1.Selamat pagi. Ada hal menarik untuk dicermati ketika Presiden
2.Beliau memberi nama Kabinet Kerja, dengan semangat kerja, kerja, kerja. Ini menarik untuk disimak.
3.Ungkapan ’’kerja’’ yg diulang bbrp kali biasanya digunakan u/ membangunkan orang/sekelompok org yg sedang tidur/bermalas2an u/ sgr bangun
4.Bisa juga u/ menegaskan satu2nya jawaban thd suatu persoalan shg jawaban tersebut harus diulang beberapa kali.
5.Dan itu benar! Dari sudut apa pun, tantangan dan persoalan bangsa yang sangat besar dan rumit tersebut harus dihadapi dengan kerja.
6.Persalnnya, kerja spt apa yg bisa jwb tantangan&persoalan, yg memberikan hsl(output)maksimal&yg bisa memberikan dampak (outcome) terbesar.
7.Kerja bukanlah untuk kerja itu sendiri, tapi u/ menghasilkan sesuatu sebagai jawaban terhadap tantangan dan persoalan.
8.Meminjam rumus dasar Teori Sistem yakni hbgan antara input [I(s)], proses [X(s)], dan output [Y(s)], bhw Y(s) adl perkalian I(s) dan X(s),
9. Atau, disingkat dengan rumus Y(s)= I(s).X(s).
10. Dg rumusan tsb, tak selamanya proses itu pasti menghasilkan sesuatu, tp tanpa proses bisa dipastikan tidak akan menghasilkan sesuatu.
11.Dg demikian, proses itu hanya untuk memenuhi syarat perlu, tetapi belum memenuhi syarat cukup (necessary but not sufficient).
12.Kerja itu ibarat sebuah proses, yg dg kerja semata tak menjamin membuahkan hasil yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan dan persoalan.
13.Masyarakat pada umumnya tidak terlalu hirau terhadap kerja itu sendiri, it’s your own business.
14. Biasanya yang masyarakat butuhkan adalah hasil dari kerja itu.
15.Dlm dinamikanya, kerja tlh alami evolusi seiring dg perkembangan iptek, manajemen,kepemimpinan,ketersediaan sumber daya, kultur,&peradabn
16.Evolusi tersebut ditandai dengan versi sehingga muncul Kerja 1.0, Kerja 2.0, demikian, dan seterusnya.
17.Kerja1.0 (KerjaVersi1.0) adl kerja nir(tanpa): visi, pemahaman substansi persoalan,perencanaan,&target. Pokoknya kerja, tnp berpikir pnjg
18.Kerja 1.0 biasanya dilakukan masyarakat tradisional dengan tingkat kultur dan peradaban yang masih rendah dan penuh ’’kepasrahan’’.
19.Hasil Kerja 1.0 dicirikan dg rendahnya tingkat keberhasilan&keberlangsungan, hasilnya hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek.
20.Ciri lain kerja 1.0 sangat rentan terhadap kompetisi, dan hampir bisa dipastikan sebagai pecundang dalam era kompetisi.
21.Kerja 2.0 adl kerja berbasis pd input (input based), ykni kerja dg berpndangn bhw peningktn output hny bsa dicapai dg meningkatkan input.
22.Proses dianggapnya sebagai sesuatu yang tetap dengan apa adanya (given).
23.Contoh sederhananya adalah seorang petani dengan modal lahan 1 hektare menghasilkan Rp 10 juta per tahun.
24.Untuk menaikkan penghasilan menjadi Rp20 juta per tahun, yang dia lakukan ialah menambah lahan dari 1 hektare menjadi 2 hektare.
25.Scr matematika sederhana, pandangan tsb tdk salah. Hny dia blm mengenal prinsip intensifikasi yg bersumber dr prinsip efisiensi&optimasi.
26.Kerja 2.0 itu biasanya dilakukan oleh mereka yang bekerja tanpa visi meskipun sudah mengenal dasar-dasar manajemen.
27.Kerja 3.0 adalah kerja yang berorientasi kepada hasil (output based). Ketersediaan input tak jadi kendala utama dalam mencapai target.
28.Kerja 3.0 lebih berfokus kepada pemanfaatan kemajuan manajemen, kepemimpinan, dan teknologi untuk mencapai target.
29.Dengan luas lahan yang sama 1 hektare, dalam Kerja 3.0, hampir bisa dipastikan hasilnya jauh lebih besar.
30.Kerja3.0 berdasar visi,tdk terjebak pdhal2 yg sifatnya kekinian,
berpikiran terbuka,adaptif thd kemajuan manajmn,
kepmimpinan,&teknologi.
31.Kerja 4.0 adalah kerja yang berorientasi kepada dampak (outcome based). Bukan sekadar hasil yang menjadi target utama.
32.Kerja 4.0 lbh melihat seberapa jauh dampak yg ditimbulkan dr hasil
tsbt. Dalam bhs agama disebut kemanfaatan&kemaslahatan yg
dihasilkan.
33.Pembangunan jembatan adalah contoh sederhana dari Kerja 4.0.
34.Jembatan adalah output. Arus orang dan barang yang menjadi semakin banyak dan lancar adalah dampak dari jembatan tersebut.
35.Yang menjadi pertimbangan bukan sekadar jembatannya. Kemanfaatan dan kemaslahatan maksimal yg jd pertimbangan utamanya.
36.Untuk itu, dalam kerja 4.0, harus memanfaatkan jejaring dan sinergitas.
37.Dalam Kerja 4.0, visi yang kuat, jelas, dan terukur menjadi dasar utama.
38.Visi tersebut harus mampu diterjemahkan dalam tahapan-tahapan teknis yang berkesinambungan secara jelas dan terukur.
39.Jangan sampai kita hanya menang dalam pertempuran, tapi kalah dalam
peperangan (you may win the battle, but you’ll loose the war).
40.Dalam mengelola bangsa dan negara, sudah saatnya digunakan pendekatan Kerja 4.0.
41.Sebenarnya kita sudah punya Rencana Pembangunan Jangka Panjang
Nasional 2005–2025 (Undang-Undang No 17 Tahun 2007) sebagai visi bangsa.
42. Tp tampaknya, kita lbh tertarik pd visi-misi presiden 5
tahunan&terkadang lepas (disconnect) dari apa yang sudah diamanahkan
dlm UU tsb.
43.Bahkan, kita lebih tertarik kepada kehebohan kerja yang dikemas ala infotainment, bukan pada substansi hasil kerja itu.
44.Saking hebohnya, terpaksa harus melakukan labelisasi program yang selama ini sudah berjalan. Terima kasih.
Semoga Bermanfaat Bagi Para Pengamat Pendidikan
@dewi_app
No comments:
Post a Comment