Memperingati
hari sumpah pemuda ke-86, Indonesia masih berlinang dan masih banyak yang perlu
diperbaiki. Dalam tubuh Indonesia diusianya yang semakin tua (jika disamakan
dengan usia manusia), bangsa Indonesia tetap berusaha menjaga keutuhan dan
memajukan negara tercinta ini. 86 tahun yang lalu tepatnya, lahir sebuah sumpah
untuk menyatukan Indonesia dengan Sumpah Pemuda yang digagas oleh beberapa
organisasi pemuda di Indonesia. Betapa besar tekad mereka untuk mewujudkan
sebuah negara yang bertumpah darah yang satu – tanah air Indonesia, berbangsa
yang satu – bangsa Indonesia, dan menjunjung bahasa persatuan – Bahasa
Indonesia. Sumpah Pemuda ini kemudian menjadi acuan dan digunakan hingga
sekarang karena kesesuaiannya yaitu cita-cita tulus, ide cemerlang dari pemuda
bangsa untuk Indonesia.
Bangun
Solidaritas Pemuda Maju dan Berkelanjutan merupakan tema Sumpah Pemuda tahun
ini yang memiliki makna bahwa para pemuda Indonesia harus bersemangat membangun
Indonesia dalam hal menggunakan perannya secara baik dan benar untuk
mempersatukan bangsa Indonesia dan pembangunan nasional. Seperti yang kita tahu
bahwa semua elemen bangsa diperlukan untuk membuat Indonesia lebih sejahtera.
Hal ini juga dimaksudkan untuk para pemuda karena mereka adalah sosok generasi
penerus bangsa sehingga diharapkan mereka bisa lebih menghayati tentang negeri
ini, tentang bangsa ini, dan sadar akan peran mereka yang begitu penting untuk
membangun bangsa kedepannya. Para pemuda-pemudi adalah harapan bangsa sehingga
perlu pengembangan wawasan mengenai silsilah bangsa dan sejarah Indonesia untuk
mewujudkan sumpah pemuda yang sebenarnya pada masa mendatang.
Solidaritas
pemuda maju adalah hal penting yang dibutuhkan untuk mencapai kesejahteraan
yang berarti kemajuan pemuda juga merupakan kemajuan suatu bangsa. Solidaritas
merupakan alat untuk menyatukan, karena di dalam solidaritas tersimpan
keinginan untuk saling bersama dan rasa memiliki. Dengan solidaritas maka kita
akan menjadi kuat karena kita bersatu di dalamnya untuk sebuah kemajuan. Pemuda
yang maju juga berarti pemuda yang memiliki inovasi, kreasi, dan kreativitas
tinggi. Oleh karena itu diharapkan pemuda bisa membuat langkahnya sendiri
menuju kemajuan bersama. Mereka harus bisa menghadapi tuntutan zaman tanpa
melupakan rasa keIndonesiaan.
Diharapkan
dengan tema kali ini pemuda bisa lebih berpikir jauh untuk membawa kemajuan
Indonesia secara berkelanjutan. Pemuda adalah harapan masa depan karena di
tangan merekalah nantinya Indonesia ini yang berarti akan mereka bawa entah
sampai kemana hingga bisa maju dengan mengedepankan sumpah pemuda tanpa
melupakan Pancasila beserta Undang-Undangnya.
SumpahPemuda
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng Bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin. Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.
Berbicara tentang Sumpah Pemuda, tak terlepas dari peranan pemuda. Pemuda adalah komponen penting dalam pembangunan suatu bangsa dan negara yang selalu dan terus memainkan perananya dalam sejarah perjalanan suatu bangsa. Demikian pula dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tidak dapat dilepas pisahkan dari peranan Pemuda Indonesia yang sangat berarti dan mempunyai makna penting dalam mengisi lembaran sejarah bangsa Indonesia. Hal ini terlihat nyata dalam setiap perubahan sosial – politik yang terjadi di Indonesia pun tidak pernah lepas dari peran pemuda, sebagaimana kita ketahui bersama peristiwa sejarah dibawah ini:
• Sejarah lahirnya Boedi Utomo 1908 yang kita kenal dengan Hari Kebangkitan Nasional;
• Sejarah lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928;
• Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945;
• Sejarah lahirnya Angkatan 66 yang melahirkan era Orde Baru;
• Sejarah lahirnya REFORMASI pada Mei 1998, dimana era Demokrasi Indonesia dimulai;
Dengan mengacu pada perjalanan pergerakan dan kiprah Pemuda Indonesia patutlah kita mencermati arah dan orientasi perjuangan Pemuda Indonesia yang cenderung didasarkan pada idealisme dalam memperjuangkan visi dan misinya yang senantiasa dilandasi oleh Keinginan Luhur untuk memberikan kontribusi tenaga dan pemikirannya untuk membangun bangsa dan negara.
Pertama:
Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea:
Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga:
Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng Bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada secarik kertas yang disodorkan kepada Soegondo ketika Mr. Sunario tengah berpidato pada sesi terakhir kongres (sebagai utusan kepanduan) sambil berbisik kepada Soegondo: Ik heb een eleganter formulering voor de resolutie (Saya mempunyai suatu formulasi yang lebih elegan untuk keputusan Kongres ini), yang kemudian Soegondo membubuhi paraf setuju pada secarik kertas tersebut, kemudian diteruskan kepada yang lain untuk paraf setuju juga. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin. Yang dimaksud dengan “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia”, “bangsa Indonesia”, dan “bahasa Indonesia”. Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap “perkumpulan kebangsaan Indonesia” dan agar “disiarkan dalam segala surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan”.
Berbicara tentang Sumpah Pemuda, tak terlepas dari peranan pemuda. Pemuda adalah komponen penting dalam pembangunan suatu bangsa dan negara yang selalu dan terus memainkan perananya dalam sejarah perjalanan suatu bangsa. Demikian pula dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tidak dapat dilepas pisahkan dari peranan Pemuda Indonesia yang sangat berarti dan mempunyai makna penting dalam mengisi lembaran sejarah bangsa Indonesia. Hal ini terlihat nyata dalam setiap perubahan sosial – politik yang terjadi di Indonesia pun tidak pernah lepas dari peran pemuda, sebagaimana kita ketahui bersama peristiwa sejarah dibawah ini:
• Sejarah lahirnya Boedi Utomo 1908 yang kita kenal dengan Hari Kebangkitan Nasional;
• Sejarah lahirnya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928;
• Sejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945;
• Sejarah lahirnya Angkatan 66 yang melahirkan era Orde Baru;
• Sejarah lahirnya REFORMASI pada Mei 1998, dimana era Demokrasi Indonesia dimulai;
Dengan mengacu pada perjalanan pergerakan dan kiprah Pemuda Indonesia patutlah kita mencermati arah dan orientasi perjuangan Pemuda Indonesia yang cenderung didasarkan pada idealisme dalam memperjuangkan visi dan misinya yang senantiasa dilandasi oleh Keinginan Luhur untuk memberikan kontribusi tenaga dan pemikirannya untuk membangun bangsa dan negara.