(Opini) BOJONEGORO MENUJU LUMBUNG PANGAN DAN ENERGI karya: Dewi Apriliana



Bojonegoro. Siapa yang tak kenal kota indah ini. Kota kecil nan indah. Bojonegoro kota yang penuh dengan kekayaan. Dari mulai pertanian hingga perindustrian. Ya, sangat elok sekali kota kelahiranku ini. Bojonegoro menjadi lumbung pangan dan energi. Saya yakin Bojonegoro akan menjadi lumbung pangan dan energi bagi Negeri ini, Negara Indonesia. Menurut saya, masih banyak yang harus diperhatikan untuk menuju itu. Jika ingin Bojonegoro menjadi lumbung pangan, mengapa sekarang banyak lahan pertanian yang dijadikan perumahan yang besar. Bukankah itu bisa menghilangkan hasil pangan yang melimpah. Mestinya pemerintah harus lebih tegas untuk persoalan itu. Agar lahan pertanian bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk rakyat Bojonegoro, dan bahkan Negara Indonesia tidak perlu lagi mengimpor hasil pertanian dari luar negeri yang menghabiskan uang rakyat. Dengan hal ini, kita bisa menekan angka impor dari luar negeri dan menggantikannya dengan produk asli dalam negeri, termasuk hasil pertanian dari Bojonegoro. Bukan hanya soal pertanian yang kita temui di Bojonegoro. Tapi juga soal industri. Siapa sangka jika Bojonegoro memiliki minyak bumi yang melimpah. Lihat saja para investor dari luar negeri berebut untuk memiliki saham industri di Bojonegoro. Menurut saya, saya setuju aja jika para investor dari luar negeri ingin bekerja sama dengan Bojonegoro. Tapi, mengapa bukan rakyat Bojonegoro yang sejahtera. Malah, mereka yang sejahtera. Apa karna hanya mereka memiliki izin dari pemerintah lalu mereka seenaknya saja mengambil seluruh isi bumi ini. Ini tak adil, sekarang aja BBM masih mahal. Padahal Indonesia yang memiliki tanah, tapi yang menggunakan orang asing. Pemerintah harus bijak mengambil keputusan ini. Ini demi bangsa Indonesia. Bojonegoro bisa dibilang kota yang memiliki cukup kekayaan minyak bumi. Kita bisa memanfaatkan ini untuk kesejahteraan bersama. Kita tak perlu bantuan dari orang asing untuk mengebor tanah demi mengambil minyak bumi. Rakyat kita banyak, sumber daya manusia melimpah. Tinggal bagaimana kita melatih mereka untuk menjadi orang yang berpendidik dan bisa melakukan pekerjaan ini dengan baik. Dengan ini, kita tak perlu repot-repot. Dan hasilnya pun untuk rakyat. Dari rakyat untuk rakyat. Dan bisa mengurangi hutang negeri ini karena mengimpor minyak dari luar negeri. Yang sebenarnya negeri ini memiliki minyak yang sangat-sangat melimpah. Semoga jika hal tersebut bisa dipahami dan dimaknai. Saya yakin kota Bojonegoro bisa menjadi kota penuh dengan lumbung pangan dan energi. Karena Bojonegoro adalah Bojonegoro Matoh.

No comments:

Post a Comment

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAJEMEN SITUS ONLINE TOKOPEDIA”

  Nama Kelompok: 1.       Feri Dika Nugroho                   18542011016 2.       M. Aiyi Ahlaku Rosat              18542011024 3.   ...