Daripada melawan kotak kosong seolah calon tunggal tanpa persaingan. Mending calon tunggal itu dipisahkan. Di kotak hanya ada satu wajah. Jadi nggak perlu ada kotak kosong. Nanti pilihannya yang tertinggi akan jadi gub/bu/walkotnya dan yang terendah menjadi wakilnya. Nggak perlu lawan kotak kosong. Kalo kalah malu..malu partainya malu calonnya..buat moodboster aja ya.
           Yang namanya demokarsi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Namun, jika dari rakyat hanya mengusulkan satu calon. Itukan agak kurang demokratis. Apalagi calon tunggal itu punya elektabilitas tinggi. Dan semua partai akhirnya menjatuhkan dukungannya serta tidak berani melawan karena pertimbangannya kalo melawannya pasti kalah. Apalagi jika kalah maka tidak akan dapat kursi di pemerintahan. Jadinya semua mengusung calon tunggal dan si calon tunggal bisa langsung menang. Karena harus ada lawan dalam pemilihan. Kalo manusia aja nggak ada yang minat, trus mau gimana?? Jawabannya kotak kosong. Entah diisi setan atau siapapun kotak itu kosong tanpa foto.
            Dan kalaupun fenomena kotak kosong itu menang. Banyak calon pemilih menjadi kotak kosong aja. Nggak usah pakai mahar, keluar uang kampanye, ngasih money politik, dan uang pencalonan. Tapi ada pendukung, ada yang mengkampanyekan, ada yang nyoblos. Kalo nanti kotak kosong itu udah menang tinggal di akuisisi. Bahwa itu sebenarnya adalah kotakmu namun printnya rusak jadi fotonya nggak ada.
           Dan kalo itu possible terjadi. Aku siap kok nyalon sebagai kotak kosongnya. toh nggak keluar tenaga banyak. >.<

@muchlisin/2018
2 Juli 2018

No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...