Bojonegoro.
Siapa yang tak kenal kota indah ini. Kota kecil nan indah. Bojonegoro kota yang
penuh dengan kekayaan. Dari mulai pertanian hingga perindustrian. Ya, sangat
elok sekali kota kelahiranku ini. Bojonegoro menjadi lumbung pangan dan energi.
Saya yakin Bojonegoro akan menjadi lumbung pangan dan energi bagi Negeri ini,
Negara Indonesia. Menurut saya, masih banyak yang harus diperhatikan untuk
menuju itu. Jika ingin Bojonegoro menjadi lumbung pangan, mengapa sekarang
banyak lahan pertanian yang dijadikan perumahan yang besar. Bukankah itu bisa
menghilangkan hasil pangan yang melimpah. Mestinya pemerintah harus lebih tegas
untuk persoalan itu. Agar lahan pertanian bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk
rakyat Bojonegoro, dan bahkan Negara Indonesia tidak perlu lagi mengimpor hasil
pertanian dari luar negeri yang menghabiskan uang rakyat. Dengan hal ini, kita
bisa menekan angka impor dari luar negeri dan menggantikannya dengan produk
asli dalam negeri, termasuk hasil pertanian dari Bojonegoro. Bukan hanya soal
pertanian yang kita temui di Bojonegoro. Tapi juga soal industri. Siapa sangka
jika Bojonegoro memiliki minyak bumi yang melimpah. Lihat saja para investor
dari luar negeri berebut untuk memiliki saham industri di Bojonegoro. Menurut
saya, saya setuju aja jika para investor dari luar negeri ingin bekerja sama
dengan Bojonegoro. Tapi, mengapa bukan rakyat Bojonegoro yang sejahtera. Malah,
mereka yang sejahtera. Apa karna hanya mereka memiliki izin dari pemerintah
lalu mereka seenaknya saja mengambil seluruh isi bumi ini. Ini tak adil,
sekarang aja BBM masih mahal. Padahal Indonesia yang memiliki tanah, tapi yang
menggunakan orang asing. Pemerintah harus bijak mengambil keputusan ini. Ini
demi bangsa Indonesia. Bojonegoro bisa dibilang kota yang memiliki cukup
kekayaan minyak bumi. Kita bisa memanfaatkan ini untuk kesejahteraan bersama.
Kita tak perlu bantuan dari orang asing untuk mengebor tanah demi mengambil
minyak bumi. Rakyat kita banyak, sumber daya manusia melimpah. Tinggal
bagaimana kita melatih mereka untuk menjadi orang yang berpendidik dan bisa
melakukan pekerjaan ini dengan baik. Dengan ini, kita tak perlu repot-repot.
Dan hasilnya pun untuk rakyat. Dari rakyat untuk rakyat. Dan bisa mengurangi
hutang negeri ini karena mengimpor minyak dari luar negeri. Yang sebenarnya
negeri ini memiliki minyak yang sangat-sangat melimpah. Semoga jika hal
tersebut bisa dipahami dan dimaknai. Saya yakin kota Bojonegoro bisa menjadi
kota penuh dengan lumbung pangan dan energi. Karena Bojonegoro adalah
Bojonegoro Matoh.
No comments:
Post a Comment