Sastra indonesia
SASTRA LAMA & SASTRA BARU
PEMBIMBING:
Bpk. HARIYANTO
NAMA KELOMPOK:
1.
DEWI APRILIANA [06]
2.
FARAJ NAUFAL ACHMAD [10]
3.
HERFIANA ANDRANI [13]
4.
HERLIANA ANANTA PUTRI [14]
5.
PUTU MARCELIA AMANDARI [18]
6.
RAFIKA ULIN NUHA [19]
7.
RAFLI ADAM HANDOYO [20]
8.
SITI NUNUNG DWI OKTAVIANA [24]
9.
ASTI VANNIA C.H [26]
ABSTRAK
Karya ilmiah ini dilator belakangi oleh kepentingan
pembelajaran sastra khususnya struktur fisik yang berperan mendukung kejelasan
makna puisi, cerpen, prosa, pantun. Melalui kajian struktur ini, peneliti
diharapkan dapat menggambarkan peran unsur-unsur fisik tersebut dalam
memperjelas makna sebuah puisi cerpen, prosa, pantun
MOTTO
- Tantangan Unik Dan
Berbeda Adalah Kekuatanku
- Jika Tidak Siap
Susah, Tidak Usah Hidup
- Pasti Bisa Jika
Berusaha
- Hadapi Rintangan
Menuju Kesuksesan
- Hidup Adalah Ujian
- Strategi Tepat Prestasi
Didapat
- Percayalah
Terhadap Dirimu Sendiri
- Tiada Hari Tanpa
Prestasi
- Kesuksesan Berawal
Dari Kesalahan
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat taufik dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah “Sastra Indonesia.”
Sejalan dengan itu
semua, kami berusaha agar makalah ini dapat mudah dimengerti dan dipahami. Dalam
menyelesaikan makalah ini kami mendapat
bantuan dari berbagai pihak, Terimakasih kepada:
1.
Bapak Hariyanto
selaku guru pembimbing mata pelajaran Bahasa Indonesia,
2.
Teman-Teman yang
telah membantu kami dalam menyelesaikan tugas,
3.
Orang tua yang
telah mendukung,
4.
Media Internet
yang telah mempermudah menyelesaikan
tugas.
Harapan kami semoga
makalah ini memberi informasi bagi
masyarakat dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu Sastra
Bahasa Indonesia kita semua.
Bojonegoro,..........Agustus
2016
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
ABSTRAK ii
MOTTO iii
KATA PENGANTAR iv
DAFTAR ISI v
BAB I : PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
MASALAH 1
1.2.RUMUSAN MASALAH 1
1.3.TUJUAN
PENELITIAN 2
1.4.MANFAAT
PENULISAN 2
1.5.METODE YANG DIGUNAKAN 2
BAB II : ISI
2.1. DEFINISI
SASTRA 3
2.2. FUNGSI
SASTRA 3
2.3. JENIS-JENIS
KARYA SASTRA
2.3.1.
SASTRA LAMA 4
2.3.2.
SASTRA BARU 8
BAB III : PENUTUP
3.1. KESIMPULAN 16
3.2. SARAN 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Sastra Indonesia merupakan unsur bahasa yang
terdapat di dalam bahasa Indonesia, berdasarkan garis besar nya sastra berarti
bahasa yang indah atau tertata dengan baik, dan gaya penyajian nya menarik,
sehingga berkesan di hati pembaca nya.
Namun sering kali kita tidak mengerti apa yang di
maksud dengan sastra, kebanyakan orang menyamakan antara sastra dan bahasa.
Dalam sastra Indonesia sendiri, benyak sekali
bagian-bagianya. Secara garis besar sastra indonesia terbagi menjadi dua yaitu
sastra lama dan sastra baru/modern.
Dari sekian banyak sastra contoh nya seperti puisi,
cerprn, novel,pantun,gurindam prosa dan sebagai nya dan di anatara jenis-jenis
karya sastra tersebut memiliki ciri masing-masing, dan tidak bisa di kataka
sama.
Maka unuk lebih jelas nya di sini akan kita bahas
mengenai defenisi nya masing-masing.
1.2. RUMUSAN MASALAH
Untuk memudahkannya adabeberapa komponen yang akan
dibahas, diantaranya.
- Apakah yang di maksud dengan sastra?
- Apa sajakah jenis-jenis karya
sastra?
- Apakah perbedaan sastra lama dan sastra baru/modern?
- Sebutkan jenis-jenis karya sastra
lama?
- Sebutkan jenis-jenis karya sastra
baru/modern?
1.3. TUJUAN
Untuk membantu siswa/siswi belajar membedakan dan
memahami, serta membuat bagian- bagian dari sastra Indonesia.
1.4. MANFAAT PENULISAN
- Untuk mengetahui apa itu sastra
- Untuk mengetahui jenis-jenis sastra
- Untuk mengetahui perbedaan sastra
lama dengan sastra baru
- Untuk mengetahui jenis karya sastra
lama
- Untuk mengetahui jenis karya sastra
baru
1.5. METODE YANG DIGUNAKAN
Metode Kepustakaan.
BAB II
ISI
2.1.
DEFINISI SASTRA
Berdasarkan asal usulnya, istilah kesusastraan
berasal dari bahasa sansekerta, yakni susastra. Su berarti bagus atau indah,
sedangkan sastra berarti buku,tulisan atau huruf. Berdasarkan kedua kata itu,
susastra di artikan tulisan yang indah.
Istilah tersebut kemudian mengalami perkembangan.
Kesusastraan tidak hanya berupa tulisan, tetapi ada pula yang berbentuk lisan.
Karya semacam itu di namakan dengan sastra lisan. Oleh karena itu, sekarang
yang dinamakan dengan kesusastraan meliputi karya sastra lisan dan tertulis
dengan ciri khas nya terdapat pada keindahan bahasanya.
Berdasarkan defenisi tersebut, beberapa ahli
kemudian menyebutkan ciri-ciri karya sastra sebagai berikut:
1. Bahasanya
indah atau tertata dengan baik.
2. Isinya
menggambarkan manusia dengan berbagai persoalannya.
3. Gaya
penyajian nyamenarik sehingga berkesan di hati pembacanya.
2.2.
FUNGSI SASTRA
Banyakfungsi atau manfaat dengan membaca karya-karya
sastra, antara lain sebagai berikut.
- Fungsi rekreatif,dengan membaca
karya sastra, seseorang dapat memperoleh kesenangan atau hiburan.
- Fungsi didaktif, dengan membaca
karya sastra, seseorang dapat memperoleh wawasan pengetahuan tentang
seluk-beluk kehidupan manusia. Seorang juga dapa memperoleh pelajaran
tentang nilai-nilai kebenaran dan kebaikan yang ada di dalam nya.
2.3. JENIS-JENIS
KARYA SASTRA
A.
SASTRA LAMA
Sastra lama sering juga di sebut dengan kesusastraan
klasik atau tradisional. Zaman berkembangnya kesusastraan klasik ini ialah
sebelum masuk nya pengaruh barat ke Indonesia. Bentuk-bentuk kesusastraan yang
berkembang adalah dongeng, mantra, pantun, dan sejenisnya.
Karya
sastra klasik/lama memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
- Nama pencipta nya tidak di ketahui
(anonim)
- Cerita-ceritanya banyak di warnai
oleh hal-hal gaib.
- Banyak menggunakan kata-kata yang
baku, seperti alkisah, sahibul hikayat, menurut empunya cerita, konon, dan
sejenis nya.
- Yang di kisahkan berupa kehidupan
istana, raja-raja, dewa-dewa, para pahlawan, atau tokoh-tokoh mulia
lainnya.
- Karena belum ada media cetak dan
elektronik, sastra klasik berkembang secara lisan.
Berikut adalah jenis-jenis karya sastra klasik:
Ø
Mantra
Mantra merupakan karya sastra lama yang berisi
pujian-pujian terhadap sesuatu yang gaib atau yang di keramatkan, seperti dewa,
roh dan binatang. Mantra biasa nya di ucapkan oleh pawang atau dukun sewaktu
melakukan upacara keagamaan ataupun ketika berdoa.
Contoh: Assalammu’alaikum putri satulung
besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu
Ø Pantun
Pantun merupakan puisi lama yang terdiri dari empat
baris dalam satu baitnya. Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sedangkan
baris ketiga dan keempatnya adalah isi. Bunyi terakhir pada kalimat-kalimanya
berpola a-b-a-b.
Dengan demikian, bunyi akhir pada kalimat ketiga dan
bunyi akhir kalimat kedua sama denga bunyi akhir pada kalimat keempat.
Contoh: Ada
pepaya ada mentimun (a)
Ada mangga ada salak (b)
Daripada duduk melamun (a)
Mari kita membaca sajak (b)
Ø Seloka
Seloka di sebut juga dengan pantun berbingkai.
Bedanya dengan pantun, kalimat ke-2 dan ke-4 pada bait pertama di ulang kembali
dan menjadi kalimat ke-1 dan ke-3 pada bait kedua nya. Pengulangan itu di lakukan
terus-menerus sehingga bait-bait dalam puisi sambung-menyambung.
Ø Talibun
Talibun adalah pantun yang susunannya yang terdiri
atas enam,delapan atau sepuluh baris. Pembagian bait nya sama dangan pantun
biasa, maka tiga baris pertama marupakan sampiran dan tiga baris berikut nya
merupakan isi.
Ø Pantun kilat
Pantun kilat atau karmina ialah pantun yang terdiri
atas dua baris, baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua isinya.
Contoh: Dahulu parang
sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci
(a)
Ø Gurindam
Gurindam di sebut juga sajak pribahasa atau sajak
dua seuntai. Gurindam memiliki beberapa persamaan dengan pantun yakni pada
isinya. Gurindam banyak mengandungnasihat atau pendidikan, terutama yang
berkaitan dengan masalah keagamaan.
Gurindam terdiri atas dua kalimat. Kalimat pertama
berhubungan langsung dengan kalimat keduanya. Kalimat pertama selalu menyatakan
pikiran atau peristiwa sedangkan kalimat keduanya menyatakan keterangan atau
penjelasannya.
Contoh: Kurang pikir kurang siasat (a)
Tentu dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah tiada bertiang ( b )
Jika suami tiada berhati lurus ( c )
Istri pun kelak menjadi kurus ( c )
Ø Syair
Syair merupan bentuk
puisi klasik yang merupakan pengaruh kebudayaanArab. Dilihat dan jumlah
barisnya, syair hampir sama dengan pantun, yakni sama-sama terdiri atas empat
baris. Perbedaan nya terletak pada persajakan. Pantun bersajak a-b-a-b,
sedangkan syair bersajak a-a-a-a. selain itu, pantun memiliki sampiran, sedangkan
syair tidak memilikinya.
Contoh: Pada zaman
dahulu kala (a)
Tersebutlah
sebuah cerita (a)
Sebuah negeri
yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang
raja nan bijaksana (a)
Negeri bernama
Pasir Luhur (a)
Tanahnya luas
lagi subur (a)
Rakyat teratur
hidupnya makmur (a)
Rukun raharja
tiada terukur (a)
Raja bernama
Darmalaksana (a)
Tampan rupawan
elok parasnya (a)
Adil dan jujur
penuh wibawa (a)
Gagah perkasa
tiada tandingnya (a)
Ø Dongeng binatang
Dongeng binatang atau fable adalah cerita yang
tokoh-tokoh nya berupa binatang dengan peran layak nya manusia.
Binatang-binatang itu dapat berbicaramakan,minum, berkeluarga sebagaimana hal
nya dengan manuia.
Fable tidak hanya di kenal di masyarakat nusantara,
melainkan hampir dikenal di seluruh dunia. Bila pelaku popular fable pada
masyarakat melayu itu adalah kancil,maka di jawa barat adalah kera, di eropa
srigala,dan di kamboja kelinci.
Ø Legenda
Legenda atau dengeng tentang asal-usul,terbagi
kedalam tiga jenis, yakni sebagai berikut.
a.
Cerita asal-usul tumbuh-tumbuhan, misalnya
asal usul padi, asal-usul pohon jagung asal-usul pohon pisang.
b.
Cerita asal-usul binatang, contoh nya
asal usul pertengkaran kucing dengan anjing, asal-usul kuda tidak
bertanduk,asal-usul ikan man berdarah merah.
c.
Cerita asal-usul terjadinya suatu
tempat, misalnya asal-usul dari gunung tangkuban perahu, dan asal-usul danau
toba.
Ø Dongeng pelipur lara
Dongeng pelipur lara ini bersifat komedi, isi nya di
penuhi dengan kisah-kisah lucu.
Ø Hikayat
Hikayat berasal dari India dan Arab. Hikayat
berisikan cerita para dewa, peripengeran,putri, ataupun kehidupan para
bangsawan. Hikayat banyak dipenuhi cerita-cerita gaib dan berbagai kesaktian.
Karena tokoh da latar nya banyak yang mengambil dai sejarah, cerita terselubung
sering di sebut cerita sejarah.
B.
SASTRA BARU/MODERN
Ø Puisi
Puisi adalah bentuk karya sastra yang menggunakan
kata-kata yang indah dan kaya akan makna.
1.
Keindahan sebuah puisi di sebabkan oleh
diksi,majas, rima dan irama.
2.
Kekayaan makna yang terkandung dalam
puisi dilantarankan oleh pemadatan unsur-unsur bahasa. Bahasa yang di gunakan
dalam puisi berbeda dengan yang di gukan sehari-hari. Puisi menggunakan bahasa
yang ringkas. Kata-kata yang di gunakan adalah kata-kata konotatif, yang
mengandung banyak penafsiran dan pengertian.
Kekhasan puisi lainnya adalah penyajian nya yang
bersifat monolog. Penyair mengutarakan parasaan dan fikirannya dengan berbicara
sendiri secara langsung.
Berbeda dengan karya sastra lainnya, puisi memiliki
ciri-ciri sebagai berikut:
a. Mengutamakan
keindahan bahasa
b. Bahasa
yang digunakannya ringkas dan konotatif
c. Di
sajikan dalam bentuk monolog
Unsur-unsur
intrinsik Puisi:
a.
Diksi: Kata-kata
yang di gunakan dalam puisi merupakan hasil pemilihan yang sangat
cermat.kata-katanya merupakan hasil pertimbangan, baik itu dalam makna susunan
bunyinya maupun hubungan kata itu dengan kata-kata lain dalam baris dan
baitnya.
b.
Pengimajinasian: Dapat didefenisikan sebagai kata atau susunan kata yang
dapat menimbulkan khayalan atau imajinasi. Dengan daya imajinasi tersebut,
pembaca seolah-olah merasa mendengar, atau melihat sesuatu yang di ungkapkan
penyair.
c.
Majas: Majas
merupakan kalimat ataupun ungkapan yang di gunakan penyair untuk mengatakan
sesuatu dengan cara membandingkan dengan benda atau kata lain. Majas mengiaskan
atau mempersamakan sesuatu dengan hal yang lain.
d.
Rima/Ritma: Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Dengan adanya rima,
suatu puisi menjadi indah. Makna yang ditimbulkan nya pun lebuh kuat. Di
samping rima, di kenal pula istilah ritma yang di artikan sebagai pengulangan
kata frase, atau kalimat-kalimat dalam puisi.
e.
Tipografi: Puisi tidak berbentuk paragraph melainkan membentuk bait
dalam puisi-puisi kontemporer. Tipografi itu di pandang begitu penting sehingga
menggeser kedudukan makna kata-kata.
Isi puisi meliputi unsur-unsur berikut:
a.
Tema: Tema
merupakan gagasan pokok yang di ungkapkan penyair dalam puisi. Tema berfungsi
sebagai landasan utama penyair dlam puisinya.
b.
Perasaan: Puisi merupakan karya sastra yang paling mewakili ekspresi
perasaan penyair. Bentuk ekspresi itu dapat berupa kerinduan kegelisahan,
ataupun pengagungan kepada kekasih, alam, pahlawan, nabi, ataupun keada Allah
SWT.
c.
Nada dan Suasana: Sikap penyair pada pembaca ini disebut nada puisi. Adapun
suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Suasana aadalah
akibat yang di timbulkan puisi itu terhadap jiwa pembaca.
d.
Amanat: Amanat
merupakan pesan yang ingin di sampaikan penyair melalui puisinya. Amanat
tersilat di balik kata-kata yang di susun, dan juga berada di balik tema yang
di ungkapkan.
Untuk membacakan puisi tersebut agar tampak hidup,
perlu di bantu dengan irama, mimik, kinesik, dan volume suara.
Contoh
Puisi:
SANDAL SEJATI
Aku selalu setia menemani tiap langkahmu
Aku selalu teguh menopang berat tubuhmu
Aku selalu tabah kalau kau tak memerlukanku
Tak peduli kuterbuang, terbalik, atau terjepit kaki
lemari
Karena aku adalah sandalmu sejati
Ø Prosa
Prosa adalah karya sastra yang berupa cerita bebas.
Bentuk prosa pada umumnya merupakan perpaduan dari monolog dan dialog. Namun
adapula proses yang hanya monolog dan ada pula yang terdiri atas dialog-dialog.
Karya sastra yang berupa prosa memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
1.
Pada umumnya berbentuk cerita. Karena
itu, dalam proses terdapat unsur alur penokohan, dan latar.
2.
Merupakan perpaduan dari bentuk monolog
dan dialog.
Unsur-unsur Prosa:
- Tema: Merupakan inti atau ide pokok sebuah cerita.
b.
Alur: Merupakan
pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh hubungan sebab akibat.
c.
Latar: Latar
(setting) tempat, waktu dan suasana terjadi nya [erbuatan tokoh atau peristiwa
yang di alami tokoh.
d.
Penokohan: Adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter
tokoh-tokoh dalam cerita.
e.
Sudut pandang: Ialah posisi pengarang dalam membawakan cerita.
f.
Gaya bahasa: Berfungsi untuk menciptakan suatu nada atau suasana tertentu yang
mempu memperlihatkan hubungan dan iteraksi antara sesama tokoh.
g.
Amanat: Merupakan
ajaran moral atau pesan dikatis yang hendak di sampaikan oleh pengarang kepada
pembaca melalui karya nya itu.
Jenis-jenis Prosa:
- Novel
Novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi
utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh.
Berikut
beberapa contoh judul novel sastra Indonesia:
- Atheis karya Achdiat Kartahadimadja
- Belangu karya Armijin Pane
- Cinta Dan Kewajiban karya L. Wairata
- Darah Muda karya Addinegoro
- Harimau! Harimau! Karya Mochtar Lubis
- Cerpen
Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa.
Dalam cerpen di kisahkan sepenggal kehidupan tokoh yang penuh pertikaian,
pristiwa yang mengharukan, dan mengandung kesan yang tidak mudah di lupakan.
Cerpen memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Alur lebih sederhana
- Tokoh yang di munculkan hanya
beberapa orang
- Latar yang di lukiskan hanya
sebentar dan sangat terbatas
- Tema mengupas masalah yang relative
sederhana.
Berikut beberapa contoh judul cerpen:
- Barang Tiada Berharga katya Armijn
Fane
- Cara Cichago karya Moh. Kasim
- Isyik Putih karya Hamka
- Kisah Antara Manusia karya Armijn Pane
- Teman Duduk karya M. Kasim
Contoh
Cerpen:
TELPON ISENG
Telepon berdering di kantor pusat FBI.
"Halo?"
"Halo, apakah ini FBI?"
"Ya. Apa yang Anda inginkan?"
"Saya menelepon untuk melaporkan tetangga saya
Adrian Thibodeaux. Dia memiliki narkoba yang disembunyikan di dalam kayu
bakarnya!"
"Terima kasih banyak untuk informasinya,
Pak."
Hari berikutnya, para agen FBI turun di rumah
Thibodeaux. Mereka mencari kayu bakar di gudang. Menggunakan kapak, mereka
membelah setiap potong kayu, tetapi tidak menemukan narkoba. Mereka meminta
maaf kepada Thibodeaux dan pergi.
Telepon berdering di rumah Thibodeaux.
"Hei, Adrian! Apakah FBI datang?"
"Yeah!"
"Apakah mereka memotong kayu bakar Anda?"
"Yap"
"Bagus, sekarang giliran Anda untuk menelepon,
saya perlu taman saya untuk dicangkuli."
gimana?
- Dongeng
Dongeng merupakan prosa yang berisihal-hal yang
tidak masuk akal atau tidak mungkin terjadi. Bisa terjadi dalam khayalan
saja.misalnya orang yang dapat menjelma berganti rupa, binatang yang dapat
berkata-kata seperti manusia, orang yang dapat menghilang dan dapat terbang.
Dongeng berfungsi sebagai media hiburan. Selain itu dongeng berfungsi untuk
media pendidikan.cerita dalam dongeng memiliki pessan-pesan yang berguna dalam
kehidupan sehari-hari. Dongeng malinkundang. Misalnya, dongeng itu berpesan
agar kita selalu menghormatiorang tua bagaimanapun keadaan nya.
- Biografi
Biografi adalah ceria tentang perjalanan hidup
seseorang mulai dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia.
Biografi ditulis oleh orang lain. Dalam biografi, hal-hal yang di tulis
terutama berkenaan dengan sisi-sisi penting tentang orang itu dan berbagai
sikap yang dapat d teladani pembaca.
- Otobiografi
Otobiografi
adalah kisah pribadi pengarang sendiri tentang perjalanan hidup nya, yakni
sejak ia kecil hingga dewasa.
Ø
Drama
Drama merupakan karya sastra yang diproyeksi diatas
pentas. Berbeda dengan karya sastra lain nya, seperti puisi dan prosa, drama
terbentuk atas dialog-dialog. Karena di proyeksikan untuk pementasan drama
sering pula di sebut sebagaiseni pertunjukan atau teater.
Karena itu drama dapat pula di artikan sebagai
bentuk karya sastra yang menggambarkan kehidupan dengan menyampaikan pertikaian
dan emosi melalui lakuan dan dialo. Lakuan dan dialog dalam drama tidak jauh
berbeda dangan lakuan dan dalog dalm kehidupan sehari-hari.
Unsur
intrinsik Drama:
a.
Alur: Rangkaian
peristiwa dan konflik yang menggerakan jalan cerita melalui rumitan kea rah
klimaks dan selesai.
b.
Tokoh: Ialah
orang yang berperan dalam suatu drama.
c.
Latar: Ialah
keterangan mengenai ruang dan waktu.
d.
Bahasa: Tidak
hanya sebagai media komunikasih took. Tetapi juga menggambarkan karakter tokoh
, latar, ataupun pristuwa yang sedang terjadi.
e.
Perlengkapan: Sejumlah fasilitas yang di perlukan sebagai pelengkap cerita.
Beberapa di antara nya kostum, panggung , penataan cahaya, dan sistem akustik.
Unsur
ekstrinsik Drama:
Unsur faktor yang ada di luar drama, namun berkaitan
dengan cerita drama tersebut. Unsur yang di maksud, antara lain adalah sosial
budaya, politik.
a. Penulis
Naskah: Naskah drama tidak hanya
menonjolkan seni
peran,tetapi juga sarat dan pesan. Idenya murni dari
pemikiran sang penulis naskah. Namun demikian, dapat pula di ambil dari naskah
orang lain ataupun dari kisah-kisah klasik. Biasanya penulis menafsirkan ulang
kisah tersebut sehingga banyak terjadi perubahan, baik itu dalam hal sudut
pandang tokoh, ataupun setting nya.
b. Sutradara: Orang
yang bertanggung jawab dalam
suatu pementasan.
c. Narrator:
yang menceritakan kepada penonton mengenai isi cerita.
d. Pemain: Menjalankan peran sesuai dengan kemampuan
nya.
e. Penata
Artistik:Menyampaikan ide-ide panggungnya pada sutradara.
f. Penata
Rias
g. Penata
kostum
BAB III
PENUTUP
3.1.
KESIMPULAN
Sastra adalah hasil rasa yang merupakan sumber
keindahan, yang termaksut dalam hasil karya sastra. Sastra lahir dari sebuah
peradaban dalam masyarakat, yang hidup, berkembang dan terus ada di dalam masyarakat
tersebut. Dalam kebaradaan nya di tengah masyarakat sastra memiliki peranan
dalam mengaktualisasikan suatu kebudayaan dari masyarakat.
Sastra bisa di anggap luhur dan tinggi bila sasta
masuk ke dalam sendi kehidupan masyarakat yaitu budaya, dimana sastra adalah
alat budaya masyarakat dalam berbudaya.
Maka dari itu sebuah sastra akan selalu berkembang
dan dinamis dengan perkembangan masyarakat nya, sastra yang bisa di terima dan
sesuai dengan perkembangan masyarakat akan tepat untuk mengaktualisasi kebudayaan
tersebut. Jika sastra tidak dapat dinamis maka berbanding terbalik dengan tujuan
dari sastra itu sendiri.
3.2 SARAN
Kita sebagai warga indonesia harus tahu tentang
kesastraan yang dimiliki oleh Indonesia, agar kita sebagai pemuda Indonesia
tahu tentang tata cara penulisan berbagai jenis Karya Sastra Indonesia yang
meliputi, sastra lama (gurindam, pantun, puisi, mantra, dll) dan sastra baru (cerpen, novel, drama).
DAFTAR PUSTAKA
Sumber buku.
Badudu, J.S (1981).
Sari kesusastraan Indonesia. Bandung: Pustaka prima.
Depdikbd (1974). Bahasa
Indonesia. Jakarta: balai pustaka
_________(1979). Bahasa
Indonesia SMU. Jakarta : Balai pustaka
__________(1987).
Pedoman umum ejaan bahsa Indonesia yang di sempurnakan. Jakarta: depdibud
Kraf, Gorys (1991).
Diksi dan gaya bahasa. Jakarta: Garamedia
Kridalaksana,
Harimurti(1990). Kelas kata dalam bahasa Indonesia. Jakarta; Gramedia
_________________(1993).
Kamus ligustik. Jakarta; Gramedia
Sumber internet